Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Menginap di hotel


__ADS_3

Sampai dikamar sebuah hotel.Pekerja hotel tersebut sangat sopan selalu membungkuk sopan kepada suaminya.


Hana duduk diatas tempat tidur dan merasakan betapa empuknya ranjang itu.Cakra keluar mengancingkan bajunya dan menyisir rambut, Hana meletakan sekotak strawberry yang dia nikmati.Bergontai memeluk Cakra.Laki laki itu hanya diam senyum tipisnya muncul .Hana tidak bisa melihat dan terus menciumi punggung suaminya.


" Sayang " Hana berpindah dan duduk dimeja kaca menghadap pada suaminya.


" Apa sih!" meletakan sisir dan merangkul pinggang Hana.


" Kenapa kamar ini berbeda dari yang lain?" Tanya Hana menciumi dagu suaminya. Ingin mencium kening tidak sampai suruh siapa jadi gadis yang pendek Hana.


" Bagaimana kau tahu?" balik tanya dan mendarat kan Kecupan lembut di kening Hana.


" Aku pernah kesini dan menemui temanku"


" Kau gila! laki laki apa perempuan temanmu itu" Cakra terus menciumi bibir Hana dengan kecupan lembut merasai bibir strawbery itu.


" Diam dulu,jelas dia perempuan aku masih waras untuk apa menemui laki laki di hotel begini" Hana menjelaskan menahan wajah suaminya yang terus Cakra mengecup lama bibir itu dan menahan tungkak Hana agar diam,setelah cukup.dia berhenti sendiri.


" Mandi dulu sana ,bajumu ada ditas ambil dan cepatlah aku menunggu" Cakra menurunkan Hana dari meja dan mendorongnya masuk ke kamar mandi.


Aku kan masih ingin mengobrol menyebalkan.Hana


Gadis itu mandi dengan lama membersihkan tubuhnya dengan berendam juga , meneteskan aromaterapi agar membuat tubuhnya wangi.Hana tersenyum dengan apa yang dia lakukan ingin membuat suaminya senang.


Diluar Cakra menunggu.Memiringkan badannya menikmati sisa strawberry sambil menonton tv.

__ADS_1


Bel berbunyi.


" Selamat malam tuan" Membungkuk hormat pelayan hotel tersebut.


" Hemmm" Hanya berdehem menatap lekat pria dihadapannya yang seperti ingin mengintip ya.


" Saya hanya membawa ini tuan" Mengarahkan tangannya di nampan yang dia bawa,dia merasa dirinya terancam dengan tatapan tuan muda dihadapanya.


kemana di Rey kenapa menyuruh orang lain.Cakra


Cakra mengambil semua nampan berisi makanan Nusantara dan Jepang,tidak lupa potongan buah favorit Hana.Pelayan itu pergi mengusap dadanya yang berdegup ketakutan.Tuan muda tidak membiarkan sembarangan orang masuk ke kamar hotel VVIP nya.


" Bagaimana tuan muda?" tanya seorang pelayan wanita penasaran dengan tuan muda pemilik hotel tersebut,tempat mereka kerja.


" Dia menyeramkan,memang manis dan tampan tapi kan dia sudah menikah" menjawab ketus.


* * *


Dirumah besar kekacauan terjadi .


Robi bersitegang dengan Marisa.Marisa nekad membawa Agnes masuk dan berhasil membawa gadis itu menginjak ke dalam rumah.


" Nyonya tolong bawa teman mu ini, silahkan" Robi menunjuk pintu keluar dengan tangannya.


" Kau pikir kau siapa,aku sudah mempunyai ijin dari Cakra kau dengar?"Berteriak

__ADS_1


" Bagaimana mungkin nyonya mendapatkan ijin" Robi bingung sedangkan tuannya sudah berada di tanah air.


" Kemarin aku menelfon nya dia masih di negara Xx jadi dia tidak pulang hari ini," Menjelaskan dengan nada ketusnya dan berjalan ke arah dapur,diikuti Agnes yang takjub dengan isi rumah tersebut.


Robi menghadang sendirian Susi dan Niken belum juga kembali.Marisa kesal melemparkan gelas yang dipegangnya terburai kemana mana.


" Pengawal" Robi berteriak semua pengawal masuk menyeret Marisa dan Agnes keluar.


" Kurang ajar kau Robi" Teriak Marisa menarik jas yang dipakai Robi.Robi menepis kasar dan menjentikan jari telunjuknya.Marisa menciut dan mundur.


" Kau tahu Tuan muda sudah pulang dan sedang dijalan bersama Nona muda" Teriak Robi melangkah mendekat pada Marisa.


" Kau bohong" Bantah Marisa memegang tangan Agnes.


" Robi benar"Susi masuk sampai pada waktu yang tepat diikuti Niken.


ketiga pengawal terlatih itu menghadang pintu masuk rumah besar.Marisa meyakini kalau memang Cakra sudah pulang,dan takut untuk menubruk memaksa masuk.


" Ayo pergi" Marisa menarik tangan agens keluar gerbang.


" Tante aku ingin menginap saja disini" Agnes merengek


" kau gila" teriak Marisa kesal dan membuat Agnes takut mundur menjauhinya.


" Maafkan aku Nak,ayo sekarang kita pergi dulu" Membujuk Agnes agar menurutnya itu yang Marisa lakukan.

__ADS_1


kedua wanita itu pergi berjalan cepat agar bisa menjauh, jika tiba tiba Cakra datang melihat Agnes entah apa yang akan terjadi gumam Marisa pelan.


__ADS_2