Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Alaskagroup 2


__ADS_3

Kiran berhasil menarik Hana dan kembali keruangan Presdir. Kiran meremas tangannya dia tahu Presdir seperti apa kalau dia marah.Walaupun dia bersaudara tapi dikantor tidak ada yang tahu hubungan Kiran dan Cakra selain atasan dan bawahan.


Mereka masuk keruangan Presdir.Disana Cakra sudah duduk memainkan ponsel Hana.


" Keluar lah " Kiran membungkuk dan keluar dari ruangan.Rey yang sedang duduk meliriknya Kiran mendekat menghela nafas panjang disisi sekertaris Presdir tersebut.


" Mati kau hari ini" Rey pergi meninggalkan Kiran. Gadis itu semakin takut dan berlari mengejar Rey.


Kembali ke ruangan.


" kemari lah duduk" menepuk nepuk pangkuannya.


" Hahah maksudmu apa sayang?"


" Duduk dipangkuan ku," terus menepuk pangkuannya.Hana mendekat. Dan duduk dipangkuan suaminya.


" Apa ini ? kenapa bibir mu kotor" mengusap saos dan bumbu kacang dibibir Hana " Kau makan apa ?".


" Aku jajan tadi sayang" menenggelamkan wajahnya di Dada Cakra " Sayang apa aku boleh bertanya".


"Jawab dulu pertanyaan ku" ,mengusap bibir dan mengecupnya lembut " Aku tidak suka istriku jajan sembarangan".


" Tapi itu enak sayang ,nanti aku akan mengajak mu juga" Cakra tergelak mendengar Hana yang Sedikit takut dan malu.merapatkan giginya gemas mengusap usap bibir Hana.

__ADS_1


aku bukan bayi kenapa seperti ini si.


" Sayang?"


" hemm" Tangan sudah bergerilya sesuka hati. Hana diam membisu membiarkan Cakra puas dengan kegiatan barunya.


" Sayang kapan pulang" Hana menahan bibir Cakra yang sudah mulai melewati batas " Ini dikantor sayang".


" Sekarang ayo pulang kita lanjutkan dikamar kita" Hana langsung turun dari pangkuan suaminya.Cakra tersenyum merangkul Hana keluar.


" Silahkan tuan dan Nona" Kiran membungkuk hormat.Hana menoleh melihat Kiran yang masih membungkuk.Kiran menatap Hana yang melirik nya.


" Kenapa" tanya Hana tidak bersuara.Kiran dari jauh mengangkat bahu.


* * *


Satria sudah tahu Hana bekerja dimana.Dia sengaja menunggu nya diluar rumah sakit.Saat kerumah Cakra dia tidak melihat Hana dan menyimpulkan kalau gadis manis tersebut sedang bekerja.Tidak lama segerombol pekerja keluar berbarengan Satria keluar.


" Satria apakah ini kau " Hanum


"ya ini aku " Tersenyum ramah.


" Bagaimana kabarmu" Hanum Menyodorkan tangan.

__ADS_1


" Aku baik" mereka berjabat tangan..


" Han,aku ingin bertanya"


" Apa, katakan padaku?"


" Hana ko lama ya,aku sudah satu jam disini" Plak tangan Hanum refleks memukul bahu satria.


" Kau gila, sekarang dia istri dari Cakra Alaska jangan mengganggunya.Dia bisa masuk masuk kapan saja kerumah sakit.Ini rumah sakit milik alaskagroup tahu" Satria melongo dia hanya tahu ayah Cakra pembisnis biasa.


setelah berbincang lama.Hanum kesal dan pamit untuk pergi begitu juga satria merasa lelah tapi tidak bertemu dengan Hana.


* * *


Karan dan Marisa bertengkar.


Rumah besar tersebut terdengar suara keributan dari kamar Karan.Susi berusaha melerai tapi sia sia sampai Robi datang dan Akhirnya mereka diam.


" Aku akan mengadukan mu pada kakak ku ya awas kau" Ancam Karan.


" Nona, lebih baik anda tahu diri sedikit ini rumah siapa dan anda siapa.Anda hanya menerima belas kasih dari tuan muda.Manfaatkan dengan baik jangan memanfaatkannya.Jika tuan besar mendengar mungkin kalian akan menjadi gelandangan" Telak Robi membuat Karan bungkam.


dua wanita ini memang sumber kegaduhan.cakda sendiri sudah kesal kalau tidak ingat dengan janjinya pada ayah Karan dan Kiran.

__ADS_1


" Jangan lancang kau ya " Mendekat pada Robi dan menampar nya Robi diam tidak merasakan apapun malah Marisa yang mengepal tangannya Terasa panas dan ngilu.


Bersambung


__ADS_2