
Hana bangun melihat jam dinding menunjukkan pukul tengah malam.Cakra terlelap memeluknya bertelanjang dada, selimut hanya menutupi sampai ke pinggang.
" Sayang ayo makan" Tuk tuk jari Hana menusuk nusuk pipi Cakra,dia hanya menggeliat dan menarik Hana kembali ke pelukannya.
dia terus pura pura tidur.
"Sayang ayo makan!" Hana mencium kening suaminya,cakra tersenyum tipis." Sayang" usapan lembu dirambut Cakra.
"Apa dia benar-benar tidur?" Hana menatap lekat wajah suaminya.
haha dia selalu menyentuh jakun ku.Cakra
" Kau pura pura ya?" Hana terus menyentuh jakun suaminya agar dia bangun.
" Cukup cukup geli " Cakra menangkis tangan Hana." Diamlah,emmmm" menenggelamkan wajahnya didada Hana yang terbuka.
" Sayang hentikan" Hana menarik rambut Cakra.
" Aw sakit!" melepaskan pelukannya dan duduk.Hana tertawa melihat Cakra kesal padanya.
kenapa dia tetap tampan ya.Hana
" Aku mau makan sayang" Beranjak dari kasur tapi Cakra menariknya membuatnya kembali berbaring.
apalagi ini jangan bilang untuk ronde kedua,aku lapar.
__ADS_1
" Duduklah " Turun dari kasur meraih baju Hana yang teronggok dilantai " Pakai bajumu" melemparkan seenaknya,dan tepat mengenai wajah Hana gadis itu cemberut dan langsung memakai bajunya.
Cakra masuk kekamar mandi hanya menggunakan celana dalam itu yang selalu membuat Hana kesal.
"Dasar!" Hana turun mencari sesuatu di dalam tasnya, menemukan ikat rambut dia merasa gerah dengan rambut nya yang semakin panjang hingga sampai ke pinggang.Hana mengikat rambutnya walaupun Cakra melarang, dia melanggar malam ini karena gerah walaupun pendingin ruangan menyala sekalipun.
" Hana kemarilah" Cakra menyusun lauk pauk di piring.Hana duduk disofa menatap suaminya begitu telaten." Aaa makan!",suapan pertama masuk kemulut istrinya.
" Aku dulu ,aku sangat lapar!" Hana menarik sendok kedalam mulutnya.Cakea heran dan berpikir apakah Susi dan Niken mengurus isterinya dengan baik apa tidak.
" Apa kau tidak makan selama aku pergi?" Cakra menyuapi isterinya yang terlihat sangat kelaparan.
apa ini sepertinya dia tidak makan sama sekali.Cakra
" Makan lah ,lalu gosok gigi dan tidur lagi" Hana mengangguk,mereka berbincang bincang. Hana antusias menceritakan bagaimana kehidupan nya saat Cakra pergi.Cakra menyimak semua yang Hana bicarakan.Dia tercengang saat Hana keceplosan kalau bibinya membuat ulah.
" Bodoh sekali aku ihhh" Hana memukul bibir nya sendiri.
" Hana kenapa menyakiti dirimu seperti ini,jangan diulangi kau mengerti?" Meniup bibir Istrinya disertai dengan kecupan.Mata Hana menatap lekat kedua mata suaminya ,kekhawatiran yang mendalam dia lihat jelas disana.
Kenapa ini,bibirku tidak apa apa
emm sayang aku sangat senang menikah dengan mu.Hana
" Ayo tidur,jangan menatapku terus jika tidak kau akan menyesal" Hana menunduk mundur ke kamar Cakra baru sadar rambut istrinya itu terikat.
__ADS_1
"Hana buka ikatan rambut mu !" Teriak Cakra dari luar ,Hana mendengar jelas dari kamar mandi dan melepas ikatan rambut nya.
Cih, untuk malam ini saja aku sangat gerah!!!
* * *
Rumah besar ponsel kelima pengawal berdering.
Pesan masuk dari tuan muda mereka.
pesan masuk
Buka gerbang dan tunggu aku di ruang kerja,tiga puluh menit lagi aku datang.
Rey yang paling shok karena lupa kembali ke hotel.Dia hanya pamit mengontrol rumah tapi Rey ketiduran.
Rey,Kiran,Niken, Susi dan Robi berkumpul di taman.
Kiran masih mengenakan pakaian tidur begitu juga Niken.Susi yang memang lebih bisa bekerja cepat siap dengan seragamnya.
Mati aku.Kiran melihat bajunya tapi dia lega karena Niken juga memakai pakaian yang sama.
Niken berbalik berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian,melihat melihat jam nya waktu masih banyak,Kiran yang melihat ikut mencontek lari ke rumah menuju kamarnya.
Rey hanya mendengus kesal.Robi dan Susi malah tos dan tertawa
__ADS_1