Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Sisca dan Rey??


__ADS_3

Rumah ketiga gadis itu lumayan jauh dari rumah kediaman Cakra.Rey mengantar kan Sisca yang rumah nya lebih dekat dari sana.


" Turun !" Teriak Rey hanya menatap sekilas Sisca di sampingnya.Dari balik kaca mata hitam yang dia kenakan.


" Aku tidak percaya padamu tuan !" menyeleneh manja membuat Rey ingin tertawa tapi dia menahan nya.Kaca matanya dia lempar ke dalam laci.


" Apa maksudmu?" Rey menatap lekat gadis disampingnya.Mobil berhenti di depan sebuah gang masuk ke dalam komplek perumahan.


" Kedua sahabat ku ini lugu,aku akan mengawal mereka sampai benar-benar dirumah masing-masing" Sisca mendekat kan wajahnya.Rey sedikit mundur ,saat wajah lucu itu berjarak sangat dekat dengan Wajahnya.


" Bagaimana" Tanya Sisca .


" Hah! " Mendesah kesal .Dia berpikir sejenak apa maksud dibalik perkataan Sisca padanya ." Baik duduk diam kembali ke posisi mu".


Sisca tersenyum penuh kemenangan .Dia mundur menjauhi Rey , Tuti mengabadikan dengan kamera ponselnya.Dia tahu Sisca akan mentraktir nya makan jika senang, apalagi melihat foto ini dia lihat,mungkin Sisca akan membuat irit uang jajannya selama seminggu.


Kendaraan melaju kembali,Rey masih fokus mengemudi.Sisca cekikikan sendiri, melihat semua foto mereka di rumah Hana.


jika aku bukan sahabat istir konglomerat itu.


seumur hidup tidak akan pernah


merasakan Kursi


empuk orang kaya .Susi


kenapa gadis ini selalu berkelakuan


aneh . Rey


" Aku pulang ya bye, terimakasih tuan tampan " Tuti membuat Sisca kesal.

__ADS_1


" Awas kau" Tangannya terkepal keluar jendela mobil.Tuti cekikikan sendiri.


Gadis gila .Rey


Sisca cemburu, dia tidak pernah sedekat ini dengan Rey.Dia sering melihat Rey dari kejauhan beberapakal.


Mobil berhenti di kediaman Hanum.


" Tuan jaga teman mu ,jangan menyentuh nya" Hanum berlalu pergi, Sisca melambaikan mengucap kan salam perpisahan.


"Cih!" Rey mendesis bingung.


Bagaimana nona bisa bersahabat.


Dengan ketiga gadis gila ini.


apalagi yang itu parah.Rey


" Tuan apa kau mempunyai pacar?" Tangannya menarik ujung jas Rey.Sebelum menjawab Rey mendesah beberapa kali.


" Apa masalah mu!" Teriak Rey membuat Sisca melepaskan Jasnya.


" Cih !" Sisca melipat kedua tangannya.


Ada perasaan tidak enak saat Rey melihat gadis itu cemberut sekaligus ingin tertawa.


" Aku tidak mempunyai wanita special !" Tegas Rey seperti memberi harapan pada Sisca.Gadis itu langsung sumbringah merasa senang.


" Tuan apa kau bisa membawa ku pulang ke rumah mu ?"


" Kau gila" Jawaban cepat dari Rey dan tatapan sinisnya

__ADS_1


Rey membiarkan gadis disampingnya mengoceh sendiri.


* * *


Lina dan Kiran.


"Aku rasa kita berhenti berharap pada Rey!" Mengaduk sendok di gelas kosong.Kiran melihat keputusan jelas diwajah Lina.


" Kau kenapa?" Tanya kiran mengenggam erat tangan Lina.


" Dia menyukai gadis lain!" Lina


" Oh !" Singkat dari Kiran membuat Lina curiga.


Apa Kiran sudah berhenti berharap dengan Rey.Dan memiliki pria incaran lain .


* *


Sampai didepan rumah Sisca.


Keduanya turun,Reynan tidak bisa mengantar sampai gang saja keadaan sudah malam.


" Terima kasih tuan Rey" Sisca Membungkuk.


" Masuklah " Rey melihat jam tangannya.


" Tuan Rey apa aku boleh Selfi dengan mu!" permintaan aneh dari Sisca membuat Rey menyunggingkan senyumnya.


" Tidak " Rey tegas.


" Cih!" Sisca masuk ke dalam gerbang rumahnya.Rey menunggu sampai gadis itu masuk.

__ADS_1


Setelah punggung gadis itu hilang dibalik pintu.Rey pergi untuk kembali ke rumah tuan mudanya


__ADS_2