
Hana duduk menyelimuti tubuhnya dengan selimut.Cakra mengganti pakaiannya untuk kedua kali ,menatap Hana yang sedang memainkan ponselnya.
Kenapa dia memainkan ponselku ,periksa saja tidak ada yang aneh !
" Aku mau pakai baju ,mana baju ku!" Hana meletakan ponsel dilaci menatap suaminya yang sedang menyisir rambut.Menatap lekat memegang kedua pipinya Cakra tersenyum ingin tertawa tapi dia tahan ,Hana yang terus memperhatikan nya dengan wajah seperti itu membuat nya gemass ingin kembali untuk Ronde ketiga gumamnya. Bercanda dengan hati nya sendiri .
" Kau tampan!" teriak Hana bergema didalam kamar mungkin Sampai keluar kamar.Suasana hening waktu hampir pagi,tidak ada aktifitas selain aktivitas mereka berdua dikamar.
" Katakan sekali lagi !" mendekatkan wajahnya pada Hana.Hana mundur dan terbaring wajah suaminya masih terus menatap hangat.
" Kau tampan tapi aku tidak pantas dengan mu !" Nafas berhembus membuat Cakra hanya diam dan kembali ingin mencium nya .Tidak menggubris apapun yang Hana katakan.
" Aku tidak perduli diam dan makanlah !" bangkit dan berjalan mengambil kedua piring.Hana memang sangat lapar dan sangat ingin makan.
" Aku mau minum dulu !" Hana merengek.Cakra menyodorkan gelas dan Hana meneguknya.
dia so perhatian seperti ini padaku setelah apa yang dia Lakukan!
" Ada apa ?" Hana hanya menggeleng menahan sendok.Padahal baru satu suapan
__ADS_1
" jangan sampai aku nekad .Menyuapi mu dengan mulut ku !" menggigit makanan dan mendekat padanya.
"Sini sini aku saja ,tidak usah repot !" jurus wajah imut keluar.Wajah imutnyalah yang selalu membuat cakra tergila gila.
" Berani pasang wajah seperti itu? sudah tidak pakai baju lagi " senyum nakalnya terlihat oleh Hana dan membuatnya memngeratkan selimut nya.
aaa gila ya!
* * *
Di rumah Montana
" Aku yakin dia baik baik saja.Dia anak pinta tapi sifat keras kepalanya yang aku takutkan" Ayah cepat menjawab.
" Apa kita perlu kesana ? Usap lembut ibu Hana pada suaminya.
" Kau tahu Cakra seperti apa.Dia menggilai anak kita sejak dulu dan Alana pergi begitu saja.Tapi aku yakin dia tidak akan menyakiti Hana "
" Apa kau yakin dia menggilai dalam bentuk mencintai bukan hanya ingin memiliki dan menyiksanya?" Terlihat wajah gusar seorang ibu yang mengkhawatirkan anak sulungnya tersebut.
__ADS_1
" Tidak aku yakin dia akan menjaga Hana disana , percayalah" Memeluk erat istirnya yang sudah terisak air mata membasahi pipi nya itu.
* * *
Terlambat
" Jam berapa ini aku ada tugas pagi ini !" Sibuk menyisir rambut basahnya.Sesngkan semua perlengkapan kerjanya belum juga diserahkan oleh Robi.
" Lihat dia , tidur sepulas itu setelah menyiksaku semalaman.Oh tidak ini bagaimana aku menutupinya?" memegang tanda merah dileher.Dia berusaha mengusapkan foundation .
" Ok ini selesai tapi sekarang bagaimana seragam kerjaku dan tas perlengkapan?"
jeklek Membuka pintu dan melihat ke lantai bawah.Mencari sosok Robi untuk menanyakan semua barang pribadi nya.
" Anda sedang apa Nona?" Susi berada dibelakang Hana.Membuat gadis itu terlonjak kaget dan mengusap dadanya.
" Maafkan saya Nona" membungkuk sopan.Hana sudah tidak tahan melihat pemandangan seperti ini seperti cerita kerjaan keraton pelayan sopan pada putri dan rajanya.
" Sudah cukup.Dengar apa kau melihat tuan Robi?" Susi mengangguk sopan kembali mengarahkan tangannya pada seseorang yang mendekat kepada mereka perlahan.
__ADS_1
itu dia manusia menyebalkan yang aku cari cari.