Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pulang kerumah


__ADS_3

Cakra duduk di meja makan melihat pelayan yang mengatur makanan dimeja makan.Cakra meraih sendok mengaduk aduk makanan kalau sampai dia menemukan si kacang dia tidak akan diam.


" Susi ,basmi semua kacang di dapur untuk sekedar bumbu pun tidak boleh " Teriak Cakra


" Baik tuan muda " Susi menginfokan pada semua koki dan pelayan.Rey yang memang tahu kondisi Hana menyetujui larangan ada kacang dirumah.


Hana sedang merapikan rambutnya di kamar sendiri,Hana menatap semua skincare yang dia beli masih banyak,padahal Karan bilang dua minggu dia pakai sudah habis tidak tersisa.


" Sayang sekali kan,aku akan memberikan nya pada Karan saja wajahku tidak mungkin memakai ini untuk sekarang" Hana menekan ruam di wajahnya .Dia terlihat mengerikan dan malu untuk keluar kamar.


Pintu terbuka.


" Permisi Nona" Susi masuk dibelakang punggung Cakra.Hana mengangguk dan tersenyum.


kasihan sekali kau Nona


aku akan menjenguk


nenek sihir itu,dan


memberikannya pelajaran.Susi


" Hana,ayo duduk waktunya makan dan minum obat" Cakra menyiapkan semuanya dalam satu piring.

__ADS_1


" Aku bisa makan sendiri sayang" Hana risih dia memang menyuapinya,tapi bibirnya terus mencium tanpa jeda, sedangkan Susi ada dihadapan mereka.


" Susi kau cicip dulu,sebelum Istriku memakannya" Cakra menunda suapan pertama,dia menyuruh Susi mencicipi,kalau ada racun setidaknya bukan istrinya yang mati.Susi terbelalak ,di meja makan juga dia sudah mencicipi semuanya,perintah sang raja Cakra.


" Kenapa kau diam ,kau menolak ? pergilah pada Rey biar kau tahu rasa" Cakra menarik piringnya kembali.Susi menarik piring untuk mencicipi nya,dia mengambil sendok baru dan dua kali cicipan dia lakukan, sesuai kemauan tuannya.


" Tidak apa apa kan tuan?" Susi tegap berdiri agar Cakra melihatnya dia tidak keracunan.


" Racun biasanya bereaksi setelah beberapa menit kan?" Cakra masih menatap makanan nya.


Aku sangat lapar.Hana


" Saya tidak tahu tuan" Asal Susi menjawab, bibirnya lelah hanya mencicipi,dia juga ingin makan.


" Bawa keluar,aku akan memasak untuk istriku sendiri " Cakra mendorong nampan dari meja,Susi membungkuk menerimanya.Dan keluar kamar Hana melihat sekilas Susi kumat kamit Karen jengkel.


" Ayo aku akan memasak,semua pelayan


disini memakan gaji buta" Hana ingim sekali memukul bibir suaminya.Dia kesal karena berlebihan dalam bersikap karena masalah kacang..


* * *


Susi memakan semua makanan yang tadi ditolak Cakra,dia makan semuanya dengan tatapan kosong, Lina tertawa bersama Robi.

__ADS_1


" Aku rasa tuan berlebihan , bagaimana menurut mu" Lina berbisik.


" Itu karena ulah nenek sihir" Sahut Robi masih cekikikan.


" Susi ,kau makan seperti kesurupan saja" Robi memukul bahu Susi,wanita itu balas memukul kepalanya.


" aww sakit" Rengek Robi memegang kepalanya.


" Rasakan,aku sedang lapar dari rumah sakit hanya mencicipi saja " Menyender karena merasa kenyang.


" Susi,aku akan menemui Fatin besok " Lina meminta ijin,karena jika tuan muda bertanya dia yang akan menolongnya nanti.


" Pergilah,berikan salam ku untuk nya" Tersenyum sinis, Lina mengangguk dia tahu apa yang dimaksud Susi.


" Nyonya besar harus pergi ke luar negeri,apa


aku harus menyiapkan juga untuk Nona muda?" Tanya Robi dia bahkan belum memberitahu Cakra,karena keadaan Hana semalam.


" Urus semuanya,jika tiba tiba tuan ingin mengajak Nona,semua sudah siap" Susi memperjelas semuanya.


" Aku pergi dulu" Susi berdiri


" Kau mau kemana" Tanya kompak Robi dan Lina.

__ADS_1


" Aku rasa nenek sihir itu harus menerima kunjungan,dia pasti ingin seseorang menjenguknya" Susi merapihkan seragamnya dan pergi,hari ini juga adalah jadwal belanja kebutuhan rumah, Susi yang mengatur segalanya.Beberapa Pelayan lain juga ikut bersama.Entah Robi merasa cemas jika Rey tahu dua wanita dihadapannya sedang membalas dendam.


Bulan karena gelar Hana adalah Nona muda.Tapi perangkai Hana lah yang membuat semua orang menyayanginya.


__ADS_2