
# JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA !
AGAR AUTHOR SEMANGAT UPDATE TERUS.
* * *
Hana menyesal tidak langsung pulang ke rumah orang tuanya.
Taksi melaju ke alamat yang disebutkan Hana .
" Berhenti dulu pak " Tika menepuk bahu supir taksi.Mobil berhenti disebuah pangakalan pedagang kaki lima .
Tika keluar membeli gorengan dan dua botol air dingin.Dia lebih dalam masuk mencari makanan yang akan membuat Hana tergiur.
" Cilok nya pak dua porsi " Jarinya mengangkat diudara.
" Mie nya pak dua porsi jangan terlalu pedas ya" Tika mengeluarkan uang dari dompet nya ..
Setelah membeli semua makanan dia kaget Hana sudah menyender menunggunya.
" Aku terlalu lama ya nona " Tersenyum sambil menenteng semua makanan dikedua tangan nya ." Ayo nona masuk, panas disini ".
" Kenapa banyak sekali " Hana fokus pada makanan di tangan Tika.Mereka berdua masuk kembali ke mobil.
" Kau mau yang mana Nona " Atika memberi ruang kecil di kursi .
Makanan berjejer di tengah tengah antara keduanya.
" Ini saja " Hana meraih satu cup cilok dan memakan nya lahap." Aku sudah lama tidak memakan ini"
Hana tersenyum dengan mulut penuh.
" Pak supir ini untukmu " Hana memberikan sejelas jus kepada supir didepan
" Terimakasih Nona" pak supir menerima dan meletakan jus itu dikursi sebelahnya.
__ADS_1
" Nona apa enak ?" Tanya Tika menikmati bakwan jagung kesukaan nya.
" Ini sangat enak " Hana meletakan cup kosong di plastik dibawah kakinya.
Satu porsi cilok pedas itu dia habiskan secepat kilat.
" Aku mau ini juga " Hana tertawa kecil memakan mie instan yang ditaburi bawah goreng itu .Dia memakannya sambil berbincang dengan Tika.
Pak sopir beberapa kali menyela mereka ikut nimbrung mengusir rasa kantuk.Mengingat perjalanan nya sangat jauh untuk mengantar kedua wanita tersebut.
KEDIAMAN HANA.
Hana tidur menyender dibahu Tika.Semua makanan yang Tika beli membuatnya antusias menikmati satu persatu.
Kapan lagi bisa bebas menikmati semuanya,rasa khas pinggir jalan yang akan berbeda jika kita membuatnya sendiri di rumah.
Sampai dia terbuai dengan rasa kantuk setelah perutnya berhenti bernyanyi
" Nona sudah sampai" Pak sopir memarkir mobilnya didepan rumah orang tua Hana.
Hana bangun dan mengucek kedua matanya pelan..
" Kakak " Teriak Galuh yang juga baru sampai.Melepaskan helm dan menghampiri kakaknya.
" Ayo masuk ayah menunggu pasti" Hana menarik tangan Galuh . Tapi adiknya menahan
" Kemana kakak ipar? apa terjadi sesuatu?" Galuh khawatir dengan mengingat saat Cakra menanyakan keberadaan Hana dirumah ayahnya ditelfon tadi.
" Nanti kita bicara " Merangkul pinggang Cakra Hana bergegas masuk dia tidak sabar ingin melihat kondisi ayahnya .
* * *
rumah besar Susi kewalahan.
Susi berusaha menahan Marisa yang ingin masuk dengan membawa Kim kesana.Kim hanya melihat pertengkaran kedunya begitu saja.
__ADS_1
Mobil Robi datang saat pengawal mengirimkan pesan darurat padanya.
" Kenapa kalian kemari ?" Tanya Robi mendorong bahu Marisa kuat .
wanita itu hampir terjungkal sampai Kim menahannya.
" Cih !" Susi merinding melihat apa yang terjadi dihadapannya.
" Ini rumah Cakra aku bebas kemari sebagai bibi nya " Marisa menggandeng tangan kim .Pria itu diam dan sedikit meringis dengan luka di wajah dan sekujur tubuhnya.
" Ayo keluar! tuan bahkan sudah mengusir mu.Aku tahu kau sudah tua jadi sedikit pikun itu wajar tapi aku akan mengingatkan mu sekarang" Robi mendorong keduanya agar pergi.
Karan dan Kiran datang dari dalam rumah mendengar keributan diluar.
" Ibu " Karan menghampiri Marisa memeluk ibunya erat dan menangis.
Dia sangat merindukan ibunya itu .Kiran tidak bereaksi seperti Karan adiknya,dia menarik Karan agar menjauhi Marisa.
" kalian bahkan tidak menengokku dipenjara " Ketus Marisa menahan saat Karan ingin memeluknya kembali.
" Apa katamu Bu? kau yang tidak mau menemui kami kan saat menjenguk mu disana " Karan tidak terima dengan tuduhan ibunya yang ternyata tidak berubah walaupun sudah merasakan dinginnya lantai jeruji besi.
" Alasan saja " Marisa mendesah kesal.
" Pulang lah bu .Kakak bahkan sangat membenci mu" Kiran menghadang ibunya yang akan memukul Robi.
" Kau berani mengusir ibu kalian? apa kalian tidak bisa bersikap baik kepada orang tua?" Teriak Marisa membuat Karan menciut gadis itu mundur saat melihat wajah ibunya begitu tidak bersahabat.
" Kim bawalah ibuku keluar.Kau kenapa kemari kakak ipar dan kak Cakra tidak ada dirumah " Kiran berusaha menjelaskan agar Kim mundur dengan begitu ibunya juga akan pergi.
" Kemana mereka berdua?" Tanya Kim penasaran dia mendekati Kiran dan melepaskan tangan Marisa yang menggandeng nya...
" Apalagi! mereka sangat menginginkan anak .Kini mereka sedang bulan madu di luar kota " Robi membuat Kim mendesah tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
" Kau jangan berpikir bisa menghancurkan rumah tangga mereka Kim.Bahkan kakakku semakin menyayangi istrinya karena kejadian ini " Kiran mendekati Kim menarik tangan pria itu agar berhenti menatap Robi tajam.
__ADS_1
" Mana ada suami yang semakin saling mencintai setelah aku memeluk istrinya erat " Kim menyunggingkan senyumnya pada Kiran ." Kau pikir aku percaya?" .
Kim mencengkram dagu Kiran kuat gadis itu meringis merasakan sakit.