Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pertikaian


__ADS_3

Hana berusaha membuka pintu kamarnya tapi tidak bisa.


" Kenapa ini, tidak pernah aku kunci karena tidak akan yang berani masuk juga !" Hana terus berusaha sesekali dia mendobraknya.Membuat sikutnya kembali berdarah.


" Aaaa sakit " Hana langsung teringat dengan Cakra yang selalu sigap menolongnya " Sayang aku merindukan mu hiks!".


Hana menangis jongok dan menyender di pintu kamarnya.Semua orang datang mendengar tangisan Nona muda.Pelayan dan pengawal sudah di ancam ,jika Nona terluka hidup kalian taruhannya.Mereka masih mendengar ancaman dari Rey dan membuat mereka merinding.


" Nona anda kenapa , Nona" Niken panik melihat Nona muda memegang tangannya " Astaga darah, Susi panggil dokter' Teriak Niken .Memeluk Hana dengan erat.Dia merasa sakit melihat orang baik seperti Nona terluka.


" Bodoh ayo bawa Nona" Robi memukul kepala karam dengan keras.Niken langsung sadar dan memapah Hana ke kamar lain.


Hana berbaring dia diam saat dokter memeriksanya.


" Bagaimana kakak ku dokter" Tanya Karan


" Dia baik baik saja , lukanya kembali terbuka dan perban tolong diganti rutin.


" Baik Dok " Sahut Niken.


Hana menatap kamar yang di tempati.Semua tersusun rapih tapi dia ingin ke kamarnya..


" Ken tolong bantu aku ke kamarku" Hana duduk dan mengulurkan tangannya


" Maaf Nona kamar itu dikunci tuan muda.Sementara tuan tidak ada, saya yang akan menjaga Nona"

__ADS_1


" Jangan bilang dia menyuruh mu menjaga ku dua puluh empat jam?"


" Maaf Nona memang seperti itu perintah tuan"


Sayang aku ingin mencium baju mu ,aroma tubuhmu disana aku ingin kesana.Hana


" Saya permisi" Dokter keluar diikuti Robi dan Susi.Markza yang hanya menunggu diruang tengah tidak khawatir atau apapun dia hanya santai menatap dokter perempuan yang mendelik sebal padanya.


" Hei dokter kenapa menatapku seperti itu" Berteriak sesuka hati dokter itu berhenti dan berbalik mendekati marisa.


" Kau lupa denganku? Dokter.Marisa kaget saat melihat wajah dokter dekat dihadapannya.


" Kau?" Gugup Marisa.


" Iya aku, yang kekasihnya kau sogok uang agar meninggalkan acara pernikahan !" berbalik dan berjalan keluar melewati Robi dan juga Susi.


" Maaf dokter atas ketidak nyamanan ini" Susi membungkuk hormat.


" Tidak apa apa tapi kalian jaga wanita itu jangan melakukan hal diluar batas" Dokter masuk dan meninggalkan kediaman Alaska.Dia adalah Dokter senior di salah satu rumah sakit milik keluarga Cakra.


Robi dan Susi saling menatap tidak percaya.


" Aku tidak percaya si nenek sihir menyukai berondong, kasihan dia" Menatap mobil yang menjauh dari gerbang masuk.


" Kau benar"Robi menjawa singkat.

__ADS_1


" Hati hati ya Rob" Menepuk bahu Robi dan masuk ke dalam.


" Cih,tapi dia benar juga aku harus waspada Rey juga harus tahu" Menekan ponsel dan masuk ke rumah.


Saat Cakra tidak ada Marisa memang selalu merasa berkuasa.Susi bahkan harus lebih ketat mengawasinya .


" Nona silahkan ganti pakaian Anda" Niken menyodorkan setelan piyama diatas kasur.


Hah piyama normalku ada manfaatnya juga suamiku tidak ada.Hana


" Kakak aku tidur disini juga ya" Karan


" Baiklah terserah kau Karan" Hana tertawa dan turun dari kasur.Bajunya ditarik Karan dia berhenti dan menoleh melihat Karan ingin mengatakan sesuatu.


" Apa?" Tanya Hana


" Kakak aku dan Galuh sudah mengobrol banyak,kalau aku suka pada adik tampan mu itu bagaimana?" Hana duduk kembali menatap lekat Karan yang sedang di Mabuk cinta.


" Kalian pernah ketemu lagi?" Hana penasaran bagaimana bisa Galuh menyukai gadis seperti Karan.Dia tahu selera adik tampannya itu agak tinggi.


" Iya ,dia menjemput ku dengan motornya aah serunya" memegang kedua pipi dan gaya so imutnya keluar.


" Astaga aku akan memarahi bocah sialan itu,kau tidak pernah naik motor kan? Bagaimana juga dia bisa berada di daerah ini" Hana semakin penasaran


" Maaf Nona adik anda sudah bekerja disalah satu perusahaan Alaska group,tuan muda yang meminta saya menerima lamarannya, tapi tetap dia magang terlebih dahulu!" Niken menutup rasa penasaran Hana.

__ADS_1


Hana kurang suka dengan suaminya yang mempermudah jalan adik laki-laki nya itu.Hana berpikir jika adiknya tidak tahu tantangan, bagaimana dia akan menjadi seorang ayah memimpin anak anaknya kelak.Hana bulat akan mencegah suaminya jauh ikut campur urusan keluarga nya.


__ADS_2