
Keempat orang itu tertawa-tawa mendengar celotehan Karan dan juga fatin.Hana ikut sakit perut karena tertawa melihat ketiga orang yang dia sayangi.
Karan tiba tiba menyikut Hana mengarah kan ekor matanya ke belakang Galuh dan Fatin.
" Apa ?" Hana bertanya tapi Karan tidak menjawab .Hana melirik ke arah yang dituju oleh pucuk mata gadis itu.Dia tersentak kaget melihat pengawal berjaga jaga.Ternyata mereka dari tadi memang mengikuti diam diam sampai Hana dan yang lain tidak sadar sama sekali.
" Jam berapa ini?" Hana melihat jam tangannya dia tersentak kaget melihat jam menunjukkan jam lima sore .
" Ayo pulang pulang pulang" Hana berteriak dan keempat orang itu berlari
masuk ke mobil. Hana mengemudi dengan cepat sampai membuat semuanya mencengkram kursi masing masing.
" kakak pelan sedikit aku takut" karan
"Aku malah lebih takut kakak mu yang marah nanti!" Hana terus menatap kedepan dengan kemudi yang dia mainkan dengan cepat kilat.
Kenapa kakak takut begini apa kakak ipar pemarah?. Galuh
Akhirnya mereka sampai,Hana memarkir pelan agar mobil berjajar dengan yang lain.
Cakra yang sudah duduk menunduk menyilangkan kakinya, mendongak saat mobil datang.
" Apa ini ?kenapa dia bisa mengemudi? Cakra berdiri karena kaget.
" Nona muda juga bisa mengendarai motor gede tuan, kalau anda ingin melihat"? Rey tersenyum tipis melihat tuannya terlonjak.
" Sialan!" Memukul bahu Rey kuat.
Cakra berdiri menatap istrinya yang berjalan mendekatinya.Tidak tertuju dengan yang lain dia hanya menatap Istrinya.
Aaaaa sial dia marah kenapa pulang jam segini si.Hana
__ADS_1
" Suami kakak yang mana? " Fatin menyenggol Galuh sedangkan Galuh juga bingung.
Dua duanya tampan.Tapi yang berambut cokelat lebih tampan!
semoga itu bukan suami kakak aku akan menggodanya nanti .Fatin terpesona dengan ketampanan Cakra.
Hana berjalan memimpin sampai dia dekat dan bertatapan dengan suaminya.Cakra langsung menarik Hana dan memeluknya erat-erat,Fatin yang menaruh harapan kini berduka cita.
" Kau lama sekali" Cup cup kecupan di kening dan pipi istrinya. " Kau tahu aku khawatir Hanaku" .
" Maaf sayang aku lupa melihat jam di tanganku " Mengusap usap Dada Cakra,Fatin menunduk malu melihat pemandangan di hadapannya. " Ayo masuk sayang".
Hana dan Cakra berjalan dengan bergandengan.Tangan kekar Cakra merangkul pinggang Hana.Galuh yang dibelakang melihat bagaimana mereka saling mencintai entah kenapa hatinya merasa lega.
Kakak ipar sangat tampan ternyata lebih tampan dari gosip yang ku dengar.Galuh
" Rey minum" Rey mengangguk dan ke dapur mengambil air dingin untuk tuannya.
" Kau dari mana kenapa lama?" mengusap usap rambut Hana dan menciumnya .
" Dari tempat yang aku sebut tadi sayang lalu makan di restauran sebentar" Hana menepis pelan tangan suaminya.Tidak lama turun tangan itu sudah mengusap usap pipi dan bibirnya.
Aaaa lihat wajah Galuh dan Fatin seperti itu,
jangan sampai saat pulang mereka mengadu pada ayah.Hana
" Kakak ipar perkenalkan aku Fatin dan ini Abang Galuh" Tersenyum sejuta Watt sumbringah melihat laki laki tampan dihadapannya. Cakra tidak menoleh sedikitpun membiarkan gadis itu berbicara sendiri dan membuatnya malu.
kenapa gadis ini tidak memperkenalkan diri,
malah seperti menggodaku.Cakra
__ADS_1
" Suamiku sangat lelah !" Hana menatap Galuh yang sedikit kecewa berusaha mencari alasan untuk menghilangkan suasana tegang.
" Kakak ipar aku baru pertama kali bertemu dengan mu, tapi dari kehangatan yang kau tunjukan,aku bisa melihat kakak ku bahagia menikah denganmu terimakasih banyak" Galuh berbicara dengan suara berat sampai Cakra diam dengan aktifitas tanngannya.Melirik Galuh dan menatapnya.
Dia sangat senang sekali,lihat mata kejujurannya tidak seperti gadis disampingnya.Cakra
" Kemarilah duduk di sampingku" Cakra menepuk nepuk sofa sebelahnya.Galuh menatap Hana mereka saling menatap kaget dan Heran.
Galuh berpindah ke samping kakak ipar,Rey yang melihat heran setengah tidak percaya.
Apa tuan tahu kalau gadis ini tidak baik? dia bisa ramah dengan Galuh tapi tidak dengan gadis ini.Rey menatap Fatin dan seperti iri dengan Galuh.
" Ada apa kakak" Galuh gemetar duduk disebelah kakak iparnya yang tak lain adalah seorang konglomerat negeri dan tampan rupawan juga.Yang lebih dia banggakan wanita seperti Hana lah yang mendampingi nya.Galuh percaya kakaknya sangat baik walaupun tidak secantik model tapi hatinya sebaik dan selembut sutra.
" Kau sayang dengan kakak mu?"
" Tentu saja kakak bahkan sayangku padanya,lebih banyak dari aku menyayangi diriku sendiri" Galuh semakin gemetar saat tangan penguasa itu menepuk pundaknya.
" Terimakasih" Cakra berterimakasih dengan manusia lain itu adalah hal langka bagi Rey yang terus tersenyum.
" Kau sudah bekerja? Tanya Cakra.Galuh menggeleng kepala.
" Berapa no rekening mu aku akan mentransfer uang jajan" Cakra tergelak melihat wajah Galuh yang pucat.Hana juga ikut tertawa walaupun dia terisak pelan mendengar obrolan suami dan adiknya.
" Tapi kak"
" Rey ajak dia ke taman " Rey mengangguk mengajak Galuh ke taman untuk mengobrol sesuatu yang penting.
Hana ditarik Cakra ke kamar Fatin celingak-celinguk tidak mempunyai teman ngobrol ataupun diajak.Hana berusaha menahan diri tapi sorot mata suaminya lebih menakutkan.
Maafkan aku fatin
__ADS_1