
Semua orang mengantar Cakra ke bandara.Hana terus terisak dipangkuan suaminya kemeja hitam yang suaminya pakai basah oleh air mata.
" Hana sayang diamlah aku jadi tidak tega " Menepuk nepuk tangan Hana yang mencengkramnya kuat.
" Biarlah aku sengaja agar kau tidak pergi hiks" Cakra tergelak mencium bibir Hana dengan kecupan mesra.Hana hanya diam membiarkan Cakra semaunya.Tapi dia panik saat tangan laki laki itu menarik ujung roknya hingga membuat pahanya terbuka.
" Sayang diam lah" Hana menatap spion didepan takut Rey melihat, cepat membereskan roknya menekan dengan kuat agar Cakra tidak bisa menarik lagi.
" Emmmmm" Terus menciumi leher Hana sampai leher gadis itu terbekas tanda merah.Hana ingin menjerit tangan suaminya membekapnya kuat.
"Aku tidak bisa bernafas sayang" Manjanya Hana sambil menjauhkan tangan Cakra dari mulutnya.
" Apa kita bisa mampir dulu ke hotel" Berbisik Cakra ditelinga Hana membuat gadis itu terlonjak kaget dan menjauh.
suamiku tolong lah diam,kalau aku memukulinya jadi petaka tidak si.Hana
Cakra tertawa melihat reaksi Hana.
Apa Rey setiap hari mendengar ini saat dia mengemudi,aku saja terasa gila ingin menoleh ke belakang.Niken mencengkram kursinya ingin melihat wajah tuan muda yang seperti apa dibelakang.
Dia ingat saat saat bekerja dikantor bahkan Tuan muda tidak pernah tersenyum.Yang lebih menyeramkan saat melihat tuan muda marah dan menghajar orang bersalah dengan kedua tangannya sendiri.
Apa nona tahu tuan seperti apa,gadis ini sangat polos aku akan menjaganya sebaik mungkin.Niken
__ADS_1
Niken berusaha diam walaupun kepalanya seolah ingin berbalik sendiri.Rey disampingnya diam tanpa melirik sedikit pun
Bandara.
Hana menatap Cakra melambai meninggalkan nya.Hana menangis sejadi jadinya dan duduk.Niken yang bingung hanya mampu menepuk nepuk bahu Hana.
" Nona ayo kita pulang!" Ajakan Niken ditolak mentah-mentah dengan tangisan Hana yang semakin menjadi.
" Kakak ayo pulang" Ajak Karan menarik tangannya.
Hana hanya diam membungkuk menutupi wajah berair dan mata sembabnya.
" Mari pulang Nona , jangan membuat kami susah!" Robi meninggalkan semuanya.Hana mendongak kesal dengan laki laki tidak tahu sopan santun kepada orang lain,hanya tuan mudanya lah yang dia sanjung sanjung.
" Maafkan saya Nona" Membungkuk rasanya Niken tidak ingin mengangkat kepalanya.Hana menarik bahu Niken menggandengnya keluar.Karan ikut menggandeng tangan Hana.Mereka bertiga bergandengan.
Kenapa sesedih ini
tuan hanya tiga hari bukan setahun.Niken.
* * *
Kediaman satria.
__ADS_1
" Ayah!" Teriak Satria kepada ayahnya sendiri.
" Sopan lah aku ayah mu sialan!" Ayahnya tidak kalah berteriak dan menampar anak sulungnya itu.
"Kenapa ayah menamparku!" memegang pipi dan sisi bibir nya yang linu dan memar.
"Berhentilah menganggu istri orang satria dia istri Cakra kau tahu?"
" Memang kenapa ayah aku mencintainya.Aku tulus padanya ayah!"
"Hahha kau gila,kau bahkan tidur dihotel dengan seorang wanita anak bodoh"
kenapa ayah tahu.satria
" Kau tahu tuan Cakra bahkan membatalkan kontrak nya dengan perusahaan ayah,hanya itu yang bisa ayah lakukan untuk menjaga perusahaan agar normal" Duduk disofa dengan rasa kesal masih di dada.
" Ayah jangan panggil dia tuan,bahkan usianya sama denganku!" Satria tidak suka melihat orang orang yang patuh kepada penguasa itu.
" Memang dia temanmu dulu, tapi isi kepalanya kau kalah jauh bodoh,awas!" Ayahnya menaiki tangga dengan tergesa-gesa dan terus mengoceh.
membuat satria kesal dan mulai sekarang dia tidak akan menyentuh wanita lain,sebelum bisa mendapatkan Hana untuk di nikahinya .
Itu bukan cinta itu dendam mu satria 😑
__ADS_1