
Hana tengah duduk di tempat tidurnya, kegiatannya adalah membaca novel untuk membuat isi pikiran nya tidak menutug terus menerus pada insiden malam itu.
" Aaaaaa kenapa begini si " Kesal Hana yang telah menyelesaikan membaca buku novelnya,dia kesal karena pemeran utama nya meninggal sad ending .Membuat Hana halu sendiri dan juga kesal .
" Menyebalkan kenapa juga harus meninggal bikin sedih saja hiks " Air mata kehaluan nya menetes.
" Selamat pagi nona " Suci sudah berada didepan pintu bersama susi dan suaminya.
Cih kenapa tidak bekerja sih dia
Hana kesal hari ini dia harus seharian full melihat wajah suaminya.
* * *
Kejadian malam itu .
Hana digendong Cakra masuk ke dalam kamar.Hana melihat pecahan kaca disana ,jelas Cakra pasti ngamuk tadi gumamnya
Cakra mendudukan istrinya dibibir tempat tidur.Dia masuk ke dalam ruangan ganti menyiapkan baju dan air hangat.
" Kau bersihkan make up dan ganti bajumu " Kata cakra menggendong Hana . Memandikan istrinya dengan kecupan sana sini .
" Kau bisa keluar aku akan berganti baju " Tolak Hana dia merasa jenggah saat Cakra memandikannya juga padahal jelas dia menolak.
" Kau masih marah?" Tanya Cakra enteng.
Hana mendesah tidak percaya
" Kau pikir istri siapa yang akan rela suaminya bermesraan dengan gadis lain " Ucap Hana melempar deodorant ke arah suaminya. " Sana pergi " teriak Hana.
" Keu cemburu" Tanya Cakra kembali
" Tentu tidak,aku hanya berpikir kenapa tuhan menciptakan seorang manusia seperti dirimu" Kata Hana menyeringai licik.
__ADS_1
" Aku bisa jelaskan ,kita sedang bermain tadi " Kaca Cakra memeluk Hana kembali.
" Bermain ? oh jadi aku menganggumu ya ?" Hana mulai memakai pakaian atasnya sendiri,tidak mau Cakra menyentuhnya apalgi melakukan kegiatan malam hari seperti biasa.
Akan ku siksa dia agar tidak bisa
istirahat malam ini..Hana
Hana benar-benar kesal,disaat dia cemburu tenaganya dan otaknya bekerja tiga kali lipat .
" Jangan seperti ini aku bisa menjelaskan?" Cakra berusah mendekat tapi Hana menolak nya mentah-mentah
" Apa apa ? belajarlah menghargai orang lain tuan, apalagi aku Istrimu.Apa kau membutuhkan ku saat di ranjang saja ?" Teriaknya memaki Cakra yamg langsung mendengus kesal.
Cakra mendekat tidak perduli Hana memukulnya.
Mencengkram kedua pipi tirus itu dengan tangan kekarnya.
" Kau juga harus bisa mengerti aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan raga ku " Kata-kata Hana membuat tangan kasar suaminya terlepas. " Kau bahkan menyakiti ku "
Hana memegang rahangnya yang terasa ngilu.
" Kau bahkan tidak mencariku saat aku pergi,kau tahu aku tersesat" Teriak Hana membuat Cakra kembali memeluknya
Dia peluk leher istrinya yang memang sedang duduk, menempelkan kepala istri nya ke perut sixpack nya.
" Lepaskan aku tolonglah" Hana mulai menangis kembali ,bahkan matanya sudah bengkak sedari tadi.
" Jangan menuduhku yang tidak-tidak Hana aku sangat mencintai mu " kata Cakra mengusap kepala istri nya
" Aku jga menuduhmu dengan bukti yang aku lihat sendiri" Kata Hana mengigit perut yang menjadi sandaran nya.Cakra tidak bergeming dia malah berjongkok mencium Hana ,******* bibir mungil itu lembut.
Hana sampai lupa untuk bernafas membuat nya tersengal.
__ADS_1
" Sudah cukup dan jangan menyentuh ku mulai sekarang " Kata Hana memalingkan wajahnya.
" Aku minta maaf karena melupakan mu tadi " Cakra meraih kedua tangan Hana dan mencium nya lembut
" Lupa ? kau lupa dengan ku?" Teriak Hana tidak percaya pada apa yang diucapkan suaminya " Kau Lupa? iya iya jelas kau lupa memiliki gadis kampungan seperti ku "
Tambahnya lagi melotott pada Cakra
" Bukan itu maksud dari kata-kataku tadi" Cakra heran dengan sikap istrinya yang sangat sulit dibujuk tidak seperti biasanya.
" Sudahlah kau memang membuat pernikahan ini hanya permainan kan hiks" Hana menangis " Kau disuapi gadis cantik dan seksi jelas jika tergoda seperti tadi"
" Kau hanya melihat itu sekilas sayang, dengarkan penjelasan ku dulu" Cakra panik saat Hana marah membabi buta seperti itu padanya.Senyum juga sekaligus menghiasi bibirnya, bagaimana tidak saat ini Hana sedang mencurahkan rasa cinta nya selama ini pada Cakra
" Tapi itu jelas! aku melihatnya dengan jelas hiks hiks hiks " Hana menangis tersedu-sedu membuat suaminya duduk disebelah dan mendekapnya hangat.
Di luar pintu kamar
Telinga telinga itu mendengar suara teriakan Hana dan Cakra.
" Kau yang salah membawa gadis itu ,lihat menantuku sampai salah menuduh anakku " Kata Maria menuding Gea yang menatapnya.
" Sudahlah jangan seperti ini " Haryadi menyela
" Kau memang sama dengan anak mu membela gadis lain didepan isteri mu sendiri,eh tidak tidak kau ayah yang menurunkan sifat liar kepada anakku" Maria menangis meningglkan kan Gea dan suaminya.
" Ayo ikut pulang bersama kami,akan ku antar kau ke hotel " Ajak Haryadi pada Gea yang mematung mulai terisak.
" Tidak perlu repot-repot , anakku akan menjemput kemari" Tolak Gea
" Candra tidak akan mau menginjak rumah Cakra kau tahu kan sifat anak kita ,ayo ikut saja" Haryadi berjalan memimpin
Perkataan mantan suaminya memang benar,dan Gea menerima tawaran Haryadi
__ADS_1