Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Dimana Hanaku ?


__ADS_3

Cakra sudah menyebar anak buahnya untuk mencari Hana, sedangkan dia pulang untuk memeriksa apakah Hana pulang duluan meninggalkan nya .


" Nona tidak ada tuan,bukannya dia bersamamu" Kata Susi terbata dia menciut saat Cakra marah kepada semua pengawal dan anak buahnya.


Prangggg


Suara pecahan kaca pecah menggema seisi ruangan.Cakra kesal dengan jawaban Susi atas pertanyaannya " Dimana Hana ku?"


" Cakra tenanglah" Gea berusaha menenangkan


" Tenang nak,Hana pasti pulang" Kata Maria tidak mau kalah dengan Gea ,yang seperti mencari perhatian anaknya pikirnya.


Cakra tidak bergeming,darah menetes dari tangannya sesaat setelah meninju meja kaca mewahnya itu.


" Ikut" Rey datang bersama anak buah yang akan menyampaikan kabar tentang Hana .


" katakan dengan benar " Seru Rey kembali melihat pria itu gemetar saat melihat Cakra yang sedang menyender, memangku kaki kanannya.


" Ponsel nona ditemukan tuan " Katanya pelan karena takut bisa saja malam ini akhir dari hidupnya.


" Aku tidak mencari ponsel, aku mencari istriku" Teriak Cakra membuat semua orang kaget.


" Maaf tuan !" Pria itu terbata saat mengucapkan maafnya .


" Ponsel nona ditemukan sangat jauh dari gedung , hanya ponsel nya yang kami temukan " Rey tegas bebicara melirik Robi agar menyeret pria itu keluar,jangan sampai Cakra khilap dan melakukan hal keji.


" Aku tidak ingin mendengarmu !" teriak Cakra meninggalkan semua orang,dia naik ke lantai dua untuk masuk ke kamarnya.


* * *


Hana panik saat melihat sinar cahaya menyembur ke arahnya.


Sangat menyilaukan mata Hana membuat matanya memicing,dan menahan dengan telapak tangannya.


" Kau sedang apa disini?" Tanya seorang pria cukup berumur melihat Hana duduk dalam keadaan tidak baik.


" Aku tersesat pak " Hana menengadah ke pria tua itu yang berdiri menatap nya " Apa aku bisa meminjam ponsel mu ".


" Orang tua seperti ku tidak mengerti cara menggunakan ponsel , kau bisa ikut aku " Kata pria itu mengulurkan tangannya.


Hana enggan meraihnya bisa saja dia penjahat walaupun tampangnya tidak seseram bayangan Hana

__ADS_1


" Tidak pak aku menunggu saja disini, suamiku pasti datang " Hana yakin menolak pria itu secara halus


" Baiklah aku akan menjagamu sampai suamimu datang " Pria itu tetap membuat motornya menyala untuk sebagai penerangan dijalan gelap itu.


Hana tidak menolak karena pria itu sopan dan tidak mendekati nya , untuk melakukan hal aneh² sesuai bayang Hana.


" Kenapa kau terlihat kelelahan?" Tanya Hana menatap lekat wajah keriput itu.


" Aku bekerja di rumah orang kaya ,dan seminggu sekali aku kesana untuk membersihkan kebun luas mereka " Tawa jenakanya membuat Hana tenang " Orang kaya memang sulit dimengerti,apa susahnya pangkas sendiri.Tapi karena kemalasan mereka aku mendapat kan uang "


tertawa tanpa menatap gadis disebelahnya.


" Kau benar" Sahut Hana ikut tertawa


Setelah perbincangan itu Hana diam menunggu suaminya datang.Dia yakin Cakra mencarinya.


Tidak berselang lama motor lain melintas dan berhenti disebelah motor lelaki yang menjaga Hana.


" Kau disini rupanya" Pria itu turun dari motor,Hana tidak bisa melihat wajahnya karena diberdiri ditempat gelap.


" Apa dia suamimu?" Tanya pria tua itu


Hana tidak menyahut dia bahkan tidak kenal suara itu.


" Kau ?" Hanya kaget " kenapa tahu aku disini?"


" Aku melihat kau menangis tadi ,jadi aku mengejar mu " Candra mengulurkan tangannya.


" Terimakasih pak " kata hana masih diam dalam duduknya .


" Sama-sama hati-hati,dan kau jaga istrimu dengan benar.Bagaimana bisa gadis secantik dia tersesat kemari kalau kau bisa menjaganya dengan benar ini tidak akan terjadi" pria tau itu menceramahi Candra dan setengah berteriak.


Membuat Candra mengenyit heran.


" Pak ! dia bukan..."


" Aku rasa istrimu terluka ,dan tidak bisa berjalan" Kata bapak itu lagi memotong pembicaraan Hana yang belum rampung.


Gadis itu sangat merasa malu ,bukan Candra yang dia maksud tapi suaminya.


Kenapa dia tidak mencariku .

__ADS_1


Ini sudah sangat lama setelah aku pergi kan !


" Diam ,aku akan melihat " Candra yang sudah meraih kaki yang berdarah itu membuat Hana terlonjak. Saat kulitnya disentuh pria lain.


" Tidak usah aku baik-baik saja " Hana menepis tangan Candra kasar.


Aku tahu kau tidak suka, tapi


kakimu bengkak seperti ini


dan kenapa juga kau sangat keras kepala.


" Biarkan dia memeriksamu, sepertinya kau terkilir " Pria tua menyahut,dan memakai helm nya kembali untuk pergi.


" Wait a minute sir " Candra menghentikan langkah pria tua itu menaiki motornya.


" Kamu ngomong apa? aku tak paham " protes.


Candra tidak menghiraukan nya , dompet dia rogoh dari saku dalam jasnya.


" Kenapa kau memberi ku uang? kau menghinaku" pria itu tidak mau dengan uang yang diberikan Candra padanya


" Tidak tidak pak,ini hadiah atas kebaikan hati mu menjaganya sebelum aku datang " Lirik Candra pada Hana ,Hana melengos buang muka.


" Oh ya sudah baik aku terima" Pria itu akhirnya mengambil uang dari Candra.


" Istrimu terluka segera bawa dia pulang" menepuk bahu Candra dan tersenyum.Candr membalas senyum itu dengan senyumnya lagi.


Walupun kata istri istri itu sangat menganggu Indra pendengaran nya.


Setelah pria itu pergi,Candra memapah Hana naik ke motornya.


Hana memegang bahu candra saat motor itu melaju kencang tanpa menunggu nya siap terlebih dahulu.


" Pelan-pelan " Teriak Hana memukul bahu Candra


" Kau gila ? kau kira ini jam berapa .Aku harus segera mengantarmu pulang" Ketus Candra dengan kemudi nya.


" Pegangan dengan benar " Candra mengalihkan tangan dari bahu ke pinggangnya.


Karena dia membawa motor ngebut diatas kecepatan rata-rata.

__ADS_1


Dia pasti sangat mengkhawatirkan mu gadis kecil.


__ADS_2