
Hana selesai menikmati makanan nya.
" Kau tidak makan berapa bulan ?" Candra meledek.
" Gila " Hana menyahut memaki tapi bibirnya tertawa itu hanya bercanda.
Hana mengeluarkan formulir yang sudah dia isi dengan tangan tangan suaminya juga.Tempat kursus memasak itu bukan tempat orang biasa, menurut candra disana juga tempat berkumpulnya ibu-ibu dari kalangan pejabat dan pengusaha
Hana hanya mempu menggelengkan kepalanya,dan berdecak kagum.Tidak heran Cakra tidak begitu penasaran karena memang dia tahu tempat yang akan menjadi acuan istrinya belajar
" Ok ini sudah kumplit" Candra tersenyum memasukan formulir ke dalam tasnya.
" Can ,apa aku bisa bergaul dengan mereka ?" Hana meras tidak yakin.
" Mereka juga sama-sama manusia ,entah kenapa minggu ini banyak ibu-ibu yang sudah ahli bahkan kembali mendaftar disana " Candra mengernyit.
Hana tidak mau bertanya karena dia sudah mampu menebak.
Setelah Hana membayar dia keluar bersama Tika dan juga Candra.
" Sampai jumpa besok " Ucap Candra membungkuk dibalas juga oleh Hana .
" Kau pulang kemana ?" Hana berjalan dan berdiri di depan pintu mobil.
" Ke apartemen " Candra mengucapakan nama apartemen yang dia tinggali.
" Itu searah kau bisa ikut " Hana mengajak Candra walaupun dia tahu resikonya.
__ADS_1
" Tidak usah aku bisa naik ojek ,kau pergilah" Candra menolak jika sampai abangnya tahu dia mendekati kakak iparnya sendiri,******!
" Tidak masalah" Hana meraih tangan Candra dan menarik nya agar masuk ke dalam mobil.
* *
Apartemen
Candra keluar dengan hati yang berbunga-bunga ,Hana tidak turun dan tetap didalam mobilnya.
" Terimakasih Hana " Ucap Candra sambil tersenyum tidak lupa melihat wajah Hana yang sangat hangat itu.
" Tidak masalah,aku pergi ya !" Hana melambai dan seketika mobil meninggalkan apartemen.
Cande menatap kendaraan dengan plat nomor yang membuat mood nya kesal seketika
" Abang" Candra membungkuk dan sedikit kikuk
" Jawab pertanyaan ku Candra ,kau tahu aku harus mengawal nona tanpa sepengetahuan kalian tadi " Rey mendesah membuang muka ke sembarang arah.
Candra tak kalah kaget.
" Abang menguntit ku ?" Tudingnya membuat Rey terbelalak.
" Kau memanggilku Abang ,tapi kepada yang benar Abang mu sendiri acuh selama ini " Rey yang sudah mengabdikan diri kepada keluarga Cakra sangat tahu siapa candra.
Bahkan saat dia mengabdi kepada Haryadi Candra dan Cakra adalah tugas utama dari Haryadi untuknya.
__ADS_1
Jaga kedua anakku . Kata-kata Haryadi yang selalu terngiang selama ini di telinganya.
" Jangan membahas dia didepan ku ,jika tidak kau jangan pernah menemuiku lagi " Ancaman Candra tidak main-main dan langsung masuk ke dalam gedung apartemen...
Rey mendesah ,dan pergi dengan mobilnya.Sudah cukup lama dia meninggalkan perusahaan,yang akan banyak menimbulkan pertanyaan dari tuan muda Cakra.
* * *
Cakra bertanya-tanya.
Kendaraan melaju menuju arah rumah kediamannya,Cakra diam menatap Rey yang sedang mengemudi.
" Apa kau bertemu dengan adikku ?" Cakra bertanya dengan suara setengah berteriak.
Rey hanya berusaha menguasai kepanikannya.
" Tidak tuan,aku pergi ke pabrik tekstil yang sedang bermasalah" Rey
" Jangan berusaha membohongi ku ,anak buah ku bahkan mengikuti kemana pun kau pergi tadi " Cakra setengah berteriak
Rey gugup dia sekarang tidak bisa lagi mengeluarkan ucapannya.
" Apa dia macam-macam dengan Hana ?" Tanya cakda yang harus segera dijawab
" Tidak tuan ,dia ikut menjaga nona " Rey menjawab cepat dan jujur.
Cakda mendesah dan menyender kan Kepalanya,dia sangat lelah dengan pekerjaan setiap hari yang tidak pernah selesai
__ADS_1