
Hana merasa lelah hari ini.Dia menyisir rambut dan melihat dirinya sendiri dipantulan cermin.Melirik jam sudah larut tapi Cakra belum juga menyusulnya ke kamar dia sedang asik dengan kedua wanita tadi dibawah,tawa mereka sampai terdengar oleh telinga nya.
"Aku menyesal memeluknya tadi.Memang dia anak dari adik ibunya tapi kenapa dibawa kesini.Dia bahkan melupakan ku" meletakan sisir disofa dan mengikat erat tali piyamanya.Hana keluar dari kamar berdiri di pintu canda tawa dari bawah merusak suasana hatinya.
" Dia bahkan tidak mengajakku mengobrol bersama.Apalgi wanita tadi begitu jelas kebencian dimatanya,apa salahku?" Hiks hiks terisak lirih dibalkon lantai dua tersebut.Hana menatap langit hitam tapi bertebaran bintang dimana mana.Meraih ponselnya yang bergetar disaku piyama.
" Hallo siapa?" mengusap air matanya " Tentu sayang aku merindukan mu juga"tersenyum paksa " Belajar yang benar nanti kakak gajihan ,nanti Kakak belikan laptop ya" panggilan terputus.Hana mengotak atik ponselnya memblokir nomor ponsel Cakra.
Dia menyender pada tembok tubuh mungilnya tidak terlihat jika seseorang melintas sekalipun.Terisak lirih mendekap bahu nya dia merasakan begitu pedih malam ini sampai dia merasakan kehangatan dan aroma parfum laki laki.
" Jaket siapa ini?" melepas jaket dari tubuhnya menciumi aroma parfum yang sangat tercium jelas disana.Melihat kanan kiri tapi tidak ada siapapun.
Sampai dia mendengar teriakan Cakra meneriaki menjatuhkan jaket begitu saja.
" Kenapa baru sekarang dia memanggil ku" Hana berlari ke arah kamar membuka pintu kamar.Dia melihat jelas Cakra sedang duduk diatas kasur.Hana masuk ke ruangan ganti dan mengunci pintu dari dalam.
Jeglek jeglek suara pintu dibuka dari luar.
__ADS_1
" Hana buka,kau kenapa?" dor dor dor Cakra menggedor pintu tapi tidak ada sahutan.
Kenapa dia? dia seperti menangis tadi?
" Hana bukalah?" terus menggedor gedor " Aku hitung sampai tiga" Tapi tetap setelah berhitung Hana tidak membuka pintu.Cakra menempelkan telinganya terdengar suara terisak pelan dari dalam.
" Hana kau kenapa? jangan membuatku cemas" Tapi tetap Hana tidak membuka pintu kamar ganti.Cakra membuka laci mencari-cari kunci cadangan.
Jegklek pintu terbuka.Lampu padam gelap gulita sampai Cakra menekan remot semua lampu menyala.Hana tertidur pulas dipojok dibawah sofa.
" Hana kau sudah tidur?" Menekan nekan pipi istrinya dengan lembut.Hana membalikan badannya ke sisi lain.Jelas dia belum tidur.
" Hana !"
Cakra ikut berbaring memeluknya dari belakang.Han bangun berlari kekamar dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.Cakda menyusul ikut berbaring menarik selimut tapi Hana menahan dan terisak kembali.
* * *
__ADS_1
Pagi menjelang siang alarm dari ponsel Cakra sudah berdering.Tangannya bergerak kesana kemari ingin memeluk istrinya tapi dia tidak meraih apapun.Sampai dia membuka selimut yang menutupi wajahnya.Hana tidak ada dimana dia?
" Kemana dia sepagi ini?" Berlari menggeledah kamar tapi tidak ada.Sampai turun juga tidak ada.
" Maaf tuan Nona tadi sudah pergi pagi pagi" Susi membuat langkah kaki tuannya terhenti.
" Dengan siapa dia pergi!"
" Sendiri tuan,bahkan supir pun dia tolak saat akan mengantar nya"
" Dia pakai baju? maksudku pakai baju seperti apa?"
" Nona memakai seragam kerja Tuan!"
Cakra merasa lega mengusap keringat di seluruh wajahnya dan duduk disofa.
" Ambilkan air dingin"
__ADS_1
"Baik tuan" Membungkuk mundur dan berjalan ke arah dapur.
Bersambung