
Hana berangkat bersama Candra dan Tika. Hana meminta Candra untuk duduk didepan , tapi Candra menolak.
Hana membiarkan nya walaupun dia sangat risih ,Hana menguap terus menerus dia merasa sangat mengantuk.
" Kau bisa tidur , aku akan menjaga mu . Masih lama sampai nya " Ucap Candra dengan lemah lembut membuat Tika meliriknya tajam. " Perhatikan ke depan , kenapa melihat ku " Candra membentak.
Cih.
" Kaus bisa kan Candra adik ipar bersikaplah sewajarnya padaku !" Hana ketus.
" Apa masalahnya aku tidak bersikap macam² ko " Candra membalas ketus.
Sekitar tiga puluh menit kemudian sampai diperusahaan Alaska group.Bahkam Cakra sudah menunggu diluar kantor menunggu Hana .
Pintu terbuka setelah Candra membukanya dan mempersilahkan Hana keluar dari mobil..
Hana menggelengkan kepalanya. " Ini tugas bodyguard ku bukan kamu can , minggir sana" . Hana meminta tapi sekali lagi Candra tidak menghiraukan nya .
" Kau lelah ?" Tanya Cakra mengusap dahi istrinya karena wajah Hana yang terlihat sangat pucat.
" Tidak apa-apa sayang , aku hanya ingin segera ke ruangan mu untuk istirahat !" Hana merangkul suaminya saat Cakra memapahnya.
" Tuan Candra ikut saya , Tik jaga nona hanya sebatas depan pintu jangan biarkan orang lain masuk ke dalam ruangan sebelum aku datang " Memerintah dengan wajah nya yang sangat menyebalkan.
" Ok ok " Tika meledek.
Candra di seret Reynan agar tidak mengikuti Cakra dan Hana.
" Mau apa ?" Tanya candra setengah berteriak
" Kau menuduh tuan muda tidur dengan wanita lain ?" Tanya Rey balik
" Kau yang memberitahu ku !!"
" Bukan seperti itu maksudku can ,dan kau tidak bisa menjadi pahlawan pembela untuk nona. Jaga batasan mu dia kakak ipar mu " Bentak Rey kepada Candra membuat semua orang menatap nya heran.
" Jaga nada bicaramu seisi bumi jika tahu ,.tuan mu akan hancur seketika " Candra meninggalkan Rey dan masuk kembali ke perusahaan.
Seorang gadis cantik ,dan sangat seksi datang sengaja menubruknya. Membuat minumannya jatuh membasahi tubuh Candra
" Astaga maafkan aku tuan" Ucapnya lirih memandang wajah tampan adik tuan muda.
" Lain kali kau harus berhati-hati " Candra mengusap-usap jasnya tapi gadis itu membantunya tanpa di suruh.
" Kau bisa ikut dengan ku tuan , ayo " Menarik Candra kembali ke luar dari perusahaan.
__ADS_1
Candra menolak tapi gadis itu sangat agresif sampai Candra bingung dibuatnya. Saat canda berpapasan dengan Rey , matanya seolah bertanya apakah gadis ini orang nya ? . Rey mengiyakan dengan " Benar" tanpa bersuara.
Candra membiarkan gadis tersebut membawanya ,dia ingin melihat cara gadis murah menurutnya itu melakukan apa sampai membuat tuan muda tergoda.
Sampai disebuah warteg Candra dan gadis tersebut duduk bersama.
" Dua teh dingin mang " Teriak gadis itu.
Candra hanya menatap nya bingung. Apa yang didapat kan Cakra sampai mau tidur dengan gadis tersebut.
" Silahkan " Dua teh tersaji.
Gadis itu sudah menghabiskan setengah gelas tapi Candra masih diam menatapnya.
Kau gila memilih wanita murahan seperti ini.candra
Kenapa dia menatapku seperti itu sih.
" Perkenalkan aku Jessica" Mengulurkan tangan nya.
" Aku tidak bertanya !!" Candra mendelik menyedot teh gelas nya kasar
" Kenapa kau mau tidur dengan Abang ku ?" Candra tho the poin.
" Apa ?" Kaget dan sekaligus bingung . " Jaga bicara mu tuan banyak biang gosip disini " Lirik Kanan dan kiri.
Mulutnya dibungkam paksa oleh Jessica sekuat tenaga dengan telapak tangannya. " Aku bilang diam aku tidak pernah tidur dengan tuan muda, ataupun pria lain ".
Tangannya perlahan terlepas
" Jangan bohong padaku ,jika kau bicara dengan benar . Aku akan mudah mendukung kakak ipar ku nanti " Berbicara dengan suara menggelegar
pak...pak...pakk..pakkk Jesica terus memukul tangannya beberapa kali .
" Candra sialan apa kau lupa dengan ku ,aku teman mu dulu waktu di sekolah dasar pikun . Nama ku Nina terlalu kampungan jadi aku mengubah nya " pak.. Dipukul nya lagi sekuat tenaga.
" Kau bohong !! " Candra memperhatikan wajah Jessica dengan seksama, terlihat berbeda karena dia memakai make up tebal sepuluh centi. " Katakan untuk apa kau ke ruangan Presdir dan hanya berdua disana, kalau bukan untuk macem-macem"
" astaga pikiran lo kotor banget sih, nih jujur aja gue disuruh jadi sekertaris lo mulai dari sekarang . Tuan hanya bilang itu berdua diruangan bersama ku , aku terlalu rendah jika harus di sejajarkan dengan Nona muda yang bisa sedekat itu dengan Presdir " Ucapnya Mencubit pipi Candra kuat.
" Kau tidak berbohong ?" Candra hanya ingin meyakinkan walaupun dia sadar,Jessica adalah Nina teman satu kelasnya dulu.
" Aku bersumpah demi nyawaku " Tangannnya terangkat dikepala Candra
" Gila !!" Candra menepis tangannya kasar Jessica malah cengengesan menatap Candra.
__ADS_1
" Kau semakin tampan " Goda Jessica
Candra diam dia harus tetap memeriksa apa yang terjadi diruangan Presdir hari itu.Tidak semudah itu percaya kepada gadis seperti Nina pikirnya berkecamuk.
*******
Hana pulang setelah merasakan pusing yang semakin menderanya, Cakra berniat mengantar tapi pekerjaan menghentikan nya .
" Nona apa aku boleh mampir ke mini market ?" Ijin Tika
" Boleh! emang mau beli apa sih tik " Tanya Hana santai dengan menyenderkan kepalanya.
" Pembalut hehe " Tika sedikit malu-malu
" Oh baiklah kau bisa berhenti di mini market mana pun,aku akan menunggu diluar "
" Terima kasih nona yang baik hati " Ucap Tika membuat Hana tertawa renyah
Mobil berhenti disebuah mini market yang terlihat sangat ramai. Hana membuka matanya mengingat-ingat apa yang diucapkan Tika seperti sebuah alarm untuk nya.
" Aku sudah telat datang bulan " Lirih Hana keluar setelah mengunci mobil Hana menyeberang karena melihat apotek disana.
" Selamat siang mau beli apa kak ?" Tanya penjaga apotek dengan senyum ramah dibalik jilbab hitamnya.
" Aku ingin membeli sepuluh alat tes kehamilan " Hana tersenyum tapi penjaga apotek tersebut mengernyit untuk apa sebanyak itu ?
Dia hanya bertanya dalam hati dan langsung memberikannya kepada Hana .
" Ini uangnya " Hana menyerahkan satu lembar uang dan setelah kembaliannya diambil Hana menyebrang kembali .
" Nona kau dari mana , astaga aku hampir jantungan " Tika histeris memeriksa setiap inci wajah nona muda.
" Aku tidak apa-apa !" Hana tersenyum dan msuk ke dalam mobil.
Hana meneriksa respek yang dia beli satu persatu.
" kenapa aku membeli banyak sekali?" Tanya Hana kepada diri sendiri. " Ah sudahlah buat pajangan " bibirnya tersenyum.
Hana tidak sabar untuk segera sampai dirumah dan mengetes apakah dia benar-benar hamil?.
Hana juga sadar dengan tingkah laku aneh nya dan mood yang selalu berubah-ubah.
" Nona beli tespek ?" Tanya Tika yang penasaran saat melihat sekilas kantung plastik kecil bening dengan alat tes kehamilan disana.
" Iya tik . Buat ngetes aja masalah hasil gimana nanti " Ucap Hana tidak terlalu berharap banyak karena rahimnya saja sedang bermasalah
__ADS_1
" Jangan sedih nona , saya dengar orang sakit juga bisa hamil rencana Tuhan kita tidak tahu " Tika menyemangati Hana yang murung.
" Kau benar " Kepercayaan diri Hana meningkat.