Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Flashback


__ADS_3

Tika sedang menyisir rambut nya dikamar rumah belakang .


Dia masih membayangkan wajah khawatir tuan muda sekaligus marah semalam.


Bahkan nona muda belum keluar dari kamar utama setelah dokter dan tukang urut patah tulang ke rumah pagi tadi


Tok tok tok


Ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


" Masuk saja tidak dikunci " Teriak Tika yang sudah biasa kedatangan pelayan lain untuk sekedar basa-basi padanya.


" Sialan kenapa kau masuk ?" Teriak Tika yang melihat pantulan tubuh Robi dicermin


" Kau yang meminta ku masuk " Ketus Robi


" Aku pikir kau pelayan wanita ,keluar sana" Tika mendorong Robi berkali kali agar keluar dari kamarnya.


" Tuan memanggil mu !" Robi menghentikan Tika sekaligus membuat Tika terlonjak


" Apa ? " Teriak Tika langsung terbayang wajah Cakra yang saat malam tadi menarik bajunya.


" Kau membuat kesalahan dengan meninggalkan nona muda di pesta,dan juga menantang tuan muda tadi malam.Kau lupa ?" Robi


Atika hanya menatapnya,menarik ikatan rambut dari pergelangan tangannya.Dia ikat rambut sebahunya dan berlari menuju rumah utama.


Di ruangan kerja Cakra .


Cakra belum memulai pembicaraan dia masih mengerjakan pekerjaan dimeja nya.


Robi Tika dan rey berdiri menunggu.


" Pegel " Berbisik Tika menggerakan kakinya


Cakra mendongak melihat ketiga orang yang menunggunya bicara.

__ADS_1


" Apa kata mu tadi !" Tanya Cakra membuat Rey dan Robi melirik Tika yang berdiri mereka himpit.


" Tidak tuan " Jawab Tika terbata.


" Jelaskan kenapa kau meninggalkan istriku sampai dia kesusahan " Cakra meninggalkan kursi duduknya memainkan dadu dan duduk dibibir meja.


Tika belum menjawab sampai dadu yang sudah Cakra mainkan membuat dahi nya sakit


" Maafkan saya tuan ,saya tidak akan membuat kesalahan lagi dan jangan pecat saya.Bukannya tuan yang melupakan nona sampai dia sedih malam itu dan mencari tuan " Panjang lebar Tika menyela membuat Cakra semakin geram .


Dia lembar buku buku tebal dimejanya sampai membuat tubuh Tika mundur karena terdorong.


" Bicara dengan sopan " Rey melirik Tika sekilas.


" Apa aku harus membuat mu menjaga istriku setelah apa yang terjadi ?" teriak Cakra mengitari tubuh Tika dengan jarak lumayan jauh.


" Nona meminta ijin untuk ke toilet, setelah lama dia tidak kembali saya dan Lina mencarinya sampai seorang pria mendekati kami " Kata-kata Tika yang terakhir membuat Cakra mendekat padanya.


" untuk apa dia mendekati kalian ?" Cakra penasaran.


" Lalu setelah itu kemana Hana pergi?" Cakra menyelidik karena dia hanya menemukan Hana di sebuah halte bus , sendirian tapi terlihat sebuah plester di kakinya saat itu


Jelas Hana bertemu seseorang sebelum dia menjemputnya.


" Dia bilang nona menangis keluar dari gedung ,dia mengenali saya karena kami beberap kali berjumpa " Tika mundur saat tubuhnya didekati Cakra dan pria itu mendengus berkali-kali.


Seperti akan menerkamnya.


" Apa yang dia lakukan,dan seperti apa dia ?" Cakra menjauh sedikit berpikir apa itu yang membuat Hana tempo hari menanyakan adil lain kepadanya.


" Dia mengejar nona muda setelah berbicara padaku tuan ,dia sedikit mirip dengan mu jika berjalan dan dilihat dari belakang " Kata Lina membuat Cakra tersentak


" Apa dia memiliki rambut tebal seperti ku? kulitnya seperti apa , mata sebutkan semua fisiknya " Cakra antusias.


Rey yang paham hanya diam bagaimana bisa adik dari tuan muda mendekati nona muda?

__ADS_1


" Alis nya seperti mu ? rambut ,aku rasa kalian memiliki tinggi yang sama dan juga tampan " Kata terakhir membuat Tika gemetar sendiri saat Cakra melihat nya tajam seperti tadi .


Dia benar benar Candra . Gumam Cakra dalam hati


Dia kembali mengangga untuk bertanya


" Apa dia lebih tampan dari ku ? lebih tampan aku apa dia ?" tanya Cakra membuat semuanya kaget .


Pertanyaan apa itu? gumam semua Kompak.


" Tentu lebih tampan dirimu tuan muda " Tika menjawab diselingi senyum di bibirnya. Walaupun dia masih heran


" Kau tidak jadi aku pecat karena mengatakan hal itu padaku , pergi sebelum aku berubah pikiran!"


Tika membungkuk setengah berlari keluar dari ruangan.


Cakra duduk disofa mendesah berkali-kali dan menatap Robi.


" Rob kau keluarlah " Rey melirik Robi di sebelahnya ,Robi tanpa harus bertanya tahu Cakra hanya ingin berbicara dengan Rey berdua saja.


Robi keluar setelah menutup pintu ruangan tanpa menimbulkan suara.


" Tuan apa aku harus menyeret adik mu kemari,karena sudah berani mendekati nona muda " Kata Rey membuat Cakra melemparkan gelas yang ada dimeja padanya.


" Hati-hati tuan jika pecah akan membuat kegaduhan " Rey berhasil menangkap walaupun gelapan.


" kenapa kau bilang seperti itu pada adik ku Rey ?" Cakra tidak terima


" Bukannya tuan selalu tidak ingin nona muda bersama pria lain " Rey mencoba mengingatkan apapun yang pernah Cakra lakukan kepada pria yang berani menatap istrinya.


" Biarkan dia dekat dengan kakak iparnya, aku yakin dia bahkan tahu siapa Hana dan siapa suaminya, adikku pintar asal terus awasi dia jangan sampai macam² pada istriku "


Rey hanya mengangguk walaupun tidak paham dengan cara berpikir tuan muda.


Sejak itu Cakra lebih ketat mengawasi adiknya yaitu Candra ,tapi membiarkan adiknya dekat dengan Hana dia tahu Candra tidak mudah bergaul.

__ADS_1


Sampai waktu tiba dia akan meminta Hana membujuk Candra untuk segera bersikap baik kepadanya.


__ADS_2