
Hana sengaja meminta ijin kepada suaminya yang sedang bekerja,agar mengiyakan tanpa banyak bertanya.
" Tik bawa aku ke supermarket , kita beli dulu sedikit makanan untuk Lina " Hana naik ke dalam mobil setelah Tika mengangguk mempersilahkan nya masuk.
Tika menutup pintu mobil dan beralih masuk ke kursi kemudi.
Kendaraan keluar dari gerbang meninggalkan kediaman rumahnya.
* * *
Di perusahaan terjadi kekacauan karena seseorang datang memohon pada Cakra
" Untuk apa kau kemari ?" Cakra berdiri didepan Kim yang sudah bersujud beberapa kali padanya.
" Aku minta maaf atas semua kesalahanku , aku ingin sedikit belas kasih dari tuan muda baik hati seperti mu tuan " Kim kembali mencium kaki Cakra berulang ,sampai Cakra kesal .
" Kau salah orang,aku tidak punya hati se suci yang kau pikirkan " Cakra melepaskan tangan Kim dari kakinya " Dan ingin ini baik-baik,apa yang kau lakukan pada istriku,bahkan masih ringan dari hukuman mu sekarang " Teriak pada Kim Cakra duduk dibibir meja kerjanya.
" Aku mohon maafkan aku ,dan bersihkan namaku tuan .Aku akan melakukan apapun yang kau mau " Kim sudah pasrah melupakan harga diri yang selama ini menjadi penopang karirnya.
" Kau masih berani meminta padaku ?" Cakra berteriak mencengkram baju Kim sampa mereka saling berhadapan jarak dekat. " Ini masih mending dari pada kaki mu aku tarik sampai lepas ".
" Aku mohon karir ku yang kau rusak adalah cita-cita ku dari kecil ,maafkan aku jika perlu pada Hana pun aku akan siap mencium kakinya "
Cakra semakin murka mendengar Kim yang berniat kembali menatap hana istrinya bahkan menyentuhnya.
" Sialan "
Buggg Cakra meninju wajah Kim keras darah dari bibir Kim menetes.
Kim meringis terduduk bersimpuh dikaki Cakra kembali
__ADS_1
" Aku mohon" Lirihnya benar-benar terdengar sangat frustasi.
" Keluar dari ruangan ku" Cakra menendanh Kim agar menjauh dari kakinya.
Kau membuatku kelepasan dan
mengingkari janjiku pada Hana .
" Aku mohon beri aku kesempatan sekali ini saja " Kim berdiri dibelakang tubuh Cakra yang meninju tembok berkali-kali.
" Kau mungkin lupa dan sekaligus hilang ingatan, kesempatan kedua tidak aku berikan pada siapapun yang menyia-nyiakan kesempatan pertama nya " Cakra kembali memukul wajah Rey berkali-kali.
" Ampuni aku tuan " ucap Kim setengah berteriak agar pria yang menggila itu berhenti menyiksanya.
" Rasakan ini " pukulan mendarat diperut Kim sampai lelaki itu muntah darah . " Kau membuatku keluar dari batas ku,dan sekarang sudah terlanjur aku akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri "
Teriakan Kim membuat Rey yang berdiri diluar depan pintu khawatir,apa yang di lakukan tuan muda sampai membuat kegaduhan
Dia terlonjak melihat Cakra yang sedang memukuli Kim , bahkan menendangnya tidak perduli Kim sudah memohon ampun dari tadi padanya
" Tuan tuan hentikan " Rey menahan tubuh Cakra sekuat tenaga tapi tidak berhasil " Tuan ,aku mohon jangan membuat nona muda kecewa ".
Teriakan Rey membuat Cakra berpaling menatapnya.
" Siiiit sial " Umpat Cakra duduk di sofa ,menatap Kim seperti dia belum puas mengganjarnya.
aku salah membiarkan mereka berdua.
" Kim bangun " Rey menarik Kim agar pria itu sadar , tapi sayang Kim bahkan terkulai tidak mampu membuat tubuhnya duduk sekalipun.
" Cih " Cakra mendengus dingin saat Rey meliriknya.
__ADS_1
Rey keluar dari ruangan.
" Kalian kemarilah " Teriak Rey membuat para pengawal yang berdiri tegap berjaga langsung menghampiri nya dan ikut masuk ke ruangan Cakra
" Bawa dia ke rumah sakit" Rey memerintah ikut membantu menggotong Kim keluar menjauh dari cakra yang belum bisa meredam amarahnya.
* * *
menuju rumah Lina.
Hana melihat sebuah rumah lumayan besar untuk Lina dan orang tuanya tinggal.
Ting..nong
Hana menekan bel .
Hana menunggu didepan gerbang yang setinggi tubuhnya,dia berdiri sampai seseorang datang .
" Nona kau bisa duduk di dalam mobil " Tika cemas melihat Hana yang sudah terlihat pucat.
" Tidak aku akan menunggu disini saja bersama mu " Tolak Hana sembari tersenyum membuat Tika membungkuk mengiyakan.
" Tika aku memiliki pertanyaan untukmu , dan jawab dengan benar" Hana langsung ingat dengan pertanyaan yang beberapa hari ini mengganggunya.
" Katakan nona ,aku akan menjawab apapun yang kamu ajukan padaku " Tika tersenyum dan membungkuk, secepat kilat dia kembali berdiri tegap di depan Hana.
" Bagaimana bisa kau membuat suami ku tidak memecat mu ?" Tanya Hana mengernyitkan dahi saat gadis didepannya malah tergelak.
" Maafkan saya Nona"Tika menahan sebisa mungkin tawa dari bibirnya
Hana masih menunggu.
__ADS_1