
Hana keluar dari kamar mandi melihat Cakra tertidur.Dimeja, makanan sudah siap Hana membuka tas berisi pakaian dia terlonjak kaget isinya lingerie miliknya .Hana bisa melihat logo merk di belakang tungkak yang selalu dia gunting ,karena menurutnya itu membuat geli kalau tergesek menempel dikulitnya.
" Aku baru dua malam memakai baju tidur normal,ini sudah harus ku pakai lagi" Hana sebal menyunggingkan bibirnya.
" Pakai!kalau tidak kau ku makan nanti" Cakra berteriak dengan posisi mata terpejam.
Cih dari tadi dia pura pura tidur,.Hana
" baik sayang ku! Puas kau!!
" Anak pintar" Cakra duduk mematikan tv dan meraih ponselnya di meja.Hana berganti pakaian menghadap tembok dengan menggigit ujung handuknya agar tidak jatuh.Dia masih malu untuk mengganti pakaian didepan Cakra .
Apa apaan dia ? bahkan bertempur pun harus didalam selimut dengan lampu padam juga
menyebalkan.Cakra
Hana selesai memakai lingerie dan bergegas kekamar mandi.Baru dibibir pintu tangan Cakra sudah merangkul dan mengusap perut ratanya.Mencium bahu Hana dengan kecupan membuat gadis itu menjerit menjatuhkan handuk.
Hana diam saat tangan Cakra masuk dari bawah lingerie nya.Membuat bajunya terangkat tangan Cakra sudah mencengkram bagian favorit nya.Hana meringis saat tangan Cakra yang kiri memainkan area sensitif nya.
" Ayo ke kasur,aku ingin malam ini kita fokus membuat anak"
" Hah! apa sayang hahahha" Tertawa geli
" Kau suka kan dengan anak anak,aku melihatnya saat bibirmu ini menciumi pipi anak anak tadi" Jemari Cakra berpindah ke bibir Hana mengusap nya pelan.
hah jadi dia melihat nya.Dia tidak cemburu juga kan dengan anak laki laki?.hana
" Sayang"
__ADS_1
belum selesai berbicara tubuhnya sudah digendongan suaminya.
" Kau pasti lelah sayang tidurlah" Bibir Hana terbungkam dengan kecupan Cakra.Suaminya sudah menindih dan melepaskan celana segitiga nya istrinya.
terserah, terserah kau saja! eeiit tunggu.
" Sayang lampu masih menyala!!!" teriak
" Sengaja!"
aaaa gila ya!
* * *
Apartemen Agnes.
Kedua wanita itu duduk menikmati segelas kopi dengan berbeda rasa.
" Belum saatnya nanti kau harus bisa dulu menaklukan Cakra!" Tegas marisa.
" Aku kan sudah melakukan peritahmu diperesmian itu Tante!" Protes Agnes
" Itu belum cukup sayang" Mengusap kepala Agnes bahkan dia saja tidak pernah melakukan nya pada karan dan Kiran.
* * *
Dirumah besar
Para pengawal berjaga mengantisipasi kelakukan gila Marisa.
__ADS_1
" Bagaimana pekerjaan tuan muda?" Tanya Niken.
"Lancar!" Rey menjawab datar.
" Bohong saja kau Rey, tuan muda menyelesaikan segalanya sendiri dia malah sibuk jalan jalan"! Kiran menimpali.
" Kau kan yang mengajakku" Rey teriak.
" Sudah diam fokus dengan pekerjaan kalian" Susi menyeruput segelas kopinya.
" Susi suami mu kemana?" Robi
" Dia pulang dulu !" Susi
" Lihat dia bahkan pekerjaan suaminya lebih ringan dari pada pekerjaan nya, kenapa kalian tidak bertukar peran saja ,kau bisa setiap malam dengannya nanti " Niken menggoda.
" Yang penting dia ku layani dengan baik,apa masalahnya!" kesal
" Dalam bentuk apa" Tanya Rey penasaran.
"Jangan sibuk menjaga tuan muda terus mangkanya,sana cari pacar!" Ketus Susi.
" Niken juga mau kalau kau langsung melamarnya," Robi tertawa melihat wajah Niken merah.
" Cih" Rey pergi meninggalkan obrolan aneh teman temannya.
" Rey tunggu " Kiran berlari menyusul Rey.
" Dasar gila!" Niken kesal ikut pergi tertinggal Robi dan Susi akhirnya.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama melihat cinta segitiga Rey Niken dan Kiran.