
Semua wartawan sudah bersiap untuk mewawancarai salah satu konglomerat utama dinegeri ini.Semua orang ingin melihat bagaimana istri dari tuan Cakra Alaska yang mempunyai separuh kekayaan negeri.
Beda dengan Hana dia sedang duduk menyender.Memakan potongan buah buah segar.Dia bingung harus apa dan bagaimana secara dia bukan penggila pujian.Mempunyai medsos saja tidak kalau dia nanti bergandengan dengan Cakra suaminya jelas pasti dia akan terkenal.
Dua orang penjaga terus memperhatikan gerak gerik Hana diruangan itu.Hana risih dan beberapa kali untuk memerintah kan mereka berbalik ke tembok.Tapi tidak berguna sama sekali.Sampai Cakra kembali dengan jas berbeda rambut tebalnya begitu mengkilau.
" Kau makan apa Ana ku?" mengusap lembut pipi Hana dan menunduk .
" Aku makan buah sayang ,kau mau ?" menyodorkan garpu dengan potongan buah kecil disana.Cakra menggeleng dia terus merapihkan dasi dan kerah kemejanya.
"Kau tunggu disini jangan kemana mana,saat aku di wawancara kau bisa melihatnya dari tv, Hei nyalakan tv nya" pengawal bergegas menekan tombol remot dan membuat layar besar tersebut menampakkan berbagai persiapan yang akan meliput seorang konglomerat.
" Aku akan duduk disana " tunjuk Cakra
Aku tidak perduli,aku lelah berdandan dan hanya untuk disini menontonnya,menyebalkan.
" Kau harus menonton nanti ya"Cup cup dua kecupan lembut merasai bibir manis yang selesai memakan buah segar itu "Jangan berkeliaran kemana mana ,diam di sini".
__ADS_1
Aaa kenapa terus mencium ku , aku ingin kabur dan hidup normal.
" Jaga dia" Ancaman dengan sorot mata Cakra membuat pengawal mengerti apa yang harus dilakukan. Cakra melambai dan tersenyuk pada hana diikuti Robi dibelakang.Hana diam membisu dan menghabiskan buah nya ..
Aku harus keluar!!
" Anda mau kemana Nona?" Tanya pengawal dan menghalau jalan Hana.
" Aku ingin keluar, melihat suamiku secara langsung!" ketus dan berusaha mengangkat tangan yang menghalanginya.
" Maaf Nona anda bisa menonton disini, silahkan duduk kembali" Hana mengalah dan duduk kembali memainkan ponselnya.Acara peresmian dimulai Cakra sudah duduk di sebelah yang akan mewawancarai nya.Robi berdiri dibelakang dan empat pengawal disetiap sisi.
" Hei hei apa ini siapa dia?"Hana kesal melihat seorang wanita mendekat dan duduk disamping Cakra.Memang Cakra menepis gandengan wanita tersebut tapi liar dan mengerikan wanita itu pandai membuat kamera tertuju padanya.Tidak mungkin Cakra berani mengamuk karena reputasi dan perusahaan bisa hancur.Dia pasrah menjawab pertanyaan dan terus berusaha menepis tangan wanita tersebut.Yana geram dan mondar mandir mencari akal agar bisa keluar.
Akhirnya dia melakukan sesuatu dan semua pengawal terperdaya oleh kebohongannya.
Aku harus pergi lihat dia bahkan santai sekali denga wanita itu.Apa gunanya aku disini?
__ADS_1
" Bagaimana ini? seorang pengawal memegang tangan Hana yang berdarah.
" Tolong bawa aku keluar,aku sangat kesakitan" meringis disertai tangisan membuatnya berhasil.
Pengawal memapah Hana memasuki Lift.Disana mereka terus melihat Hana yang kesakitan.
" Nona ,kami akan membawa mu kepada dokter khusus yang telah ada disana , silahkan masuk" membuka pintu sebuah ruangan.Disana peralatan kumplit semua pengawal keluar.Hana duduk diatas ranjang.
Bagaimana aku keluar,ini lantai tiga tidak mungkin aku meloncat dari sini
" Hana ,ini benar kau?" tanya seorang laki laki mendekat padanya.
" Kak Fatur,ini kau kan?" Hana terlihat sumbringah.
Mereka berpelukan hangat.Fatur adalah teman prakteknya dulu dikota.Mereka berteman baik sampai Hana meminta tolong padanya.
" Kau gila,aku bisa dihabisi nanti oleh tuan Cakra" menjauhkan tangannya yang digenggam Hana.
__ADS_1
" Aku minta tolong kak ayolah" Hana merengek dia mengaku tersesat dan pengawal tuan Cakra menahannya dituduh sebagai pencuri,dia berhasil berbohong tapi untuk meyakinkan Fatur sangatlah susah.