Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Sala lagi ?


__ADS_3

" Maafkan saya tuan, saya akan mengganti gaun Nona!" membungkuk meraih beberapa gaun yang dia bawa.Ternyata perias itu tahu kalau tuan muda kadang seperti orang gila.Untung dia sudah mengantisipasi sebelum pergi ke rumah penguasa tersebut.


Hana memiilih satu gaun warna Salem.


" Apa ini bagus ?" tanya Hana melihat Cakra masih dengan tatapan membunuh nya.


" Itu malah akan membuatmu lebih cantik.Kau sengaja membuatku cemburu?" mencium bibir Hana sampai gadis itu terlonjak mundur.Semua orang disana menunduk dengan gemetaran.


Apa kau buta semua orang ada disini .malu sekali !!


" Tidak aku tidak seperti itu .Yang ini bagaimana?" . meraih satu gaun warna Navy menempelkan nya di dada.


" Itu malah membuat kulit putih mu bersinar.Benar ya kau sengaja sekali ?" Memeluk Hana menciumi bibir Hana dengan beberapa kecupan.Muah muah muah .


Aaa dia semakin gila!!


" Tua.... "


aaaa sial aku lupa.lihat dia melotot padaku boleh tidak aku mencokel matamu itu.


" Apa apa katakan?" Suara meninggi Cakra sangat marah.


" Sayang aku jadi bagaimana ini .Pakai yang mana ?" .Hana sudah bingung berbicara apa dihadapan monster seperti suaminya.


" Terserah pilih salah satu yang akan membuatmu terlihat jelek !"


Apa ini apalagi mau nya?

__ADS_1


" Terus bagaimana kau suka yang mana?" menunjuk beberapa gaun yang menggantung.


" Aku lebih suka kau tidak pakai baju "


Aaa gila ya benar benar tidak waras.


" Ayo pergi!" menarik Hana keluar ruangan.Kenapa harus repot seperti tadi kalau dia setuju dengan gaun merah maroon ini gumam Hana.Berusaha mengimbangi langkah kaki panjang suaminya.Cakra terus tersenyum sampai menuruni tangga.Robi sudah menunggu begitu juga Susi.


" Susi mana !" membuka tangannya.Susi meletakan kain hitam yang di bawa tadi.


" Pakai ini " Melingkarkannya di punggung Hana sampai dadanya.


Ini panas aku kegerahan nanti.


" Kau sangat cantik.Jaga dirimu jangan membuatku cemburu disana kau mengerti?" kecupan lembut di bibir Hana.membuatnya reflek mendorong dada Cakra .Susi dan Robi membungkuk tidak tersenyum atau apapun.


" Sayang sudah " Menahan bibir Cakra yang terus menciumnya.


" Hahah kenapa pipi mu merah.Rupanya sudah sangat menikmati ciuman ku ya ?" merangkul Hana dan berjalan keluar.


Sudah benar benar gila.Bibir ku sudah basi seperti nya kau cium terus tidak segar lagi.


" Silahkan tuan !" Sopir membukakan pintu mobil Hana masuk terlebih dahulu.Cakra masih bicara dengan semua orang.


Siapa mereka? Apa benar ini kerajaan? pengawal itu jelas seorang pengawal dan berseragam sama.gumam Hana menatap keluar kaca melihat Cakra sedang berbicara dengan Robi.Laki laki itu membungkuk sopan dan menyahut seperlunya.


" oke lakukan dengan benar!" masuk kedalam mobil yang dibukakan Robi

__ADS_1


" Baik tuan muda!" Semua menjawab kompak dan membungkuk sopan.


Cakra masuk merangkul Hana yang berusaha duduk menjauh.Didepan supir dan Robi yang sibuk dengan pekerjaan nya.Mobil mereka berada ditengah tengah.Satu mobil memimpin didepan dan dua mobil berada dibelakang yang Hana tumpangi.


" Jangan sampai kau membuat kesalahan Robi!"


" Baik tuan" membungkuk sopan dan hanya melirik ke belakang kursi dimana tuannya berada.


" Kapan dia pulang?" Tanya Cakra tanpa menoleh terus mengelus pipi lembut Hana.


" Hari ini tuan.Saya akan menjemputnya"


" Aku akan ikut dengan istriku setelah acara nanti"


"Baik tuan semuanya akan saya siapkan !" Kembali mengetikan kata kata dilaptopnya yang entah Hana ketahui.Dia melihat tapi tidak jelas.


Tanganmu tidak berhenti sekali tuan Cakra.Mendelik sebal pada tangan dan wajah suaminya.


" Kau berani melotot padaku?".Mencengkram dagu Hana dan akan menciumnya. " Jadilah anak baik untuk hari ini,jangan membuat ku susah" Cup cup.Dua kecupan lembut kembali dia daratkan dibibir Hana.Hana mengernyit dan diam semakin dia menggeser tubuhnya.Semakin Cakra memainkan jari jemarinya.


" Haha. Tidak mungkin aku selancang itu sayang " toel toel lembut dipipi Cakra.Membuat laki laki itu tergelak dan memeluknya.


" Jangan menggoda ku disini.Aku tidak mungkin bertindak jauh didalam mobil" Berbisik lembut di telinga Hana.


Robi tersenyum tipis mendengar ocehan dari kursi belakang.


Jika nanti dia melihat mu tuan dia tidak akan percaya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2