Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Kejutan untuk Hana sebelum pergi ke negara Kl


__ADS_3

Hana diam menatap lekat wajah suaminya.Cakra sedang menyisir rambutnya sampai rapi.Dia mendekat dan Hana langsung Berdiri.


" Kenapa ?" Cakra bertanya saat wajah Hana yang sedang memasang kan dasi, terlihat muram.


" Aku akan pergi kan ,kau jangan nakal disini " Hana cemberut.Bibir manyun nya dikecup Cakra , setelah dasi selesai pinggang nya belum terlepas dari rangkulan suaminya.


" Aku mencintaimu dari dulu,saat kita masih imut dan lucu saat masa sekolah . Bagaimana bisa aku menyukai gadis lain , sementara ini sudah menjadi milik mu seutuhnya" Menyentuh dada bagian hati.Hana terperangah melihat wajah suaminya begitu serius,dia mengusap lembut dada suaminya dan menjatuhkan wajah disana.


" Apa ini akan berhasil? jika tidak...?" Belum selesai bicara bibirnya sudah beradu dengan bibir suaminya.Cakra ******* berkali kali agar gadis itu diam ,dia tahu apa yang akan dikatakan Hana. Hana sudah memilih jika semua tidak berhasil,dia ingin pergi dan merelakan Cakra kepada keinginan mertuanya Haryadi.


" Jangan seperti itu ,jika kita tidak bisa mempunyai anak setelah berusaha dengan cara apapun.Banyak anak yang kurang beruntung tidak memiliki orang tua kita bisa mengambil satu atau tiga di antara mereka.Aku tidak akan membiarkan mu pergi "Kembali mencium hana.kali ini dia hanya singkat, saat melirik jam dinding sudah saat nya dia pergi mengerjakan tanggung jawab nya di perusahaan.


* * *


Rey merasa pusing semalaman pesan masuk dan puluhan Panggilan dari Sisca membuatnya tidak bisa tidur tenang.Dia bisa saja mematikan ponsel, tapi dia terus penasaran apa yang ditulis Sisca padanya.

__ADS_1


Pagi ini dia duduk menikmati segelas kopi dan membaca satu persatu pesan dari Sisca.


Rey tersenyum tipis,Robi mendekat membuat nya kaget dan menjatuhkan ponsel.


" Sisca ,siapa dia ? " Pertanyaan Robi menyelidik saat ponsel berhasil dia raih,Rey kalah cepat dengan Robi.Lina yang mendengar berbalik dan menatap Rey.


" Bukan siapa-siapa, kembalikan tidak sopan kau" Menyambar ponsel dari Robi dan memasukan nya ke saku,dia mengusap saku jas nya saat ponsel berhasil masuk ke saku nya.


Satu penjaga berlari ke arah mereka yang sedang santai dipagi hari.


" Tuan Rey ,tiga wanita berada di gerbang mereka bilang sudah ada janji dengan Nona muda" Membungkuk dan menyerah kan, ponsel yang dia pakai untuk memotret mereka tadi.


" Hah! mana dia " Robi antusias, mulutnya dibekap Rey.Lina merasa tersakiti ternyata memang Rey tidak pernah ada hati padanya Lina masuk ke dalam rumah.


" Biarkan mereka masuk " Penjaga langsung kembali berlari untuk melakukan perintah dari kapten pengawal tersebut.

__ADS_1


" Tuan !" Robi dan Rey membungkuk saat Cakra keluar tanpa di dampingi Hana.Cakra sengaja menyuru Hana diam dikamar.


" Susi ,setelah ketiga wanita itu masuk bawa Hana keluar menemui mereka, awasi terus jangan sampai sesuatu terjadi padanya"


" Baik tuan " Susi dan Lina membungkuk masuk ke dalam rumah.


Rey menenteng tas kerja Cakra.Saat ke parkiran mereka berpapasan dengan Sisca ,Hanum dan Tuti.


" Selamat pagi tuan muda" Mereka menyapa dan membungkuk sesuai arahan Rey , sebelum mereka ke rumah konglomerat itu.Cakra tidak perduli,tidak membalas dalam tindakan apapun,dia masuk ke mobil saat Rey membuka pintu.


" Tuan Reynan dimana Nona muda " Sisca antusias melihat wajah tampan Rey dihadapanya.


" Ikuti dia dan masuklah,jangan menyentuh apalagi menatap semua yang ada di sana " Rey menjelaskan panjang lebar.Setelah selesai dia menjauh untuk masuk ke dalam kendaraan.Tangan kekarnya di tahan Sisca.


" Kau sangat tampan hari ini " Sisca langsung kabur ,saat melihat tatapan Rey tajam melihat nya.

__ADS_1


Rey tersenyum menatap punggung Sisca menjauh darinya .


Rey masuk dan pergi meninggalkan Semuanya.Jadwal hari ini sangat padat,semoga Cakra memiliki mood baik hari ini,agar semuanya berjalan lancar.


__ADS_2