
Hana duduk bersebelahan dengan suaminya.Nenek dan kakek diseberang Mereka.Hana memilih ingin mengobrol ditaman, sekaligus menikmati makanan kecil dan secangkir teh.
Udara sore itu sangat dingin,sweter merah Hana pakai saat Cakra menyuruhnya.
" Kau kerja apa ? bagaimana bisa memiliki semuanya.?" kedua tangan nenek membentang,dia bahkan tidak bisa memperkirakan luasnya rumah suami cucunya.
" Dia sangat penasaran,kau jangan menjawab Nak.Percuma dia tidak akan paham ." Kakek menyahut sambil tertawa-tawa.
" Diam." Mata nenek melotot, membungkam seketika tawa suaminya.
" Tidak apa-apa kek!". Cakra menimpali,dia merasa bingung juga apa yang harus dia jelaskan.
" Nenek punya barang elektronik,atau furniture di rumah?". Tanya Cakra.
" Kau gila! tentu saja.Kami tidak semiskin itu ,kami punya semuanya juga seperti mu." Jawaban nenek singkat dan terbalut emosi.
" Semua yang ada di rumah mu adalah buatan pabrik yang aku miliki di tanah air ini nek,begitu juga di luar negeri."
Nenek shok dan langsung memuncratkan minuman di bibirnya.
" Astaga " Cakra mengusap pipinya.
" kau jangan bercanda,aku memang sudah tua tapi tidak sebodoh itu." Teriak nenek tidak terima.
__ADS_1
" Itu hanya separuh,jika aku menyebutkan yang lainnya.Mungkin nenek akan serangan jantung nanti ." Cakra menaikan alisnya.Bibirnya tersenyum meledek
" Kau benar-benar tajir ternyata!" . Kakek ikut shok.
" Aku tidak percaya." Nenek mendelik sebal menghabiskan teh digelasnya.
" Ayo makan lagi ,jangan bertanya hal seperti itu pada suamiku nek.Aku saja tidak mengerti." Hana tertawa kecil memasukan potongan buah ka mulut suaminya.Bibir Cakra tersumpal,padahal dia ingin menyebutkan beberapa pabrik dan aset kekayaan nya lagi, untuk meyakinkan nenek.
" Diam sayang." Bisik Hana dan sedikit menjewer telinga suaminya.
" Apa aku boleh meminta baju batik modern?" . Tanya nenek menguji.
" Aku akan membelikannya satu lemari,jika nenek mau". Cakra tertawa .
" Nenek salah.Aku lan yang beruntung menikahi cucu nenek !." Cakra tersenyum
" Ayo kita masuk saja ,kalian membahas hal seperti itu dari tadi." Hana menarik kakeknya masuk ke dalam rumah.
Cakra menyusul, memapah nenek yang terus menatapnya.
dia seperti nya akan
benar benar jantungan.Cakra
__ADS_1
* *
Rey dan Lina.
Keduanya pergi ke rumah sakit.Dimana dokter suci berada.Tuan muda ingin memastikan keberangkatan istrinya ,dan persiapan semua dokter khusus yang akan ikut serta di luar negeri untuk pengobatan Istrinya.
" Bagaimana?." Pertanyaan Rey untuk dokter suci yang duduk di hadapan mereka.
" Baik ,semua persiapan sudah beres .!' Suci meyakinkan tapi kekhawatiran diwajahnya membuat Lina dan Rey masih cemas.
" Kenapa anda seperti khawatir dok?". Lina
" Kalian tahu kan Kim masih mengharapkan nona muda." Kaca matanya dia lepas,dokter suci takut apa yang akan terjadi kepada Hana.
" Iya lalu?." Lina.
" Aku harap kalian memperketat pengamanan nona muda saat di sana nanti?".
" Apa lagi yang dia rencanakan?". Rey berdiri mondar-mandir tidak karuan.
" Aku tidak tahu , beberapa hari lalu dia kemari.Wajahnya sumbringah ,jika dia seperti itu jelas ada rencan yang sedang dia atur ?." Suci yang memang sudah lama berkawan deng Kim.,Dia tahu bagaimana Kim tergila-gila kepada satu satunya wanita yaitu Hana.
" Aku pastikan dia tidak akan bisa menyentuh atau pun mendekati nona muda." Rey tegang begitu juga Lina.Setelah selesai mereka kembali ke rumah besar untuk menjaga Hana.
__ADS_1