
Cakra merangkul Hana keluar setelah membayar semua belanjaannya.Pengawal membawa semua belanjaan itu ke dalam mobil berbeda.
" Hana kau masuk ,aku harus ke dalam ada yang tertinggal disana" Cakra mendorong Hana masuk kedalam mobil.
" Jangan lama-lama" Hana setengah berteriak melihat punggung Cakra yang melambai berbalik sekilas padanya.
Rey masuk bersama Cakra berdua saja.Untuk mencari keberadaan Cindy dikerumunan itu.
" Om " ! Cindy menarik-narik ujung jas Cakra , membuat Cakra menunduk menatapnya.
" Om mencari ku ya ? mana uangku ?" tanya Cindy menyodorkan telapak tangannya.
Cakra mendesah karena Cindy menagihnya sebelum dia bicara.
" Ini id card siapa ?" Tanya Rey berjongkok melihat id card yang melingkar di leher Cindy.
" Ini milik ayahku " Cindy tersenyum menikmati permen lollipop ditangannya.
" kenapa?" Tanya Cakra heran melihat Rey mengerjakan sesuatu yang sama sekali tidak penting menurutnya.
" Dia anak Hendrik tuan " Rey melirik kembalu idcard didada Cindy.
" Hendrik siapa?" Ketus Cakra
" Dia manager di perusahaan kita " Rey yang juga sedikit kaget ternyata anak itu pintar karena garis keturunannya.
__ADS_1
" Yang benar?" Tanya Cakra berjongkok memperhatikan wajah Cindy yang tidak mirip samasekali dengan manager perusahaan nya itu.
Hendrik yang sama yang dia kenal ternyata ayah dari Cindy.
Tidak aneh sifat menyebalkan itu ada di jiwa Cindy gumamnya masih menatap anak itu.
" Dia sangat hitam dan jelek Rey , kenapa anaknya seperti malaikat begini?" Tanya Cakra tidak percaya
" Mungkin ibunya yang cantik tuan jadi anaknya menuruni kecantikan ibunya " Tebakan Rey asal menebak malas.
Dia juga sama tidak mengerti .
" Ayahku tampan ko ibuku juga cantik,jangan menghina mereka" Teriak Cindy tidak suka
" Maaf maaf " Cakra tertawa melihat ekspresi wajah imut dan lucu itu seperti Hana yang sedang ngambek.
* * *
Bangun .
Tika bangun tidak bisa dipercaya dia ikut tidur di mobil bersama Fatin.
" Astaga jam berapa ini?" Tika kaget saat melihat sekitar sudah gelap gulita tapi masih ramai orang-orang keluar masuk ke supermarket tersebut.
" Jam 9 ? kau gila Atika membiarkan nona muda disana selama ini " Tika kaget dan langsung keluar ,Fatin yang sedang tidur pulas mendengar suara Tika ikut terbangun.
__ADS_1
" Aduh haus sekali" Ucapnya sambil mengucek kedua mata " Aku dimana ini?".
Fatin masih belum ingat.
Tika sudah mencari Hana kesana kemari mencari Hana didalam.Dia keluar saat terasa kalau Hana tidak ada disana.
" Apa nona di culik oleh si bedebah itu?" Tika langsung teringat dengan Kim .
" Ayo " Suara Robi disertai pukulan dikepala Tika.Membuat Tika menjatuhkan ponselnya, sampai retak tidak berbentuk.
Dia berniat menelfon Kim untuk menanyakan nona muda.
" maaf maaf aku tidak sengaja " Robi memungut ponsel Atika,dia terlonjak saat melihat Tika menatap tajam padanya.
" Aku benar-benar minta maaf" Teriak roni berlari meninggalkan Atika
" Kemari sialan" Teriak atiksa mengejar Robi dengan kecepatan diatas rata-rata.
" Aaaggh " Robi meringis saat atika menarik kerah belakang nya dan membuat Robi tersengal tercekik.
" Rasakan!" Teriak Tika memukul dada Robi kuat.
" Aku bisa mati Atika" Robi sudah duduk dan terengah-engah.
" Ganti ponselku sekarang!" Teriak Atika lagi membuat Robi Kelu dengan telinganya yang berdenging.
__ADS_1
" Besok aku ganti sumpah " Robi masuk ke dalam mobil,disusul Atika .
Fatin melongo menatap keduanya yang kelelahan