
Hana mendorong-dorong keranjang belanjaan nya ,dan membeli semua makanan instan tidak perduli dengan amarah Cakra saat melihat semua itu nanti..
Hana berpindah ke tempat berjejer makanan ringan.
" Hah ini yang aku lihat di iklan televisi semalam" Hana meraih dua bungkus Snack kriuk pedas yang sedang booming .
Hana tidak melihat nama merk yang terpampang dibungkus kemasa.Tertulis nama perusahaan makanan yang dimiliki oleh suaminya.
"kakak kakak " Seorang gadis kecil menarik-narik tangan Hana.
Hana terlonjak .Anak siapa ini? gumamnya Melirik kanan-kiri gadis manis berambut ikal, berkulit putih bersih seperti dirinya itu sangat lucu dan menggemaskan.
Hana berjongkok mengimbangi tubuh mungil di hadapannya
" Ada apa anak manis?" Tanya Hana mencubit gemas hidung anak itu.
" Ini untukmu kakak cantik " Katanya lembut dan tertawa memamerkan gigi kecil dan ompong dibagian depan itu terlihat sangat lucu.
menyodorkan buket bunga di tangan mungilnya.
" Hahahha" Hana tertawa gemas melihat anak kecil dan rasanya ingin membungkus membawanya pulang.
" Mana mungkin untukku sayang ,mungkin itu milik orang tuamu segera pergi dan kembalikan kepadanya" Hana sudah berdiri tidak menerima buket bunga itu.
" Ko kakak jahat sih ?" Anak itu merengek dan menangis tanpa air mata .
Jelas-jelas anak itu sedang akting.
__ADS_1
Kenapa dia menangis sih.
Dikira orang aku penculik anak lagi .
Hana melihat kanan-kiri semua orang menatapnya dan berbisik
Hana kembali berjongkok menatap kedua bola mata biru itu dihadapannya.
" Jangan menangis ,baiklah aku mengambilnya " Hana meraih buket bunga yang disodorkan anak itu padanya.
" Terimakasih kakak cantik " Ucap anak kecil itu mencium pipi Hana lembut.
" Hey mau kemana? " Hana sedikit teriak tapi masih mengontrol suaranya agar tidak membuat keributan.
Anak itu berlenggak lenggok membuat rambutnya kekanan dan kekiri mengikuti hentakan kakinya.
Hana tersenyum dan mencium bunga ditangannya.
Surat kecil berwarna merah membuat Hana penasaran,dan mengambilnya untuk dia baca.
Untuk Hanaku yang mengalahkan cantik nya
bunga ditangan mu itu...
Hana berpikir siapa yang menuliskan kata-kata manis itu untuknya.Tapi ketakutan menyeruak membuatnya menjatuhkan kasar buket ke lantai.
" Kenapa ? kau tidak suka ?" Suara Cakra sudah terdengar jelas dan sangat dekat ,Hana berbalik dan terlonjak saat wajahnya menubruk dada kekar itu.
" Kenapa kau disni ?" Tanya Hana menjauh karena takut Cakra menciumnya dikeramaian seperti itu.
__ADS_1
" Aku mencari-cari istriku yang kabur bersama bodyguard nya "Cakra mengambil buket bunga yang dijatuhkan Hana.
Hana menerimanya dengan senang hati.
" Aku tidak kabur .Aku hanya ingin membeli makanan ringan " Hana mengelak dan terus mencium bunga ditangannya.
" Kau suka ?" Tanya Cakra mencubi hidung Hana gemas seperti yang Hana lakukan pada anak kecil tadi.
"Ini sangat indah sayang " Hana tersenyum merangkul pinggang suaminya.
Mereka berjalan bersama Cakra mendorong troli dan Hana yang mengambil semua yang dia mau.
" Apa kau mau ini ? " Tanya Hana mengangkat minuman soda kaleng dan Cakra mengangguk.
Hana mengambil lima kaleng berukuran besar .Cakra melotot
" Itu terlalu banyak ,aku bisa bersendawa terus menerus " Kata Cakra membaca ingredient yang tertempel disana .
" Siapa bilang kau harus menghabiskan nya sekaligus?" Hana meraih satu botol sambal secepat kilat walaupun Cakra meliriknya tajam. "Aku akan memasukannya ke kulkas ,kau bisa meminumnya kapan saja ".
" kenapa membeli itu juga ?" Tanya Cakra saat Hana memasukan shampoo bayi ke dalam troli.
" Aku ingin merasakan sensasi harumnya shampo bayi sayang " Hana mengambil dua botol.
Tuhan berikan kami Malaika kecil
secepatnya.
Istriku sudah mulai berangan-angan terlalu dalam .
__ADS_1
Cakra merasa khawatir tapi tetap membiarkan Hana mengambilnya.