
Galuh dan Fatin akhirnya sampai digerbang sebuah rumah besar.Di beberapa titik pengawal berjaga jaga pintu gerbang yang harus dilewati sebanyak dua gerbang ,yang jaraknya jauh untuk masuk ke rumah besar.
" Maaf kalian siapa ?" Robi memegang kemudi saat anak kecil tidak menghiraukan nya.
" kami adik kak Ana?" Fatin menjelaskan dan Robi mengingat ingat siapa Ana?.
" Tidak ada yang bernama Ana disini!" Telak kasar Robi mendorong motor gede sampai mundur.
kuat sekali dia .Fatin
" Maaf saya mencari kakak Hana istri pemilik rumah ini tuan" Galuh sedikit memelas agar bisa masuk melewati penjagaan ketat dihadapannya.Tapi usahanya sia sia mereka tidak percaya sedikit pun.
" Diam saya menelfonn dulu" Robi menjauh dari kedua anak bawang tersebut dengan sedikit kesal apalagi Fatin yang terus menatapnya.
Panggilan tersambung Reynan
" Hallo" Rey
" Rey apa kedua adik nona akan datang?"
" Iya ,apa mereka sampai?"
" Hemm, kirimkan gambar wajah mereka "
__ADS_1
Pembicaraan terhenti sejenak.Pesan masuk memang kedua anak ini adik nona ternyata Robi merasa salah karena menahannya.
" Rey Hallo ,tanyakan pada tuan muda apa mereka boleh masuk?".Tanya Robi menunggu sejenak.
Dikantor
" Tuan kedua adik Nona sudah sampai apa mereka boleh masuk?" Rey Membungkuk sopan Cakra sedang sibuk dengan pekerjaan dimeja kerjanya.
" Biarkan mereka masuk ,suruh Robi tetap waspada"
Rey membungkuk dan berjalan menjauh mendekatkan ponsel di telinganya.
" Robi biarkan kedua bocah itu masuk"
Robi mendekat kembali ke arah kedua Anka yang ternyata sudah turun dari motor dan duduk dikursi mengipas ngipas kan tangannya gerah.
" kalian bisa masuk silahkan" Robi membungkuk sopan dan kedua anak itu merasa heran saling menatap.Mereka berjalan beriringan motor terparkir di gerbang pertama.
"Dimana kakakku" Tanya Fatin.
"Di dalam Nona" ketus.
Mereka sampai digerbang masuk rumah besar.Disana susi menunggu dan juga Hana.Hana antusias berlari ingin memeluk kedua adiknya.Galuh merentangkan tangan saat sudah dekat plak tangannya ditepis Robi kasar.
__ADS_1
" Maaf jangan sembarangan memeluk Nona muda kami" Robi ketus menatap tajam Galuh yang kebingungan.
Hana Menggeleng dan memeluk Fatin.Menarik Galuh yang semakin dekat dengan Robi merancang genderang perang.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, Fatin sangat takjub dengan desain dan mewahnya rumah itu.Tampak dari luar mewah,dan di dalamnya sangat lebih mewah dan megah.
" kakak mana kakak ipar?" Tanya Fatin
" Dia bekerja dek ,ayo minum dulu"
kata orang-orang dia tampan ,aku ingin melihatnya langsung apa benar?.Galuh
" Kakak mana foto suamimu tidak ada disini"Galuh menyapu dinding rumah tidak ada satu frame pun bergambar seseorang laki laki yang tampan.
Saat peresmian kedua anak ini tidak menonton televisi dan saat mencarinya di internet ternyata sudah dihapus oleh stasiun televisi tersebut dan semua televisi lain juga tidak meninggalkan jejak apapun.
" Dia tidak suka difoto hehe" Hana menyeruput jus mangga.
Ketiga saudara sedarah itu meluapkan rasa rindu mereka. Fatin antusias menceritakan pengalaman kuliahnya di luar kota.Tidak menghiraukan dengan para pengawal dan pelayan disetiap sudut menjaga Nona mudanya.
Hana terisak saat Ayah nya merindukan nya disana.Jarak desa dengan rumah cakra sangat jauh dan sekarang Hana sedang di hukum karena berbohong pada tuannya.
" Kak Hana apa aku boleh melihat kamarmu dan kakak ipar" antusias Fatin .Melihat ruang tengah yang mewah pikirannya melayang penasaran dengan kamar Hana.
__ADS_1
" Maaf Nona jaga batasan Anda.Jangan seenaknya dirumah ini" Susi ketus dan menatap Fatin dengan kesal.Fatin menunduk karena takut melihat semua menatapnya.