
Hana dengan kedua gadis itu sedang bergosip.Kiran menceritakan lelaki yang dia sukai tingkah laku, dan tampannya seperti apa ,wajahnya merah padam saat dia menyebut mencintai tapi tidak dicintai.Membuat Karan dan Hana tertawa terpingkal jungkal diatas kasur.
" Ancam saja lewat kak Cakra dia akan menerima cinta mu nanti" Celetuk karan memberi ide bodoh.Kiran melempar bantal ke wajah adiknya.
" Haha dasar kalian ini, aku pergi dulu ya" Hana bangkit ingin kembali kekamar sekian lama Cakra tidak mencarinya, membuat kesal sekaligus penasaran.
" Eh tidak jadi lah aku ingin tidur disini saja" Hana duduk kembali ,kedua gadis itu saling sikut bingung melihat Hana.Kembali mereka bergosip ronde kedua sampai membuat ketiganya lelah berbaring dan berpegangan tangan.Ranjangnya sangat besar karena memang sengaja Cakra mendesain sendiri.Walaupun sering berantem jangan tidur terpisah! itulah kata-kata Cakra Hana diam menghayati melihat ke arah Kiran yang sedang bercerita.
" Aku lapar" Karan mengusap perutnya pelan
" Ke dapur" Ketus kiran.
Karan turun membuka pintu berniat ke dapur.Dia kaget melihat Cakra dengan yang lain duduk beralas tikar sedang menguping didepan pintu.Cakra menarik Karan sampai didapur.
" Katakan apa yang dia ceritakan?" Menyelidiki gadis polos yang sedang lapar tenyata perbuatan salah.
" Aku lapar" usap pelan perutnya
" Katakan dulu nanti aku kasih ijin untukmu makan" Menyelidik kembali.
__ADS_1
" Aku lapar" Karan menarik pintu lemari es.
" Karan kau mau mati ya! mengeluarkan ancaman.Karan bukannya takut malah tertawa melihat Cakra berbicara padanya.Meneguk segelas susu dingin dan duduk diikuti Cakra duduk disebelahnya.
" Kakak mengancam hanya sekedar ingin tahu apa yang dia bicarakan?"
" Iya katakan"! menyambar gelas yang terus jadi mainan Karan.
" Kiran sedang membicarakan laki laki dihadapanya dia hanya berkomentar,saat melihat foto laki laki itu" Meminum kembali susu dinginnya.Karan tersenyum dibalik gelas melihat Cakra semakin penasaran.
" Katakan apa dia berkomentar baik atau buruk?"
" Kiran bilang pacar nya lebih tampan dari kakak" Cakra merasa bertanduk mendengar Karan semakin mempermainkan nya.Lebih lebih gadis bodoh yang dia sayangi memuji pacarnya dibandingkan kakaknya gumamnya.
"Terus Hana berkomentar tampan apa jelek soal pacar si bodoh itu ?"
" Tidak keduanya tapi dia memuji seseorang" Karan semakin senang melihat wajah Cakra yang kesal.
"Untuk siapa? apa katanya? katakan sejujurnya aku akan membelikan mu tas mahal?" Cakra lupa dia siapa dan harus bagaimana.
__ADS_1
" Benar ya tas mahal?" Karan meyakinkan dan Cakra mengangguk.
" Katanya walaupun banyak laki laki diplanet ini suaminya saja yang paling keren dan tampan"
Karan berteriak membuat Cakra memukul kepalanya. Tapi dia senang dan pergi begitu saja berlari karena pasti Karan akan menagihnya.
" kakak bagaimana tas mahal ku? hey kakak" Berlari mengejar Cakra yang sudah tenggelam menaiki tangga.
Menyesal aku jadi anak jujur barusan.Karan
Dikamar anak-anak
Hana menunggu Karan yang tak muncul kembali dari dapur.Kiran sudah lelap dipangkuannya dari tadi.Gadis ini sangat kelelahan gumam Hana.
" Aku datang" karaan membawa piring berisi potongan buah dan biskuit.Di susul Susi membawa nampan berisi jus.
" Kau lama sekali " Hana berteriak
" Susi lama menyiapkannya jadi menunggu dulu"
__ADS_1
menyalahkan ku seenaknya ,Eh kenapa Kiran terlelap tidur di Nona. Ketiga wanita ini akur syukurlah ,aku hanya tinggal mengurus nenek lampir itu saja .
Bersambung