Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Terlambat


__ADS_3

Hana dan Cakra masih tertidur pulas,saling memeluk satu sama lain tanpa memakai sehelai benang diatas tubuh mereka.


Hana bangun duluan, melirik jam menutupi dadanya dengan selimut.Hana mengusap rambut suaminya yang masih tertidur pulas.


Hana pergi untuk mandi dan berendam air hangat,agar tubuhnya segar.Kegiatan makan bersama membuatnya lelah,Hana keluar dan berganti pakaian .Celana pendek selutut dan kaos warna hitam.Hana menyisir rambutnya kasar rambutnya panjang,dia kesusahan saat berkeramas dan menyisirnya.


Cakra tidak menyukai rambut Hana yang pendek seperti awal menikah,Hana tidak pernah memanjangkan rambutnya melewati batas bahunya.


" Sayang bangun,kau tidak bekerja?"


" Hemmm" Jawaban dari balik selimut.


Hana keluar untuk mengambil sarapan.Semua orang sudah menunggu mereka berdua.


" Nona" Teriak Rey yang baru masuk.


" Apa!" ketus Hana duduk diatas meja, mengoleskan slai nanas walaupun masakan sudah tersaji,dia ingin roti pagi ini.


" Nona,tuan muda dimana hari ini kami harus meeting dengan Kline penting " Nafas Rey terengah engah dia mendapat kabar kalau mereka sudah sampai di kota,dan menuju tempat yang telah disediakan Rey.


Hana tersedak berlari menaiki tangga,padahal Rey sudah memberitahu nya semalam.Agar membangunkan suaminya pagi pagi.


"Sayang bangun cepat"Hana berteriak menarik selimut.


" Apa sih! kemari tidur lagi" Rengek Cakra mendekati Hana dengan selimutnya.


" Sayang, bukannya hari ini ada meeting dari klien yang kau ceritakan padaku kemarin"


Hana belum selesai ,Cakra sudah berlari ke kamar mandi.


Mati aku disemprot ayah,dia Klien sekaligus sahabat ayah. Cakra


Hana menuruni tangga kembali,Rey sibuk dengan ponselnya yang terus berdering.

__ADS_1


" Rey, tolong siapkanlah semua berkas diruang kerja nya" Hana berteriak dan naik lagi masuk ke dalam kamar.


" Pakai yang mana ini,aaa aku bisa gila" Hana panik karena mertuanya juga sudah mewanti-wanti nya agar membangunkan suaminya.


" Setelan yang biasa saja,dasinya yang hitam" Teriak Cakra dari kamar mandi gemericik air terdengar riuh dari luar pintu.Hana bisa memprediksi suaminya mandi seperti kadal hari ini.


Hana selesai ,begitu juga Rey sudah siap dengan semuanya.Cakda memakai baju di bantu Hana memakaikan dasinya,Cakra sibuk mengancingkan baju.


" Sayang ayo" Hana menyemprotkan parfum dan menyisir rambut suaminya.Mereka setengah berlari tidak bergandengan .Susi menyerahkan sekotak bekal yang di minta Hana.Cakra tidak bisa meninggalkan sarapan perutnya harus terisi, walaupun dengan air.Perut suaminya memang kekar,tapi lambung nya bermasalah.


Hana mengikuti Cakra masuk ke mobil.Mobil berjalan kencang.


" Buka mulutmu! Hana menyuapi Cakra yang sedang sibuk dengan laptop dipangkuannya.


" Lagi!"Suapan kedua masuk.


" Lagi" Suapan ketiga.


.Hana terus menyuapi suaminya.Waktu pas tepat digedung menjulang tinggi ke atas langit.


" Aku disini saja" Hana menolak mengingat apa yang dipakai nya sekarang.


" Baik,jangan berpikir untuk kabur bertemu laki laki gila itu lagi" Cakra dan Rey berlari masuk ke dalam gedung.


" Kapan aku sengaja bertemu dengannya" Hana kesal memainkan ponselnya.Hana kaget melihat wanita yang dia kenal sedang duduk menikmati jajanan dipinggir jalan,Hana menelan ludahnya.Tergoda dengan apa yang dia lihat.


"Aku pakai apa,bajuku tipis" Hana menungging mencari sesuatu di belakang nya.Dia menemukan jaket Hoodie dan memakannya.


Hana mendekat ek arah wanita itu.Dia benar dengan tebakan nya.


" Tuti" Teriak Hana


" Apa!" Menoleh Tuti berlari mendekati suara itu berasal.

__ADS_1


"Aku merindukan mu" Mereka berpelukan erat dan bermanja manja.


" Hana,kenapa kau berhenti bekerja,tapi tidak pernah menelfon ku"! Melepaskan pelukannya.Tuti memperhatikan ujung kaki sampai ujung kepala , Hana terlihat sangat berbeda.


" Mentang-mentang sudah jadi istri Presdir" Celetuk nya kesal, mendelik dan duduk kembali.Hana ikut duduk.


" Mang satu mangkok" Teriak Hana memesan satu mangkok bakso.Dia sudah lama tidak memakannya.Hana menunggu dan berbincang banyak dengan Tuti.


" Kenapa kau Tidak bekerja,ini jam kerja kan" Tanya Hana melihat layar ponselnya.


" Iya,aku ijin mengantar kakakku kemari!"Penjelasan Tuti dan terus memakan baksonya.Hana ngiler pesanan nya masih dibuat oleh si amangnya.


" Silahkan neng" Anang bakso meletakan mangkok di depan Hana.Hana mengangguk mengangguk dan memakannya lahap.


" Kakak mu yang mana?"Tanya Hana menguyup kuah bakso,dia mendengus merasakan kebahagiaan menjadi rakyat biasa lagi.


" Hana itu siapa?" Tunjuk Tuti ,Hana melirik itu adalah Lina berjalan menuju ke arah mereka.


" Oh ,Itu yang menjaga ku sekarang" Hana santai


" Maksud mu pengawal?" Tuti terbelalak kaget.


" Nona ayo pulang" Lina langsung mengajak Hana pulang mengingat pesan Rey tadi padanya.


jaga Nona,jika tidak kau akan seperti Niken ditendang ke kota lain.


" Ayo makan dulu Lina" Hana memesan satu mangkok lagi, Lina juga merasa lapar.


Mereka bertiga tertawa kecil,menikmati semangkuk bakso.Sampai selesai Hana yang membayar semuanya.


" Neng ,maap ini kelebihan" Mengejar ketiga wanita yang pergi begitu saja.


" Tidak apa apa mang,itu rejeki mamang hehe" Hana berlalu meninggalkan Amang bakso.Penjual itu mengucap rasa syukurnya pada Tuhan yang telah mengirimkan perantara gadis cantik kepadanya,lima lembar uang diterima.

__ADS_1


Hana sengaja melebihkan banyak menuruti perintah suaminya, untuk membelanjakan uang yang dia berikan.Cakra yang terus memeriksa saldo kartunya setiap hari dan protes terus menerus.


__ADS_2