
Cakra melihat toko bunga setiap hari, tapi dia selalu lupa untuk membuat Rey berhenti, Rey yang memang mengemudikan kendaraan dengan semau nya sendiri, membuat Cakra selalu kehilangan kesempatan.
Didepan pintu mobil Cakra belum masuk.
" Rey kau tahu toko bunga yang baru itu"
" Tentu tuan?" Rey membungkuk hormat.
" Berhenti disana nanti" Rey membungkuk hormat, Cakra masuk ke dalam mobil dengan senyum tipis di bibirnya.
* * *
Hana sedang menanam bibit bunga mawar ditaman,sekian banyaknya jenis bunga disana dia tidak melihat bunga kesukaannya.Robi membeli nya dengan susah payah,dan sedikit kesal dengan Lina juga yang tidak seperti wanita,malah seperti laki laki tidak tahu apa apa masalah perempuan.
" Nona ,mari masuk sudah lama anda disini'" Robi menganggu Hana yang sedang senang,menanam Bungan dengan tangannya sendiri.
" Nanti aku yang akan mengurus Nona,kau pergi saja" Sahut Lina ketus.
" Terserah!" Teriak Robi melangkah menjauh.Hama yang sedang sibuk menoleh dan tertawa melihat wajah ganas Robi,bisa kesal dan lucu seperti itu gumamnya.
apa apaan aku ini,jika aku menyebut seperti itu didepannya,dia
akan menghukum ku lagi.Hana
" Lina, apa kau menyukai Robi" Lina terbelalak mendengar pertanyaan Hana.
" Hahahaha dia bukan tipe saya Nona,tipe saya itu seperti Rey" Aeghhh Lina keceplosan,dia menunduk mengigit bibir bawahnya kuat.
Bodoh,aku keceplosan.Lina
Hana tertawa mendengar pengakuan Bodyguard nya itu.Dia tidak habis pikir bagaimana seorang gadis menyukai laki laki yang bahkan sering memukulnya.
Hana berdiri meninggalkan lamunannya.Dia menatap pot pot yang sudah dia tanami pohon mawar.
__ADS_1
" Satu dua...." Tangan Cakra memeluknya erat,dia bisa melihat jam tangan pemberiannya.
" tiga empat lima enam tujuh,Hana kau membuat taman ku sesak seperti ini" ciuman lembut diubun ubun istrinya.
" Sayang" Hana menyikut suaminya karena kesal.
" Aw sakit,jangan seperti itu cium saja" Hana berbalik melihat tangan Cakra menyembunyikan sesuatu.
" Apa itu,sini" Hana berusaha meraih tapi tangannya tak sampai. " Sayang aku mau lihat".
" Cium aku dulu" Cakra menunggu, Hana berjinjit dan mencium bibir suaminya .
" Sudah" Hana terus meraih apa yang ada dibalik punggung suaminya.
" Aku tidak mau kecupan" tersenyum nakal dan menarik Hana mendekat padanya.Hana menahan bibir Cakra agar diam.
" Nanti di dalam ,kau tidak melihat ini di taman" Hana terus menahan bibir Cakra, akhirnya suaminya diam. " Apa itu,jangan bilang surat cerai" Hana mundur tidak sengaja mengucapkan apa yang selama ini dia khawatirkan.
" Bodoh" Cakra mendorong kepala istrinya.
" Maaf" Hana menunduk.
" Sudah jangan memikirkan apapun, pikirkan saja aku" Cakra mencium kening Hana dan memeluknya." Lihat ini" .
" Cantik sekali sayang" Hana meraih buket bunga mawar merah ,dia menciumnya merasakan aroma segar membuatnya tenang
" Kau suka" Hana mengangguk,terus mencium bunga itu" Aku akan membawa nya setiap pulang".
" Bohong" Tidak percaya.
" Cih, selalu saja tidak percaya" Mencium bibir Hana dengan lumatan kecil , membuat Hana berontak. " kau kenapa, menolakku?"
Sejak kapan aku berani menolakmu.Hana
__ADS_1
" Kita lanjutkan dikamar,ayo masuk sayang kau harus ganti pakaian lalu makan" Cakra tergelak dengan janji yang diucapkan Hana.Dan dia akan menagihnya nanti malam.
* * *
Hana keluar dari kamar untuk mengambil air dingin, entah kenapa Susi tidak memeriksa kulkas dikamar, semua botol kosong disana.
Hana melihat box makanan dimeja makan.Hana membuka ya dan mengambil satu potong melahapnya habis.
" Nona" Teriak Susi kaget melihat Hana sedang menikmati cake pemberian Marisa.
" Kenapa,ini enak makanlah" Hana mengambil satu potong lagi,dan menghabiskannya.
" Nona,itu cake kacang anda alergi kan" Hana terlonjak kaget memuntahkan yang masih dalam mulutnya.
apa ini,kenapa ada makanan
kacang disini,
Cakra sudah melarang semuanya
yang mengandung kacang kan?" .hana
" Bagaimana ini bisa masuk" Teriak Rey mendekati Susi.
" Nona Marisa memaksa masuk dan meletakan ini tuan" Susi membungkuk dan plak satu tamparan di pipinya dia terima.
Hana kaget menarik Rey agar menjauh dari Susi.
" Berani sekali kau , melakukan ini padanya" Teriak Hana memukul bahu Rey kuat disertai melotot ke arahnya.
Rey yanh mendapatkan telfon , mengurungkan niatnya untuk berdebat dengan Hana.Dia keluar tidak merasa bersalah.Lina yang baru selesai makan kaget melihat Susi berdarah.
ini pasti karena Rey.lina
__ADS_1
" Lina,tolong isi semua botol itu " Hana menunjuk semua botol diatas meja,Lina bergegas.Susi duduk dilantai dia tidak berani duduk di kursi meja makan.
" Diam" Hana menyuruh Susi diam saat dia mengobati lukanya.Hana merasa muak kekerasan selalu dia lihat saat Rey memukul pelayan dirumah.Hana tidak tahu kalau dulu sebelum dia datang,yang melakukannya adalah suaminya sendiri.