
Semenjak kejadian itu Hana tidak pernah menggubris apapun yang di bilang Haryadi.Hana tidak bisa leluasa dengan ponselnya.Setiap Cakra pulang selalu memerksa ponsel Hana,untuk melihat apa saja yang diperbuat ayahnya pada Hana.
Hana meminta sofa dipindah ke depan rumah dia ingin setiap suaminya pulang,dia sudah ada didepan untuk menyambut nya.
" Kenapa suamiku belum pulang" Pertanyaan Hana ditujukan pada Robi yang mengawalnya.
" Ada rapat dadakan ,tapi tuan muda sudah on the way ke rumah Nona,mungkin lima menitan lagi" Robi melirik jam tangannya.Hana berdehem mengiyakan.
Ada sesuatu kabar yang ingin Hana berikan untuk Cakra.Dia tidak sabar ingin bertemu dengan suaminya itu.
Mobil sudah melewati gerbang,Hana sudah berdiri meremas jemarinya berulang.
" Sayang " Hana berlari untuk memeluk Suaminya.Cakra mengangkat tangannya agar Hana berhenti berlari.Hana sedang mengikuti program kehamilan, tidak boleh keluar rumah dan berjalan pun jika lelah memakai kursi roda.Semua makanan harus seusai anjuran dokter, obat setiap hari dia minum.Tidak lupa Susu setiap hari dan Cakra tidak pernah melupakan setiap pagi ,jam istirahat,dan malam dia membuat Susu untuk Hana.
" Kau kenapa berlari ,jangan membuat ku khawatir" Cakra mengusap lembut rambut istrinya dan terus mengomel.Hana di gendong cakra masuk sampai kekamar.Dia tidak mau Hana lelah untuk menaiki tangga atau sebaliknya .
" Aku tidak apa-apa,kata dokter suci aku harus banyak istirahat saja sayang " Hana duduk di pinggir sofa ,Cakra mendekat dan ikut duduk.
" Kau tetap jangan seperti tadi,apa yang ingin kau katakan sampai harus berlari seperti itu" Hana melepas dasi dan kemeja suaminya.
" Kata dokter ,ada pengobatan di negara xx aku bisa berobat kesana , menurut mu bagaimana?"Hana melihat reaksi wajah Cakra seperti tidak senang dengan apa yang dia katakan.
__ADS_1
" Jika itu yang terbaik ,kita harus mencobanya" Menggenggam kedua tangan Hana dan menciumnya .Dua kecupan dibibir istrinya membuat Hana terkejut.
" Aku sering melakukan nya kan,kenpa masih seperti itu reaksi wajah mu" Cakra tertawa dan melepas kaos dalamnya." Kenapa melihat ku seperti itu,apa aku keriput sekarang karena semakin bertambah umur?"
" Kau semakin tampan tahu ,kemari " Hana berdiri memegang kedua pipi Cakra. " Aku ingin memotong rambut ku sedikit apa boleh".
" Aku tidak suka melihat mu berambut pendek Hana, seperti laki laki saja"
astaga kapan aku berambut cepak.hanya
sebahu saja seperti laki laki bilang nya.
" Hanya memangkas ujungnya saja , bercabang seperti ini ,jelek " Hana memaki rambutnya sendiri Cakra hanya tertawa.
aaaa apa ini , kenapa mengangkat baju ku.
" kenapa bagian ini semakin besar ,apa sakit " memegang bagian dada Hana.Hana mencubit pipi suaminya kasar ." Kau tidak sakit juga kan bagian ini ".Semakin mencengkram kuat.
" Jangan begini sayang ini juga yang ingin aku katakan " Hana ingin mengganti no bra karena dada nya yang dulu berukuran sedang.Bra nya sekarang tidak muat dan sering membuat nya sesak.
" Apa maksud mu" Cakra melepas baju Hana begitu juga bra istrinya. " Biar aku periksa "
__ADS_1
Cih !
" sayang diamlah " Hana menahan bibir Cakra yang menciumi dadanya terbuka .
" Apa?" Wajah mesum nya membuat Hana ingin menjitak kepala suaminya sendiri,apa boleh?.
" Aku ingin membeli sesuatu ke mall ,apa boleh " Dada nya menempel di dada bidang Cakra.Keduanya tidak memakai sehelai baju pun dari atas pinggang tubuh masing-masing.Cakra bisa merasakan kulit lembut Hana menempel di dada nya.
" Rey akan membelikannya" Merangkul Hana kuat.Gadis itu tidak punya alasan untuk mundur menjauh.
gila ,ini itu semua dia yang melakukan.
" Tidak bisa sayang ,aku harus memilih nya sendiri" Hana menjerit saat kecupan keras mendarat di lehernya. " Sudah sayang ini masih sore."
" Apa masalahnya kalau sore! tidak ada larangan untuk melakukan nya di jam dan Situasi apapun" 😄 tawanya Cakra membuat Hana geli " Kau mencari alasan ya untuk keluar rumah ". Tubuh Hana sudah dia tindih di atas ranjang.
" Aku harus membeli bra sayang,gila apa ya si jomblo itu harus membelikannya" 😝 Hana mengenyit membayangkan wajah Rey untuk membeli barang pusaka wanita itu.
Cakra tertawa terbahak bahak ikut tahu apa reaksi Rey nanti saat memerintah nya.
" Aku akan menemani mu" Hana tersenyum bersuka cita ." Sekarang kita fokus dulu untuk hal satu ini".
__ADS_1
Gila untuk sebuah bra.
imbalannya beginian sore hari.