
Hana merasa sedih karena dia telat membeli novel tersebut.
"Sabar sabar" Sisca memenangkan Hana yang merasa kecewa
" Apa kau akan meminjamkan nya untukku?"Tanya Hana
" Tentu tidak aku juga belum selesai" Sisca santai tidak perduli dengan Hana yang sedih,dia juga harus bersusah payah mendapatkan novel tersebut.
" Kau bisa meminjam punyaku?" Candra menyodorkan novel yang di inginkan Hana
Hana hanya diam membisu kenapa dia ada disini? itulah yang ada di pikirannya.
" Kita bertemu lagi " Tika antusias mendekat ke arah Candra
" Maaf aku tidak bisa menerima,temanku akan meminjamkannya" Senggol Hana agar Sisca ikut mengiyakan.
" Teman? bahkan dia menolak kan tadi ?" Tanya candra tertawa kecil karena jelas-jelas dia mendengar semuanya
" Kau bisa mengambilnya" Candra meletakan buku novel tersebut dikursi kayu,dan dia pergi masuk ke dalam toko buku.
" Dia sangat mirip suamimu?" Sisca memperhatikan dari ujung rambut sampai kaki
" Kau benar? dua pria tampan rupawan dimuka bumi ini " Lirih Tika masih mematung menatap Candra.
" Kalian ngomong apa sih " Hana teriak tidak terima " Jelas-jelas suamiku paling tampan dan keren"
Hana menjauh setelah menyambar novel yang dia peluk erat didadanya.
" Yehh diambil juga yang tadi menolaknya mentah-mentah" Ledek Sisca menyusul langkah Hana.
__ADS_1
* *
Kediaman Haryadi
" Dari siapa itu?" Tanya Maria curiga beberapa hari ini ponsel itu selalu Haryadi bawa bahkan ke kamar mandi sekali pun..
Membuat maria curiga
" Sayang dia Gea " Lirih Haryadi mengatakan tanpa memikirkan perasaan Gea " Apa boleh aku membawa mereka kemari".
Bagai disambar petir disiang bolong Maria tertuduh disofa.
" Kau kenapa?" Tanya Haryadi khawatir
" Apa kau sama sekali tidak memikirkan perasaanku?" Maria terisak
" Iya anak haram !" Kutuk Maria menatap lekat wajah berkerut dihadapannya.
" Jangan seperti itu Maria,dia anak halal ku.Anak yang selama ini mengalah untuk kebahagiaan Cakra " teriak Haryadi kesal
" Apanya yang mengalah? bukannya kau sering menengok anak mu itu,memang kau tidak menyayangi Cakra anakku" Maria menyela tisak terima saat nama anaknya disebut sebagai alasan masa lalu.
" Aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya saat menengok nya ke London,kau percaya lah maria " Haryadi memegang kedua tangan istrinya menciumnya hangat.
" Mana mungkin dia tidak bertemu dengan ayahnya" Maria menepis tangan Haryadi dan menaiki tangga.
Pintu kamar dia banting sampai membuat pelayan dan Haryadi kaget.
Para pelayan hanya menyimak perbincangan keduanya, apalagi pelayan senior yang sudah tiga puluh tahun menemani kehidupan bahtera rumah tangga Haryadi dan Maria.
__ADS_1
* *
Di kantor Cakra berusaha menelfon Hana tapi gadis itu lupa untuk mengisi daya ponselnya.
" Tuan !" Rey memanggil setelah dimasuk tergesa-gesa
" Apa ?" Cakra masih terus berusaha menelfon Hana
" Adikmu ada ditanah air " Rey terbata takut-takut salah dalam menyampaikan hal penting kepada Cakra.
" Dimana kau melihatnya?" Tanya Cakra memasukan ponselnya ke saku jasnya.
" Semalam dia makan malam bersama Marisa tuan !" Tutur Rey yang membungkuk hormat
" Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Cakra mendesah
" Dia baik-baik saja tuan,dia semakin mirip dengan mu!" Rey terdiam
Rasanya dia ingin membenturkan kepalanya ke tembok...
" Maaf tuan" Katanya lagi
" Jaga dia jangan sampai wartawan tahu gosip masa lalu itu memang terbukti ada" Tegas Cakra memerintah Rey .
" Dia bisa terluka jika seantero negeri tahu kalau ada senjata api yang bisa menjadi alat menghancurkan ku"
Matanya berkaca-kaca menatap keluar jendela.Mengkhawatirkan keadaan adiknya jika sampai musuh musuh dalam bisnisnya tahu kalau dia adik dari dirinya.
Tentu adiknya tidak akan hidup tenang
__ADS_1