Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
HADIAH


__ADS_3

Hana bersiap untuk turun setelah mandi dan memoles wajah nya dengan riasan natural. Begitu juga Cakra sudah siap dengan setelan kerja nya .


Keduanya turun bergandengan, Cakra yang khawatir dengan kehamilan istrinya memilih berganti dengan menggendong Hana.


" Sayang aku bisa jalan ,turunkan " ucap Hana sambil berbisik.


" Diam " Ketus Cakra yang memang selalu kesal saat Hana membantahnya.


Hana melihat Candra sudah duduk di ruangan tengah dengan meja yang penuh dengan kue.


" Mau apa dia ?" Kesal Cakra menatap lekat ke arah Candra yang sedang duduk memainkan ponselnya.


Cakra mendudukan istrinya diatas sofa , di susul oleh dirinya sendiri duduk disebelah Hana


Candra yang antusias tersenyum merekah dibibirnya ,sambil melihat Cakra dan Hana bergantian.


" Apa ini ?" Tanya Cakra


" Kue lah , " Ketus Candra .


Hana diam sambil tersenyum melihat tingkah kedunya,kadang akur kadang ribut.


" Aku membuatnya spesial untuk kehamilan kakak ipar " Sambil mempersiapkan piring kecil.


Cakra mendelik dan menatap adiknya tajam .


" Can. Jangan dulu di potong " Hana menarik pisau kue yang sudah dipegang oleh Candra. " Sayang pinjam ponsel mu " Tambah Hana menyodorkan telapak tangannya.


" Buat apa ?" Cakra enggan memberikan ponselnya dia tidak mau Hana memotret dengan ponselnya atau ponsel Hana. Mengabadikan kue buatan pria lain , apalagi sekarang Hana terlihat sangat sumbringah semakin membuat Cakra kesal. Istrinya bahagia bukan karena dirinya.


" Pinjam sebentar sayang " Hana menarik-narik ujung jas Cakra berkali-kali, tapi suaminya tidak bergeming.


Takkk... takkk.


Cakra merusak kue dengan menekan-nekan pisau diatas kue tersebut. Sampai balutan coklat dan krim yang sudah di hias dengan berbagai bentuk tersebut hancur tidak berbentuk.


" kenapa seperti ini , aku belum memotretnya" Rengek Hana tidak terima.


" keterlaluan kamu ,aku membuatnya semalaman " Candra setengah berteriak.

__ADS_1


" Aku tidak perduli " timpal Cakra dengan wajah kesalnya.


Hana menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Cakra.


" Kau mau memotret , sebentar " Merogoh ponsel nya dari saku jas , kemudian Cakra memotret kue tersebut beberapa kali. " Sangat lucu " Ledek Cakra menatap layar ponselnya.


" Kamu kalau ga suka bilang,jangan seperti ini " teriak Candra meningalkan ruang tengah dan setengah berlari menuju luar rumah.


Hana menatap kepergian Candra dengan rasa iba,kali ini perlakuan suaminya benar-benar keterlaluan. Hana mengerti jika suaminya posesif tapi tidak seperti ini juga kan ?


" kamu keterlaluan sayang, pasti adik mu sangat kecewa" Ucap hana menatap lekat wajah bahagia Cakra saat ini . " Jangan seperti ini"


" Kamu memang jadi pembela nya terus ya " Kesal Cakra merasa tersakiti. Saat istrinya membela pria lain sekalipun itu adalah Adiknya.


" Bukan seperti itu aku.."


Belum selesai Hana berbicara Cakra sudah pergi meninggalkannya sendiri. Bahkan tidak melakukan ritual seperti biasanya.Cium sana cium sini sebelum suaminya pergi bekerja.


Hana diam tidak menyusul Cakra keluar ,dia masih duduk di posisi yang sama menatap kue yang tidak berupa diatas meja.


Sedangkan Cakra melambatkan langkahnya menunggu Hana keluar mengejarnya.


" Cih !" Cakra kembali berbalik.


Masuk ke dalam mobil nya . Pergi dengan suasana hati yang sangat buruk meninggalkan kediaman rumahnya sendiri.


" Tuan muda " Rey tanpa berpaling , menundukkan kepalanya lemah , takut-takut kepalanya disambut seketika saat ini.


Dia bahkan sudah lama tidak melihat kemurkaan Cakra seperti sekarang. Apa yang membuat tuan muda murka sepagi ini ?


" Katakan ! " ketus Cakra sambil melonggarkan dasinya kasar.


Deg ..Rey benar-benar benar ,tuan muda sedang murka sekarang. Suaranya menggema , rahangnya mengeras serta tatapan tuan muda yang membunuh membuatnya menyesal memulai pembicaraan.


" Katakan, aku benar-benar tidak suka harus mengulang kembali kata-kata ku " Setengah berteriak.


" Maafkan saya tuan muda . Ini adalah masalah nona Marisa , beberapa waktu lalu nona Kiran bertemu dengan Ibunya dan Marisa ingin kembali ke rumah besar " Rey dengan peluh membasahi wajahnya.


" hahahaha " Tawa Cakra membentur langit-langit. Memang tertawa tapi itu benar-benar terdengar seperti lonceng kematian ditelinga yang mendengarnya.

__ADS_1


" aku sudah lelah dengan masalah Ayah, Sekarang masalah wanita ini " Gumam Cakra


Rey terdiam menunggu jawaban sekaligus perintah dari Cakra.


" Urus saja dia , terserah bagaimana kau mengurusnya " Cakra sudah bulat menyerahkan semua tentang Marisa kepada Reynan sekarang.


Tiba-tiba ponsel berdering.


Cakra menatap layar ponselnya dan membuang nafas kasar ke udara.


" Katakan " Langsung Cakra tanpa basa-basi, untuk memulai dengan menyapa pun dia sangat malas untuk suasana hati sekarang.


" Astaga,anak sulung ku sedang marah ya " Ucap Gea menimpali


" Kau sudah tahu kan ,dan sekarang tutup telfonnya " Perintah Cakra.


" Jangan marah-marah ,kau akan menjadi ayah nak. Jika kamu masih seperti ini ,anak mu saat lahir bisa-bisa tidak ingin lahir ke dunia ,saat mendengar suara menakutkan dari ayah kandung nya " Gea


Cakra menjatuhkan ponselnya di kursi sebelahnya, menyenderkan kepalanya . Memang benar yang diucapkan gea ,Cakra bahkan langsung merasa bersalah karena meninggalkan Hana begitu saja tadi.


" Halo , apa kau mendengar ku ??" Gea berteriak merasa khawatir.


" Rey , putar balik kita kembali ke rumah " Perintah Cakra sambil mematikan panggilan dari Gea sepihak.


Rey menurut tidak mau bertanya walaupun dia ingin.


Mobil berbalik kembali melaju ke arah rumah.


Cakra cemas , mengigit kukunya sambil berpikir.


Bagaimana cara dia meminta maaf kepada Hana sekarang?.


*****


**Author " Apa kabar semuanya, maafin ya baru sempet up 😚


kalo kalian mau aku up tiap hari , caranya gampang Vote ,like dan komen sebanyak banyaknya.


Walaupun author sibuk, tapi apreasiasi dari kalian sangat kuat author sempetin deh buat up tiap hari 🤞

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungan kalian di novel ku ini**.


__ADS_2