
Acara keluarga sudah selesai.Hana merasa terharu,apa yang disiapkan suaminya begitu membuatnya yakin.Untuk meninggalkan tanah air.
" Ana janji nanti kami berdua kesana ya menjenguk kakek dan nenek " Memeluk kuat neneknya yang kurus kering itu .Nenek terisak , tapi dia usap saat matanya bergambar sosok Cakra yang sedang berdiri dan tersenyum.
Astaga kenapa lagi ,apa aku salah?. Cakra.
" Nenek ingin tinggal di rumah mu Hana, apa boleh ?." Suara setengah berteriak agar Cakra mendengarnya.Hana dan keluarga yang lain kaget.
" Kenapa nenek?" .Tanya Hana.
" Kenapa apanya? aku ingin di akhir hayat ku ini berada didekat mu,agar iblis jahat tidak menganggu mu". Matanya melirik Cakra.
Cakra mendesah ,dan berbalik .
Iblis siapa maksud nya.kenapa
menatap ku?.Cakra.
" Sayang apa boleh?" Tanya Hana menarik bahu Cakra agar melihatnya.
Kenapa dia memasang wajah seperti itu
aku ingin menolak jadi tidak tega.Cakra.
" Boleh Hana sayang!" Usapan lembut di pipi istrinya.
" Cih !" Nenek mendesis.
" Aku dengar kata ayah , kakek harus berobat kan? sekalian nanti kita obati disana.' Cakra merangkul Hana.
" Hah! benarkah ?" Hana antusias.
Cakra tersenyum mengiyakan.Semua Keluarga satu persatu pulang,ayah Hana merasa khawatir dengan sifat posesif ibunya pada Hana.
__ADS_1
Saat Hana lahir,nenek sering berperan penting sebagai orang yang merawat Hana.Karena cucu yang selama dia tunggu, akhirnya lahir.
* * *
Diperjalanan pulang
" Sayang ,kenapa ?" .Tanya Hana menyender dibahu lebar suaminya.
" Tubuh ku terasa remuk,di hajar membabi buta olehnya." Cakra menatap keluar jendela,saat mobil yang ditumpangi nenek melewati dan nenek melotot padanya.Kaca mobil yang terbuka,cakra bisa melihat jelas bagaimana wanita tua itu mendelik dan melotot.
Membuatnya merinding.
" Haha ,maaf ya nenek memang seperti itu !".
" Aku tidak heran kenapa pukulan mu begitu keras,ternyata turunan ya!" . Sedikit senyum dibibir Cakra,agar bisa menutupi kekesalan nya dihadapan Hana.
" Sayang !" Hana cemberut.
" Sakit!! kenapa nenek dan cucu seperti petinju amatir seperti ini sih! " . Mendorong kepala Hana dengan jarinya.Agar sedikit menjauh karena dia sangat kesal.
Hana tertawa melihat wajah suaminya begitu imut saat menahan kesal.
* * *
Lina bertugas mengantar Sisca.
Sisca sama sekali tidak bergeming,saat Lina menawarinya minum karena Sisca terlihat sangat pucat.
" Jangan so baik padaku,kau sedang meledekku kan?" .Terisak pelan ,menyeka air matanya berkali-kali.Lina hanya diam merasa bersalah pada gadis masih labil di sampingnya itu.
" Kau pacarnya tuan Rey kan,aku tahu kau bodyguard Hana" .Teriak Sisca
" Jaga bicaramu nona, panggil nona muda kami dengan baik !' Lina ikut berteriak.Teriakannya membuat Sisca terlonjak.
__ADS_1
Gila tuan Rey
kau menyukai wanita seperti ini?.Sisca
Sisca diam ,air matanya terus menetes membasahi pangkuannya.Sapu tangan terulur dari tangan wanita di sampingnya.
" Terimakasih huppp." Air mata dan sedikit air dari hidungnya dia usap.Sisca menyodorkan sapu tangan sesaat dia selesai .
" Tidak usah nona ". Penolakan Lina disertai senyuman membuat Sisca kembali menangis.
" Jaga tuan Rey ku !" .Lirih Sisca.
Apa ?
Rey mu ,dia Rey ku sekarang.
" Iya nona , rumah mu sebentar lagi sampai !"
" Aku juga tahu !!' Teriak Sisca.
" Maafkan aku ,tapi hubungan ku dengan Rey memang baru hitungan jam terjalin." Lina berhenti untuk mengumpulkan keberanian, agar Sisca bisa berhenti mengharapkan kekasihnya." Tapi kami saling menyukai sejak lama'.
Lina sambil melirik Sisca.
" Aku harap nona Sisca bisa move on ya ". Lina menenangkan.
Sisca hanya menatap nya kesal.Tanpa menjawab perkataan nya.
Kendaraan berhenti di depan gang.
Sisca langsung keluar dan berlari menjauh dari kendaraan.Lina menatapnya penuh rasa bersalah.
" Semoga besok kau dapat laki laki seperti Rey ku, tapi memang pria seperti dia hanya satu satunya dimuka bumi ini." Lina tertawa sendiri didalam kendaraan.Dan meningalkan kediaman Sisca.Dia ingin segera bertemu Rey
__ADS_1