Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pembatalan


__ADS_3

Rey datang dengan ponsel ditangannya yang terus dia pencet pencet kasar .Dia terlihat cemas . Sedangkan Cakra duduk menunggu dokter keluar dari ruangan.


" Ada apa ?" Susi menahan langkah Rey .Dia penasaran apa yang akan disampaikan Rey kepada cakra.


" Semua sudah siap !" Rey menepis pelan tangan Susi dan kembali melangkah.


Cakra tidak melirik saat langkah kaki mendekat padanya.Dan terus menunduk merasa bersalah,untuk kedua kalinya Hana seperti ini.


" Tuan " telapak tangan Rey menepuk bahu Cakra.Pria itu diam tidak menoleh ,dia masih menunggu dokter keluar .


Rey tidak melanjutkan pembicaraan,dia ikut menunggu dokter dan berdiri disebelah Cakra.


Ponsel berdering.


( kenapa lagi dia ?apa tidak bosan merepotkan anakku ) Pesan dari Haryadi .


Rey geram mengepal tangannya .Susi yang melihat langsung menuding dengan bola matanya.Jangan lakukan apapun sekarang perintah Susi sekaligus menenangkan Rey.


Jeklek pintu terbuka.


Cakra langsung berdiri


" Bagaimana istriku?" Cakra sudah memegang handle pintu ingin melihat keadaan Hana. " Ada apa dengan istriku?"

__ADS_1


Cakra berteriak membuat dokter suci terlonjak , tubuhnya mundur kasar .Rey yang sigap menahan pinggangnya agar tidak jatuh.


" Tenang tuan " Rey menghalangi pandangan Cakra tajam pada dokter suci yang gemetar ketakutan.Dokter suci berlindung dibalik punggung Rey.


" Aku bertanya dia tidak menjawab?" Cakra membuka pintu kamar . Beberapa perawat masih di sana, mereka kaget dan membungkuk hormat.


Semua mundur dari ranjang Hana.


" Sayang " Hana yang sudah sadar dan membuka matanya sedikit kesulitan untuk bangkit dari tidurnya.


" Jangan diam saja ." Cakra menghampiri Hana dan mencium kening istrinya hangat .Air mata nya tidak mampu dia tahan, secepat kilat tangan menyeka air mata dari ujung mata sendu nya itu.


" Haha " Istrinya tertawa saat melihat mata Cakra merah karena menangis.Cakra kesal dengan tingkah Hana.


" Gadis bodoh " Jemarinya menusuk nusuk pipi Hana.


" Tidak" Cakra singkat,dia menarik kursi dan duduk disamping ranjang Istrinya.Tangan Hana dia genggam erat sampai lupa mata mata itu menatapnya lekat.


" Kalian bisa keluar terimakasih" Lirih Hana berucap dan tersenyum merekah, membuat lima orang perawat itu saling menatap dan berbisik.


Cakra tidak menoleh dia tidak perduli siapa mereka yang melihatnya dengan tatapan heran.


" Baik Nona" Satu perawat mewakili semuanya dan membungkuk.Mereka keluar meninggalkan keduanya.

__ADS_1


#Ruagan dokter suci.


Suci duduk di kursi bersebelahan dengan Rey yang terus menepuk pundak nya pelan.


" Tenangkan dirimu" Ucap Rey khawatir


" Aku baru melihat tuan muda semurka itu ." Melirik Rey disebelahnya air mata nya berjatuhan.


Suci sangat kaget sekaligus takut melihat Cakra berteriak dengan wajah seperti tadi


" Jangan terus di pikirkan" Rey melepaskan tangannya saat melihat suci terlihat sudah tenang.


" Aku rasa nona punya masalah dengan rencana keberangkatan nya ke luar negeri" Suci meraih sebotol air mineral di meja . Setelah selesai dia duduk di bibir kerja berpikir keras apa yang terjadi.


" Kenapa ? apa sebenarnya yang membuat nona seperti ini.Aku memeriksa semua makanan tidak ada yang salah" Rey berdiri menatap tajam suci .


" Jangan menatap ku seperti itu, menyeramkan". Suci turun dari tempat duduknya dia beralih menatap keluar jendela.


" Katakan " Rey sedikit berteriak membuat suci menoleh padanya.


" Nona stres beban pikiran nya tidak bisa dia emban.Dia juga bilang tidak bisa tidur nyenyak dia terus gelisah dan itu berdampak juga pada pola makannya" Suci menyender menatap wajah Rey dan tersenyum sinis.


" Tidak mungkin dia sangat nyaman dirumah" sahut Rey tidak percaya dengan apa yang disampaikan suci.

__ADS_1


Mereka berdebat sengit didalam ruangan,


Tika yang berjaga di luar penasaran dengan apa yang terjadi di dalam.


__ADS_2