Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Belanja


__ADS_3

Hana dan Cakra menikmati kue ulang tahunnya semalam.


" Foto dulu! diam" Cakra memotret Hana dengan berbagai gaya dengan kue ulang tahun di tangannya. " Haha lihat wajah mu begitu kurus". Hana cemberut meletakan kue dimeja.


" Jangan gampang marah sini, selfi dengan suamimu " Cekrek Cekrek mereka Selfi berdua dengan berbagai gaya.Gaya terbanyak adalah saat Cakra mencium pipi Hana.


Mereka berdua turun dengan bergandengan.Cakra menggeser satu persatu hasil jepretannya.Tawa mereka membuat seisi rumah heboh Rey memperhatikan saat tuan mudanya keluar kamar sampai mereka dimeja makan.


Cakra memasukan ponselnya walaupun Hana masih ingin melihat.


" Susi tolong bereskan kamar, istriku membuat kacau semalam" Mengusap usap kepala Hana mencium nya berapa kali.Kiran menutup mata Karan yang sibuk dengan sendok yang dia gigit melihat pemandangan pagi pagi.


" Sayang sudah" Menekan bibir Cakra dengan jarinya.Kini Kiran ikut menutup mata.


Aaa aku bisa gila melihat semua ini.Kiran


" Hey kalian kembar" teriak Cakra melihat dua gadis salah tingkah didepannya.Kembar namanya tapi usianya beda jauh.


" Iya kakak" Jawaban kompak dari adik Kaka itu.


" Ajak Hana belanja.Habiskan uang separuh dari isi kartunya" Semua orang kaget bahkan Rey tidak bisa menahan mulutnya untuk bertanya.


" Maaf tuan ,apa ada masalah?" Tanya Rey

__ADS_1


" Kau tahu istri ku tidak menggunakan uang yang aku kirim sama sekali " Hana menggoyangkan bahu Cakra membuat suaminya menatapnya.


" Kakak ipar uang mu aku yang habiskan sini kartunya? Pin nya berapa," Karan antusias menyodorkan tangannya.Cakra menepuknya keras karan meringis .


"Ajak dia membeli barang yang dia mau,kalian berdua jangan mencoba mengambil uang Istriku,cukup temani dia " memasukan potongan buah ke mulut Hana.walaupun cemberut Hana mengunyah dan menelannya.


" Aku pergi dulu,jangan keluyuran tetap dekat dengan kiran kau paham?" Hana mengangguk.Cakra mencium pipinya dua kali membuat Hana menunduk malu.Hana mengantar suaminya seperti biasa Rey mengikuti dari belakang.


Apa nona alergi uang??.Rey


Setelah Cakra masuk Rey masih berbicara dengan Kiran.


" Jaga Nona jangan meninggalkan nya,aku menyerahkan tanggung jawab padamu,lapor padaku setiap tiga puluh menit sekali bagaimana keadaan dan dimana kalian?" Rey berbicara pada Kiran dengan sorot mata mengancam.Hana memperhatikan keduanya di sisi lain Kiran menantang dan Rey yang mengajak perang.


Apa maksudnya?.Hana


Hana dan kiran masuk kedalam rumah setelah melihat mobil mulai hilang.Tidak terlihat lagi.


" Kakak ipar "


" Hemm"


" Kenapa tidak memakai uang dari kakak"!

__ADS_1


" Aku akan memakainya mulai sekarang,apa kau bisa membantuku?"


" Katakan kak"


" Aku akan pergi bekerja hari ini,apa kau bisa mengatakan kalau kita belanja hari ini?


" Tidak masalah aku akan mengaturnya" Hana senang dan menepuk nepuk bahu kiran.Dia lupa kalau Karan mendengar yang mereka bicarakan.Setelah siap dengan seragamnya Kiran mengantar Hana ke rumah sakit Mereka mengobrol banyak diperjalanan.


" Aku masuk dulu ya, terimakasih sudah mengantar ku"


" Tidak masalah" Kiran tersenyum membalas senyuman kakak iparnya.Kiran memastikan Hana masuk ke dalam rumah sakit.


" Siapa dia? sialan mati aku"!


Tanngannya terkepal saat seorang laki-laki menarik Hana masuk ke dalam mobil.Hana berontak sampai terjatuh Kiran berlari meninggalkan mobilnya yang masih menyala.


" Jaga tanganmu tuan,kau menyentuh nona muda" Tangan Kiran membentang menghalangi jangkauan tangan laki laki dihadapannya.


" Kau siapa?" Tanya laki laki itu dia ternyata satria.


" Saya pengawal Nona muda, silahkan pergi sebelum saya memanggil polisi" Hana dari belakang berusaha berdiri tapi tidak kuat.Semua orang mendekat berusaha membantu.


" Sial" Satria mengumpat kesal dan pergi melihat semua berkerumun akan mengeroyoknya.

__ADS_1


__ADS_2