Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Makan ramen


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa tekan like, vote dan komen.


Jangan komen yang membuat author baper ya hehehe


* * *


Hana masih takut dengan maksud kata mesum yang dia ketahui.


Bahkan dia sering menyebut itu untuk memaki wajah mesum Cakra.


Benar dia teringat Cakra sekarang.


Apa dia sedang tidur bersama dengan gadis sialan itu?


Hama menghela nafas panjang membuyarkan lamunan liarnya .


" Aggh " Hana terkejut dan kesakitan saat Candra sudah beralih mengobatinya.


Lini tidak tahu cara memijat tapi Candra punya keahlian masalah minat memijat.


" Sakit" Hana memukul bahu Candra yang sedang berjongkok dibawah sofa yang dia duduki.


" Diamlah , berisik sekali kau ini" Mata Candra mendelik pada Hana .


" Aaaaaaaaaa " Hana berteriak menjambak rambut tebal Candra yang menarik kakinya kencang.


" Sakit " Ringis Candra menepis tangan Hana dari kelapa nya .


" Aku minta maaf tidak sengaja, kenapa juga menarik kakiku seperti tadi?' Hana melihat sekitar lebam di kakinya


" Harus seperti itu jika kau mau sembuh " Candra kembali memegang kaki Hana memutar jadinya di mata kaki Hana ." Aku rasa kau terjatuh sangat keras " .


" Memang kenapa?" Hana khawatir pada dirinya sendiri

__ADS_1


" Tulang kaki mu sedikit bergeser , kau pergi lah ke dokter besok untuk memeriksa kaki ku lebih akurat . Bagaimana kau jatuh tadi ? cukup keras seperti nya?" Candra membersihkan darah dikaki hana dengan alkohol , membuat Hana menjerit ngilu.


" kalau ga keras ga bakal sakit kali " Ketus hana .


" Gosh, can a woman be pinched anyway? "


astaga ini cewe,boleh dicubit ga si!


Candra mendelik


" Hahahaha" lini tertawa melihat tingkah keduanya " Kalian sangat cocok " tambahnya masih tertawa


" Kau gila !" teriak Hana " aku sudah menikah " Hana merasa tidak terima.


" Hah ! yang benar? sungguh disayangkan " Lini kecewa


Candra membereskan kapas dan obat. Setelah itu kembali ke dapur.


Hana merasakan perutnya sakit,jujur dia hanya makan kue ringan dipesta tadi.


Hana merasa malu perutnya tidak tahu malu sampai menimbulkan suara.


" Masak mie instan sana " suruh farel pada adiknya.


* * *


Tidak lama kemudian


" Aku makan dikamar saja ya ,Hana maaf aku meninggalkan aku sedang banyak tugas " Lini membawa mangkuk ramen nya ke kamar meninggalkan Hana dengan farel+Candra


" Awas jangan sampai berantakan " Teriak Farel


" Tuan " Hana panggil farel

__ADS_1


" hemm " Sahut farel sambil meniupi ramen panasnya


" Apa ini rumah mu?" Tanya Hana


" Iya " singkat farel dan menatap Hana " Memangnya kenapa kau takut?"


tambahnya


" Kenapa harus takut ada Candra yang akan melindungi ku " Hana sangat percaya diri dan tertawa kecil


" Kau percaya kalau dia orang baik?" Farel celingak-celinguk mencari sosok Candra ,dia juga sedikit takut saat bicara seperti itu pada Hana.


" Tentu dia orang yang baik hemm" Hana menikmati satu mangkok ramen nya sangat enak dan kuah yang menghangatkan perutnya.


" Kau harus hati-hati dia sedikit gila !" Seru farel


" Maksud mu?" Hana penasaran dan diam mendengarkan apa yang akan dibicarakan farel.


" Kau belum selesai juga " Candra yang tiba-tiba muncul mengangetkan keduanya


Apalagi farel


" Apa kau bicara aneh-aneh pada gadis ini" Tunjuk Candra dengan matanya.


" Tidak tidaklah seperti itu , aku hanya menenangkan Hana saja " Farel mulai salah tingkah.


" Segera habiskan sudah jam satu malam " Candra mendekatkan jam tangannya pada Hana.


Hana kaget


Apa dia mencariku ?


ini sudah lama .

__ADS_1


Tapi kenapa ....


Hana merasa sedih dan hanya mengangguk tidak menjawab apapun yang dikatakan Candra padanya.


__ADS_2