
Hana sudah siap dengan gaun pesta warna abu kombinasi warna putih itu.
" Hana ganti saja dengan warna merah seperti aku !" Ucap feya yang berlenggak-lenggok seperti model yang sedang berjalan di atas catwalk.
" Bagus-bagus"* Seru gea yang sambil bertepuk tangan
Hana mengernyit heran
Penasaran bagaimana Kedua gadis itu akur? tunggu episode selanjutnya ya hehe.
Hana masuk ke dalam mobil yang dikemudikan Tika.Fey bersikukuh ingin duduk bersama Hana,Gea mengalah dan duduk didepan bersama Tika
* * *
Tiba di gedung mewah,mobil berjejer diluar gedung ,hana berdecak kagum bahkan pesta pernikahan itu jauh lebih ramai di datangi oleh para pebisnis dan artis artis ternama mengisi acara sakral tersebut.
" Ayo masuk ?" Gea menggandeng Hana yang menengadah menatap kemewahan dipelupuk matanya.
Dia ingat bagaimana suasana saat dia menikah dengan Cakra.Sama sekali tidak berkesan bagi Hana.
" Ayo !" Ucap Fey ikut menggandeng Hana .Ketiganya masuk di pimpin Tika,yang terus berbisik dengan Rey untuk menanyakan posisi Rey .
" Ayo ikut aku !' Tika mengajak ketiganya mengikuti langkah.
Hana yang mencari sosok Cakra di kerumunan tidak terlihat sama sekali,entah Hana yang tidak bisa melihat sosok Cakra karena sangat ramai dan berisik.
" Disini " Tangan Rey melambai-lambai kepada Tika bersama yang lain yang tengah mencari-cari.
" Itu sekertaris" tunjuk Hana pada Rey dan Tika langsung mengajak ketiganya menghampiri Rey yang mengawal satu meja VIP .
Disana Gea ,marisa ,Maria , Haryadi dan yang lainnya berkumpul
__ADS_1
Cakra fokus menatap baju yang membuat bahu Hana terbuka.
Kurang ajar dia tidak memakai
yang aku pilih kan tadi.
Gerutu Cakra dalam hati dan berdiri untuk menghampiri istrinya.
" Lihat istrimu sangat cantik " Ucap Gea memegang kedua bahu Hana, mengarahkan gadis itu agar berdiri dihadapan Cakra.
" Apa ?" Tanya Hana yang merasa risih dengan cara Cakra melihatnya.
" Tidak apa-apa kau sangat cantik sayang " peluk Cakra kepada istrinya ditanggapi dengan sorak bertepuk tangan.
Di ujung Fey yang melihat malah kembali berpikir untuk menganggu kedunya
bukannya tadi baikan ?
" Dimana anak kesayangan mu ?" Tanya Marisa pada Gea disebelahnya
Siapa anak ibu gea ?
apa dia anak dari anak mertua?
atau mungkin ibu Gea sudah menikah lagi setelah berpisah dengan ayah mertua?
Hana mengernyit apa yang dipikirkan oleh dirinya sesuatu yang tidak seharusnya dia pikirkan, apalagi berpikir buruk tentang Haryadi mertuanya
Aku bisa gila
mending diam sajalah
__ADS_1
itu terlihat enak
Hana menatap makanan yang berada di dekat Marisa
" Sayang" Hana menarik-narik ujung baju Cakra agar mendekat padanya
" Apa ?" Cakra mendekat kan telinganya pada Hana
Hana mendekat dan berbisik . " Aku mau itu ! yang ada didepan bibi " , ucap Hana hati-hati
Cakra mengerti langsung mengambil satu piring yang dimaksud Hana .
" Kenapa kau mengambil nya ?" Marisa menatap Hana tajam
" Biarkan dia memakannya ,lagi pula kau sudah makan banyak " Gea membela Hana jujur dia juga memiliki dendam pribadi kepada Marisa . " Tolong bawakan lagi kemari" .
Pinta Gea kepada pelayan yang berdiri tidak jauh dari meja mereka.
" Sudah seperti nyonya besar saja " Maria tidak terima ,dan membuang muka saat tatapan mereka bertemu.
" Diamlah dan nikmati' Bentak Haryadi melerai keadaan pesta menjadi canggung di meja VIP tersebut.
" Ibu jangan minum terlalu banyak,kau bisa mabuk nanti " Kiran menahan gelas yang terus tertuang Alkohol itu ,dan menyuruh Karan meletakan alkohol dibawah meja.
" Kalian menjadi suka memerintah seperti Cakra saja " Bicara Marisa yang sudah teler setengah mabuk.
" Apa kau bilang?" Sahut Cakra menatap tajam marisa
" Iya kan benar,kau selalu memerintah orang-orang disekitarmu ,bahkan anakku saja harus terus mengawal mu?" Lirik Marisa kepada Kiran yang terusik dengan kata-katanya " Benar kan nak? kau selalu dia suruh saat berada di perusahaan, dasar manusia kulkas dingin dan tidak mempunyai hati ."
Teriak Marisa memaki Cakra yang sudah menahan amarahnya,mana bisa dia menunjukkan amarah didepan Hana .
__ADS_1
" Bawa dia pergi cepatlah" Marisa menyuru Rey menyeret wanita itu agar keluar dari gedung.
Jika Marisa terus memaki bisa saja Cakra tersulut emosi dan membuat keributan.