
Semua orang sampai.Hana merasa lelah dan akhirnya Cakra menggendongnya.
" Turunkan,aku bisa jalan sayang." Hana menepuk nepuk bahu suaminya.Cakra tidak bergeming terus berjalan masuk ke dalam rumah.
Nenek dan kakek masih di gerbang , mereka diam mematung dan sekaligus takjub.Nenek terus menatap punggung Cakra yang menggendong Hana.
" Silahkan masuk saya antar kekamar untuk beristirahat." Susi membungkuk hormat.Sebelum mereka sampai Rey sudah memberi info untuk menyiapkan kamar .
" Apa benar ini rumah pria itu ?" .Mata nenek menunjuk punggung Cakra sebelum hilang menaiki tangga.
" Iya nek ." Susi tersenyum
" Hah! aku tidak percaya! lalu kau siapa ? jangan bilang kau istri tuanya suami cucuku ."! Susi tergelak dan rasanya ingin membungkam bibir keriput nenek Hana.
" Saya mohon jangan seperti ini nek,saya hanyan pelayan .Dan merasa tidak pantas untuk di sandingkan dengan tuan muda!".Susi beralih untuk pergi dan menatap Robi.Robi lebih bisa mengobrol seperti nya.
" Mari !" Robi mengarahkan tangannya ke pintu masuk rumah.
" Kau siapa?" tanya nenek.
" Saya pengawal !" .Robi tidak bergeming,dan menatap nenek dengan tegak .Nenek Hana merasa merinding melihat tatapan pemuda dihadapannya.
" Ayo masuk saja ,kenapa kau banyak bertanya ?". Kakek menarik tangan istrinya agar masuk.Nenek menurut dengan melirik kanan kiri,apa benar ini rumah pria itu? .Gumamnya heran dan terus bertanya-tanya.
Suaminya lebih sedikit waras!
syukurlah.Robi menghela nafas ,mengusap dadanya pelan .Dan berjalan mendahului keduanya.
Di dalam kamar tuan muda.
__ADS_1
Hana sudah mandi,jangan tanya siapa yang memandikannya .
" Ini merah sekali !." Hana kesal menatap lehernya dipantulan cermin ruang ganti.
" Apa salahnya?." Tanya Cakra yang masuk dan memeluk Hana.Kedua tangannya mendekap dada Istrinya erat.
" Ada nenek dan kakek sayang malu !" .
" Cih! aku suamimu !" Cakra melepaskan pelukannya.Dan mengambil pakaian dari lemari.Belum sempat dia berpakaian, terdengar suara ringtone ponselnya dari kamar.
Ponsel berdering.
Cakra bergegas keluar,handuk melingkar di pinggang nya.
Panggilan tersambung Galuh.
" Kenapa ?". Cakra sedang mengusap usap dada nya yang merah karena kecupan dari Istrinya.
" Kakak ,jika nenek dan kakek membuat masalah aku akan menjemputnya !" Galuh sangat tahu , bagaimana nenek nya.
" Kau benar ! jemput mereka sekarang!"
" Aww sakit Hana sayang!" Cakra mengusap tangannya yang digigit Hana.
Galuh yang mendengar tertawa tawa ,Cakra ikut tertawa mendengarnya.
" Jangan seperti itu !". Bisik Hana menarik ujung handuk Cakra.Tapi terhenti saat pinggang nya di rangkul hangat.
" Tidak adik ipar,mereka berdua sangat baik jika ada masalah.Aku akan menelfon mu!" Cakra.
__ADS_1
" Baiklah ,ya sudah ka.Silahkan dilanjutkan." Galuh terdengar cekikikan ,Hana yang ikut mendengar merasa malu, menenggelamkan wajahnya didada Cakra yang terbuka.
" Maksud mu?". Cakra pura pura tidak mengerti,senyuman menghiasi bibirnya.
" Sudahlah jangan membuat ku iri bye!" . Panggilan terputus.
Cakra tersenyum.Dia memang sangat akrab dengan Galuh.Walaupun saat di perusahaan,mereka tidak pernah bertegur sapa.Galuh merasa tidak enak dengan karyawan lain,jika mereka tahu dirinya adalah adik ipar presiden tapi Cakra sering menghubungi adik ipar nya itu dengan menelfon atau berkirim pesan.
" Adik mu gila!." Cakra tertawa,menekan jari di bibirnya sendiri.Ponsel dia lempar ke atas tempat tidur.
" Apa?" Hana tersenyum.
" Cium ! aku ingin di cium !". Merengek, menempelkan dahinya didahi Hana.Hana menciumnya berkali kali.
" Sudah ,di baju sana !" .Mendorong Cakra agar pergi,suaminya masih mematung meraba bibirnya.
" Kenapa seperti itu? ayo lakukan seperti yang aku lakukan padamu .!" Cakra mendekat kembali, rambut basahnya dicengkram Hana.
" Nanti !" .Bisik Hana ditelinga suaminya.Dan kabur setelah mendorong tubuh Cakra masuk ke ruang ganti.Cakra tertawa-tawa .Hana bisa mendengar suara Cakra jelas dari ruang ganti pakaian.
Jika aku menjambaknya lebih kencang
dari tadi ,boleh tidak si?.
otak cabulnya semakin agresif
dari hari ke hari.
Hana duduk di kursi meja riasnya.Melamun tidak jelas dan tersenyum sendiri.
__ADS_1