
Cakra melihat punggung adiknya yang tengah berdiri membelakangi nya.
" Aku datang" Lirih Cakra membuat Candra berbalik menatapnya.
" Kau kenapa tidak membawa koper mu?" Tanya Cakra hanya melihat adiknya menggandeng tas slempang kecil.
" Aku tidak akan pulang bersama ibu ,apa kau bermasalah aku tinggal dinegara ini " Ucap Candra ketus membuang muka dari abangnya.
" Ibu tidak bilang apa-apa padaku " Cakra terlonjak saat anak itu tidak kau kembali ke London bersama ibunya
Bukan apa-apa jelas sekarang orang yang harus Cakra lindungi bertambah dengan keputusan Candra tinggal disekelilingnya.
" Kau bermasalah ternyata? sangat tidak senang aku tinggal di sini, tapi aku tidak perduli dan jangan mengatakan alasan² basi untuk menyebut kan keselamatan ku " Candra setengah berteriak.
" Jaga bicaramu " Cakra mendorong tubuh adiknya sampai mundur bergeser.
" Aku benar-benar khawatir pada mu Can , jangan berpikir terus menerus seperti itu .Kita sudah sama-sama dewasa apa kau tidak bisa membuat dirimu mengerti " Teriak Cakra
" Aku sama sekali tidak berminat untuk menjadi seseorang yang kau anggap adik tuan muda " Candra mendekat sampai dia saling berhadapan dengan Cakra dan saling menatap tajam. " Tidak ada lagi yang ingin aku bicarakan , aku pergi "
Ketus Candra meninggalkan abangnya, Cakra mendesah kasar ke udara.Menatap punggung adiknya berbalut jaket dan memakai topi itu sudah jauh meninggalkan tempat nya berdiri .
Cakra kembali untuk menemui Hana ,dan mengucap kan selamat tinggal pada Gea.Pesawat take of Lima menit lagi.
" Sudah ?" Tanya Hana berdiri menyambut tangan Cakra yang ingin dia genggam.
" Hemm " Singkat Cakra gelisah
" Cakra jaga baik-baik Hana ya ,dan semoga kalian segera memiliki momongan " Gea memeluk Hana erat menepuk punggung gadis itu hangat
" Ibu juga baik-baik saja ,semoga sampai dengan selamat dan tanpa hadangan apapun.Aku senang mengenal ibu " Hana tersenyum lebar " Terima kasih atas doanya , semoga doa mu segera tuhan kabulkan "
Mereka berdua berpelukan kembali
Cakra hanya melihat keduanya dan tersenyum tipis.
__ADS_1
" Aku pamit" Gea cipika cipiki dengan kedunya.
Dia pergi untuk segera menaiki pesawat menuju negara kelahirannya.
" Kenapa kau sedih?" Cakra mengusap air mata Hana yang menetes mengiringi kepergian Gea.
" Aku sedih kita hanya berbincang sebentar dengan ibu ,apa kau tidak merasa sedih juga ?" Hana bertanya dengan nada kesal
" Tidak , kita atau dia bisa kembali kemari kapanpun Hana kenapa kau berlebihan " Cakra tertawa kecil
" Iya aku lupa kalian orang kaya " Umpat Hana kesal dan pergi duluan menuju luar bandara,Cakra mengejarnya dengan tergesa-gesa karena Hana kurang sehat.
* * *
Setelah dari bandara Cakra mengajak Hana menepi disebuah taman kota yang amat ramai.
Mereka menyusuri pinggir danau berdua saja, pengawal dan Rey disuruh cakra tidak mengikutinya.
Hanya berdua dengan Hana walaupun beresiko.
" Aku ingin meminta ijin sesuatu padamu .Dan aku ingin kau mengijinkan" Hana membuat suaminya menatapnya tajam
" Bagaimana bisa kau belum menyebutkan apapun,aku tidak bisa mengijinkan sesuatu hal yang akan membuat ku rugi" Cakra menyahut di selingi cemberut membuat Hana gemas ingin memukul nya.
Wajahya seperti bayi kalau ngambek.
" Katakan apa itu ?" Cakra penasaran
" Aku akan pergi setiap jam delapan pagi sampai jam dua belas siang ,kau tidak bisa menyuruhku tiba-tiba kekantor atau kau yang pulang jam istirahat " Katanya lagi membuat Cakra semakin menekuk wajahnya
" Aku tidak bisa mengijinkan" Jawaban dari Cakra sekarang membuat Hana cemberut.
" Aku hanya ingin kursus memasak " Hana setengah berteriak
" Kenapa? apa para koki dirumah membantah semua makanan yang ingin kau makan? apa perlu aku memecat mereka untuk mu istriku ?" Cakra terdengar geram menahan kekesalannya Hana tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran suaminya saat ini.
__ADS_1
" Tidak jangan jangan seperti itu " Hana panik " Bukan seperti itu, mereka sangat baik-baik padaku ,hanya saja aku ingin memasak makanan ku sendiri dan mempersembahkan itu pada seseorang yang akan memujiku" Hana tersenyum
" Kau gila pujian ya sekarang ?" Cakra mendengus " Siapa dia? siapa yang kau tunggu untuk memuji mu . Pria atau perempuan?"
Cakra sudah benar-benar tersulut emosi
Hana mengernyit
Siapa lagi kalau bukan dirimu.
Dirimu yang aku tunggu memuji masakan ku nanti .
" Katakan siapa ?" Cakra sudah terlihat murka.
" Kau pikir siapa lagi tuan ,hanya kau yang ada disamping ku.Aku hanya ingin membuat diriku berarti dengan memasak makanan terenak dengan tanganku sendiri " Hana membuat Cakra merasa luluh Seketika.Dialah yang ditunggu oleh Hana memujinya setiap hari nanti
" Kau sangat mencintai ku ?" tanya Cakra dengan senyum yang merekah dari bibirnya
" Iya " Ketus Hana
" Aku juga ! kemari aku ingin memuji mu sekarang karena sudah membuat ku bahagia dengan kata-kata manis dari bibir mu " Cakra sudah mendekatiku Hana , wajahnya sudah ada dihadapan wajah Hana secepat kilat.
Gila ya kau bahkan lupa kita sedang dimana
" Tidak tidak aku ingin dipuji nanti , bukan sekarang apalagi dengan ini " jarinya menekan bibir Cakra dihadapan wajahnya.
" Biarkan aku melakukan nya "
" Tidak !" Hana mendorong wajah suaminya dengan telapak tangan nya sendiri.
Membuat Cakra mundur dari wajahnya.
Dan salah tingkah saat mereka mendapatkan tatapan aneh dari semua orang di sana.
__ADS_1
" Kita pulang,dan lanjutkan dirumah " Cakra tersenyum mesum menarik tangan Istrinya keluar dari taman.