Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Gagal


__ADS_3

Nenek ,Hana dan Cakra sudah kembali ke rumah.Hana membayangkan bersenang-senang berbelanja dengan nenek ,merasa kecewa .Cakra yang sudah kesal dengan apa yang ingin disampaikan Rey .


Ditambah sikap penjaga toko kepada isterinya tercinta,semakin membuat nya enggan berlama-lama di keramaian.


Nenek melirik sekilas Cakra yang sedang marah menunggu Rey datang.


Rey masuk wajah nya terlihat bahagia.


apa dia menampar semuanya


lihat itu permainan yang paling keren untuknya.


bagaimana nasib kalian penjaga toko?.Hana


Hana khawatir karena tahu Rey bukan orang yang mudah menerima satu kesalahan apalagi kesalahan yang lainnya.


" Tuan ."membungkuk hormat. Cakra berdiri meninggalkan nenek dan Hana.Langkahnya menuju ruang kerja di lantai dua.


setelah Cakra punggung Cakra hilang dari pandangan. Nenek berniat bertanya kepada Hana.


" Ana apa setiap orang yang menyakitimu akan berakhir seperti mereka disana." Nenek membayangkan semua penjaga toko, mungkin saja Rey membunuh mereka semua,atau menghilangkan satu anggota tubuh dari mereka.


Pikiran nenek kemana mana.Jika itu benar dia akan memiliki kabur dari rumah Cakra sesaat itu juga.


" Iya nek ." Hana menunduk ,semua itu sudah biasa dia alami semenjak menikah dengan Cakra.Tidak sengaja juga perbuatannya berakibat untuk semua orang yang berada di sekeliling nya.


" Kau tidak tersiksa kan ? menikah dengan dia?". Pertanyaan nenek membuat Hana tertawa .


" jawab kenapa tertawa seperti itu ." Protes Nenek.

__ADS_1


" Nenek pasti melihat bagaimana dia menyayangi ku bukan?.Dia memang sedikit emosional tapi dia sangat mencintai ku,aku bahkan tidak mampu membalas semua cinta kasih yang dia berikan." Hana mengenggam kedua tangan nenek.


Susi berdehem mengingatkan.


" Kau gila! apa dia pernah menyakiti orang dihadapan mu." Nenek kembali bertanya,Susi meletakan dua jus kasar di atas meja kaca.Beradu kencang membuat kegaduhan serentak.


" Susi ." Hana melirik agar Susi menjauh darinya.Nenek sudah kaget setengah mati,melihat apa yang terjadi dihadapannya.


" Dia tidak pernah menyakiti siapapun nek,dia orang yang sangat penyayang."


Hana tertawa mendengar kata " Penyayang " . Semua tragedi terlintas dipikirannya.Cakra bahkan berhenti memukul seseorang saat dia mengajuka syarat ." Jangan menyentuh ku dengan tangan yang sama ."


" Penyayang? dia hanya baik saat di depan istrinya saja tidak dengan orang lain." Nenek meneguk jus dihadapannya, meletakan kasar seperti yang Susi lakukan.


Susi tersenyum Menggeleng kepalanya.


" Tuan ,mereka sudah datang." Robi membungkuk, mengarahkan ekor matanya ke arah luar.


" Kau sudah memeriksa nya?". Cakra mengusap lembut pipi Hana duduk bersama gadis yang selalu membuatnya jinak Seketika.


" Sudah tuan ." Sahut cepat dari robi


Cakra melirik Rey.Pria itu langsung beranjak dari tempatnya menuju keluar.


Mereka pandai berbicara


isyarat.Nenek


Beberapa orang mendekat, dari belakang pengawal membawa semua barang Mereka.Rey mengaturnya agar rapih berjejer.

__ADS_1


Nenek melongo melihat apa yang terjadi dihadapannya.


" Sayang ini apa? Hana bingung.


" Pakaian." Singkat Cakra


Hana tertawa .Kenapa dia bertanya hal bodoh seperti itu.


" Kenapa tertawa ." Cakra tersenyum melihat ekspresi wajah Hana dan mencubit pipi Hana lembut.


" Iya aku tahu itu semua pakaian,tapi kenapa banyak sekali." Hana menggoyankan kepalanya,semua orang mentata rapih seperti toko pakaian dadakan .


" Pilih yang kau dan nenek mau ." Cakra melirik nenek yang melotot kaget tidak percaya.


" Kau sangat tampan dan juga pengertian Nak,andai semua pria seperti mu . Kami para wanita tidak perlu berdesakan ke pasar memilih pakaian."


Pujian nenek menenggelamkan rasa benci kepada Cakra.Dia langsung berjalan memilih semuanya.


" Nenek." Gerutu Hana merasa geregetan dengan tingkah neneknya.


Cakra mendorong bahu Hana dengan telunjuk.Gadis itu meliriknya sekilas dan bergegas menghampiri neneknya.


Nenek sudah mendapatkan beberapa baju untuk nya ,para penjaga toko VIP itu membantunya memilih.


" Aku ingin baju untuk suamiku, kenapa tidak ada model baju keren di sini." Komplen Hana ke penjaga toko itu.Tangannya menggeser satu persatu gantungan baju dihadapannya.


" Maaf Nona,tuan muda selalu memiliki desain pakaian berbeda dari yang lainnya.Dia sering meminta desain baju secara khusus kepada ku." Tersenyum ramah


Terlintas dipikirannya.Kenapa gadis polos ini menjadi istri tuan muda, bukan tidak sepadan.Tapi kepolosan Hana sangat meragukan untuk mengimbangi sifat Cakra yang berbeda dari manusia lain.

__ADS_1


__ADS_2