Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Berkunjung


__ADS_3

Suasana makan berbeda karena kehadiran Marisa membuat suasana meja makan gelap gulita.Marisa yang terus menatap Hana membuat gadis itu risih setelahnya makan Hana berlalu pamit pergi.


"Kau mau kemana!" Marisa menarik tangan Hana kasar


" Maaf bibi saya mau istirahat"


" Kau kira siapa dirimu Hah!"


Berteriak membuat Susi datang ke arah mereka.


" Bekerja lah seperti perintahku ,kau hanya pelayan di sini"


" Maaf Bibi saya istri dari suami saya Cakra"


" Kau pikir aku tidak tahu alasan Cakra menikah dengan mu.Kau hanya pengganti suadara mu yang bunuh diri kan?" Nada makin meninggi.


" Maaf bibi jaga batasanmu.Lihatlah ini sekarang kendali rumah ada di tanganku jaga lidahmu dengan baik" Hana mengepalkan tangannya.Menunjukkan tumpukan kunci pintu dirumah itu Marisa mundur tidak percaya.


Apa benar dia sepercaya itu dengan gadis bodoh ini.marisa


Dia duduk menunggu Karan keluar kamar untuk menanyakan kebenaran kendali rumah.Tapi anak itu tidak muncul juga gumamnya . Ternyata karan sudah berangkat ke kampus pagi pagi.


" Nona,tuan Rey menelfon" Niken


Bahkan Cakra belum menelfon ku.Hana


" Apa katanya" Hana merebahkan tubuhnya tidak ingin keluar kamar karena Marisa terus berusaha mendekatinya.


" Galuh akan ke sini katanya Nona" Niken


" Oh ,baiklah" Hana antusias duduk dan menekan nekan ponselnya.

__ADS_1


" Nona dia laki laki apa perempuan?" Niken sedikit heran dengan nama yang dia dengar.


" Dia laki laki namanya saja yang manis .Ayahku dulu menginginkan anak perempuan lagi walaupun aku sudah ada,pas dia lahir ternyata laki laki.Ayah memberi nama yang bisa untuk laki laki dan perempuan entahlah ayahku emang sedikit pintar" Hana tertawa Niken juga ikut tertawa kecil dibibirnya.


Aku harus menjaga nya agar tidak menyentuh Nona.Niken


" Niken kau bisa keluar aku ingin tidur siang" Padahal masih pagi.Hana semalaman tidak tidur karena biasa ada yang mencium dan memeluknya .


"Maaf Nona saya tidak bisa meninggalkan Nona, tadi saya sarapan saja buru buru!" Niken terlihat sangat ketakutan Hana bisa melihat itu dengan jelas.


Apa si Rey memarahinya?".


Hana membiarkan Niken dikamar duduk disofa.Hana memejamkan matanya yang letih dan wajah Cakra begitu jelas di mata dan pikirannya.


* * *


Kedatangan Galuh.


" Kakak sudah bangun belum ya?" Berdiri dan. berjalan menuju rumah.


" Anda mau kemana tuan?" Tanya Robi


" Apa dia sudah bangun?" Galuh masih belum masuk ke dalam rumah.


Robi meminta Galuh duduk dan dia pergi untuk memeriksa.Niken yang baru keluar kamar disambut Robi didepan pintu.


" Apa Nona sudah bangun?" Tanya Robi


"Sudah, tunggu anak itu Nona akan segera menemuinya"


Robi pergi meninggalkan Niken .Semantar gadis itu berdiri didepan pintu berjaga jaga

__ADS_1


Di dalam kamar


Hana keluar dari kamar mandi selesai membasuh wajahnya dan berganti baju.Memgusap usap wajahnya dengan handuk kecil Hana Melihat ponselnya bergetar dan menyambar ponsel saat dia melihat Cakra mengirim panggilan video call.


" Hallo" Hana duduk diatas kasur dan merapihkan rambutnya.


" Hana apa kau baik baik saja?" Cakra duduk di sofa menatap wajah istrinya dan tersenyum.


" Tidak sama sekali" Ketus Hana.


" Maksudmu?" Penasaran


" Kau bahkan baru sempat menelfon ku sekarang,kemana saja ?" Hana membalik ponselnya menghadap tembok.Cakra tergelak.


" Benarkan kameranya ke wajahmu, aku ingin mencium bibir mu Hana!" Cakra mendekatkan wajahnya ke kamera.


" Tidak usah,nanti saja kalau kau pulang"


" Baiklah Hahaha jangan cemberut seperti itu,kau mau apa aku akan membelikan nya"


" Tidak usah sayang,kau kembali saja dengan sehat seperti kau berangkat aku sudah senang" merengek sedikit berkaca kaca karena menang Hana bahkan tidak pernah sejauh ini bersama suaminya.


" Ya sudah tutup ,aku harus bekerja lagi" Cakra merapihkan dasi nya menatap jam ditangan.


Dia tampan sekali si.Hana


" Kau saja yang menutup nya" ketus Hana


" Aku menyuruh mu" Nada meninggi Cakra juga tidak sanggup berhenti menatap wajah istrinya


" Cih!" Tuttt panggilan terputus

__ADS_1


" Dia sedang jauh dariku apa dia tidak merindukan, menyebalkan" Hana melempar ponselnya ke pojok kasur.Dan menyisir rambutnya untuk menemui adik nya dibawah


__ADS_2