
Cakra berdiri menatap embun pagi yang semakin tipis dan memudar di ujung matanya.
Tidak seperti biasa dia ingin merasakan udara pagi dari atas lantai tiga rumah nya.
Cakra melihat mobil Rey yang melewati gerbang .Dia mengeluarkan ponsel dan menekan tombol untuk mengirim pesan pada Rey .
( Bawa dua gelas kopi hitam ke lantai tiga aku disini) Pesan terkirim.
Dibawah lantai satu.
Rey bergegas menuju pintu masuk ke dalam rumah disana Susi sedang melakukan apel seperti biasa, pelayan dan pengawal berbaris.
Posisi yang di pegang Susi sangat berpengaruh dirumah tersebut.
Dia berdiri disamping suaminya yang ikut serta melaksanakan apel pagi itu.
Tika yang melihat Rey datang menatapnya lekat.Dia ingin pergi dan menghampiri reynan tapi Susi sudah memberikan tatapan sinis kepadanya.
Rey berjalan menuju dapur disana pelayan sedang bekerja menyiapkan sarapan pagi Keluarga Cakra
" Apa kau butuh sesuatu?" Tanya pelayan wanita yang mendekatinya.
" Tidak ! tuan hanya ingin kopi aku akan membuat nya " Rey cepat menjawab mengambil toples berisi gula pasir dari lemari kaca.
" Baiklah" Pelayan itu tersenyum dan mundur.Dia membungkuk sebelum pergi meninggalkan Rey .
** KAMAR UTAMA.
Hana duduk disofa memandang tempat tidur yang sangat berbeda pagi ini.
Selimut dan seprei yang biasanya berantakan karena kegiatan bersama suaminya semalam .Pagi ini itu tidak terjadi,Cakra tidur normal tidak menganggu Istrinya.
" Dia tahu aku sangat lemas .Apa dia bisa setidaknya seminggu lima kali dia harus pengertian seperti ini kan" Hana Tersenyum geli melepas handuk yang menutupi rambut basahnya.
__ADS_1
Pintu berdenyit dan terbuka di susul sosok suaminya masuk .
" sayang kau dari mana?" Tanya Hana berbalik meletakan hairdryer di atas meja.
" Aku bersama Rey tadi .Ada hal darurat yang harus kami bicarakan" Cakra loncat dan tersungkur tengkurap di tempat tidur
" Oh !"membulat kan bibir nya.
" Sayang aku tidak melihat nenek dari kemarin mereka kemana ?"
" Mereka pulang mengantar semua hadiah untuk keluarga mu, Robi yang menjaga mereka " Cakra mengubah posisi dia bersandar menyilang kan kakinya.
" Kenapa aku tidak di ajak si" Protes Hana.Cakra tidak mengindahkan apapun dan sibuk dengan ponsel.
" Sayang" Teriak Hana Melempar bantal sofa .Berniat melempar ke tubuh Cakra malah meleset dan tepat jatuh di wajah suaminya.
" Haaaaa aku minta maaf" Hana berlari dan duduk dipangkuan suaminya megusap usap wajah tampan yang cemberut karena ulahnya.
" Kau semakin berani padaku? apa aku terlalu baik?" tanya Cakra merangkul pinggang Hana.
" Jangan membuat wajah mu seperti itu .Aku tidak tahan nanti " Menggoda Hana dengan senyum licik nya.
Hana mundur dan turun dari tempat tidur.Dia berlari membuka pintu kamar
" Ayo kemari kita masih harus melakukan sesuatu" Teriak Cakra dari balik pintu.
Jelas Hana mendengar dan mengernyitkan dahi.
" Gila! apa harus teriak seperti itu Cih !" Hana berdiri didepan pintu dari kejauhan pelayan wanita Cekikikan mendengar suara tuan muda meneriaki istrinya.
Hana memgangguk dan tersenyum dia berlari menuju tangga dan turun dengan wajah bersemu merah.
* * *
__ADS_1
tempat kos Galuh.
Pemuda itu tengah bersiap untuk bekerja.Sarapan yang dia buat sendiri sudah tersaji rapuh bersama segelas teh diatas meja.
" Siapa ini?" Galuh melihat layar ponsel panggilan masuk dari no asing.Dia enggan menjawab dan meraih sendok untuk makan .
Pesan masuk membuat nya penasaran dan membuka ponselnya.
( Aku nenek mu anak sialan )
" Hah ? apa ini kenapa nenek tahu no ponsel ku "
Galuh kaget dan langsung menekan tombol panggilan ke no tadi.
" Halo nek " Lirih Galuh membuka suara saat panggilan nya tersambung.
" Kenapa tidak mengangkat telfon " Nenek berteriak membuat Galuh cemberut dan menjauhkan ponsel dari telinganya.
" Kenapa nenek menelfon ?" Tanya Galuh
" Pulang hari ini nenek ada dirumah jika bisa ajak pacar mu " nenek terdengar cengengesan dia tahu bagaimana ekspresi wajah Galuh sekarang.
" A,,pa yang nenek katakan? aku tidak ada pacar nek " Galuh terbata dia tidak berani membawa Karan ke hadapan neneknya.
Semua pacar nya ketakutan saat bertemu dan di interogasi nenek.Tidak butuh waktu lama saat gadis itu pulang mereka meminta putus kepadanya.
Aku harus menyembunyikan hubungan
ku dengan Karan.
" Kau bohong pokoknya bawa dia hari ini " Teriak nenek berulang dan mematikan panggilan nya.
" Cih ! kenapa sih nek kau terus menerus mengganggu aku "
__ADS_1
Galuh merasa bingung harus memiliki pacar sesuai kriteria neneknya dijaman modern seperti ini.