
Cakra duduk di kursi paling dekat dengan ruangan, perawat beberapa kali masuk memeriksa Hana.Cakra gelisah kenapa Hana belum sadar juga,dia menatap Rey tajam.
Rey mati kau itulah dibalik tatapan tajamnya.
Rey membungkuk hormat saat mata ini memicing ke arahnya. Berharap tebakannya tadi benar,dan Nona muda segera sadar.
" Permisi tuan muda , Nona muda sadar" Cakra berdiri mengintip dari kaca dia tersenyum, istrinya sedang duduk kebingungan.
" Maaf hanya tuan muda saja untuk sekarang, itulah yang diminta Nona muda" Semua menurut dan duduk kembali, Cakra masuk ke dalam ruangan.
" Sayang" Hana menatap lekat suaminya yang sudah rapih dan tampan.
" Jangan turun,sudah berbaring saja" Cakra mengecup kening istrinya dia bisa mencium aroma obat yang menyengat.Infusan tertancap dilengan istrinya.Hana menenggelamkan wajahnya didada, kebiasaan nya mengelus dada Cakra,dia tidak bisa melakukan nya sekarang,dia sangat merasa lemas.
" Bagaimana tubuhmu" Tanya Cakra yang mengusap lembut kepala istrinya.
" Aku baik baik saja sayang"
" Berbaring jangan duduk seperti ini, ayo" Cakra menekan bahu Hana pelan.
" Sayang ,tidur bersamaku sini" Hana tersenyum .
__ADS_1
" Kau gila! jika ranjang ini rubuh bagaimana" Cakra masih berdiri.
" Biarin, nanti kita sama sama sakit" Hana tertawa kecil, air matanya menetes.Cakra melepas sepatunya dan naik ,mengusap air mata Hana.
" Sayang kau jahat sekali" Hana menggesengkan kepala nya di dagu Cakra.Dia kesal sendiri melihat suaminya sudah rapi tampan, seolah tidak memikirkan dirinya.
" Kenapa" Tanya Cakra terus mencium rambut Hana yang terasa lengket.
" Kau sudah tampan seperti ini,aku kan sakit malah bersiap untuk bekerja" Hana menekan jarinya dipipi Cakra kuat.Tenaganya kembali,Cakra menepis pelan dan mencium bibir Hana yang pucat itu.
Jika dia melihat ku seperti tadi,mungkin
dia akan lebih terkejut lagi.Cakra
" Sayang aku malu " Hana malu posisinya sedang dicium,saat perawat masuk.
Diluar kamar perawat mengusap dadanya.Dan menggeleng,karan yang penasaran mengintip baru juga dia melihat matanya juga ditutup oleh Rey.
" Cih" Karan mendengus kesal
" Kau belum cukup umur untuk tahu" Rey mendelik sebal.
__ADS_1
" Kak Rey,aku sudah besar seperti ini lihatlah" Berdiri didepan Rey " Aku juga akan segera menikah dengan Galuh".
Semua orang tercengang, Galuh kabur menyelamatkan diri diikuti oleh Karan yang mengejarnya.
* * *
Marisa berkemas di apartemen milik laki laki kekasihnya itu .Dia mendapat kabar dari Agnes kalau polisi mencarinya.Dia tahu kenapa .Itu karena dia mengirim cake kacang dan juga ditaburi racun .
Dia berharap gadis itu sudah mati.Dan dia akan merasa puas.
" sayang" Berondong gila menarik ujung dressnya.
" Besok kita bertemu lagi aku harus pergi dulu" Marisa menepis dan kabur,dia membawa dompet ponsel dan uang tunai milik kekasihnya.Laki laki yang sedang mabuk itu tidak sadar.
Marisa keluar,menggandeng tasnya.Dia memilih jalan kampung,disana dia tidak akan bertemu dengan polisi.Marisa memeluk tasnya saat melewati segerombol pemuda yang sedang pesta minuman.
Laki laki menyeramkan mendekat dan menghadang nya.
" Permisi" Marisa berusaha menubruk tapi tidak bisa.
" Lepaskan tas mu" Menarik tas Marisa sekuat tenaga,Marisa tergelincir jatuh karena sendalnya patah.
__ADS_1
" Hey tas ku itu tas ku sialaan" Marisa berteriak , semua pemuda itu kabur membawa tas nya.
" Sila sekali hidupku,sialan tas ku untuk kedua kalinya hiks"