
Setelah selesai Cakra mandi sendiri dan meninggalkan Hana berbalut selimut diatas tempat tidur.
Hana bangun karena perutnya berbunyi tidak tertahan kan. " Lapar !" Lirihnya melepaskan selimut.
Hana terlonjak karena tubuhnya tidak memakai sehelai benang pun sekarang. " Astaga ! " Hana mengingat-ingat apa yang terjadi , setelah kejadian tadi berputar dikepalanya Hana menepuk dahinya sendiri kasar.
" Kau sedang apa !!" Cakra berteriak dengan hanya memakai boxer membuat Hana mengenyit.
" Pakai baju sana !!" Hana teriak kenapa tubuh suaminya semakin seksi ?.
Cakra mendekat menjatuhkan wajah Hana di Dada bidangnya. " Kau suka ? " Tanyanya sambil tersenyum.
" Tubuh mu semakin berotot apa rahasianya?" Tanya hana merasa geli karena tangan Cakra sudah bermain diarea sensitif.
" Tidak perlu tahu , tugas mu hanya untuk menikmatinya . " Semburat merah dikedua pipi istinya membuat Cakra ingin tertawa.
" Mana bisa kau berbicara enteng seperti itu sih ?" Hana memukul dada suaminya lembut,membuat tubuhnya kembali di tindih oleh Cakra.
" Aku lapar sayang " Lirih Hana menghentikan kebuasan Cakra yang tidak pernah merasa puas tersebut.
Cakra turun, duduk normal menghentakan ciumannya yang terus menyerang leher dan bibir istirnya. " Pakai baju mu dan susul aku ke bawah "
" Baik.!" Hana menarik selimut dan membawanya sampai kekamr mandi, Cakra memakai baju setelah itu dia turun kelantai bawah.
Untuk menyuruh pelayan menyiapkan makan malamnya walaupun saat ini waktu semakin larut 22:30 .
" Siapkan makan malam secepat nya !" Perintah Cakra kepada Susi yang langsung membungkuk.
" Baik tuan muda !" Susi mundur dan berbalik menuju dapur untuk menyiapkan semuanya.
__ADS_1
Cakra melangkah menuju luar rumah, melihat semua pengawal yang sedang berjaga.
" Tuan !" Semua pengawal membungkuk hormat ,dan terkejut kenapa tuan muda keluar tanpa aba-aba dari Rey yang jelas sudah pulang sedari tadi.
" Apa ada masalah?" Tanya Cakra melirik kanan kiri.
" Satu mobil terus mundar mandir disekitar kawasan tempat kita tuan " pengawal berbadan tegap berwajah menyeramkan mendekat dan berbicara melaporkan kejadian tadi saat Candra datang.
" Awasi mereka jangan sampai membuat nyawa keluarga ku terancam " Perintah Cakra
" Baik tuan ! " Semua membungkuk kembali
Cakra meninggalkan ruang luar dan kembali masuk ke dalam rumah,dia berpapasan dengan Candra yang menatapnya lekat.
" Kenapa kau tidur dengan wanita lain ?" Tanya candra tanpa basa-basi membuat Cakra berbalik mendekat padanya.
" Apa katamu ?" Berbicara dengan emosi
kini wajah mereka saling berhadapan dengan tatapan sama-sama membunuh.
Hana yang baru keluar dari kamar, menyisir rambutnya dengan jari. Dia memperhatikan kedua adik Kaka itu yang sedang berbicara serius.
" Bagai duren dibelah dua " Hana berbisik dan tersenyum melihat kemiripan antara Cakra dan adiknya.
Buggg...
Hana terlonjak saat keduanya malah baku hantam didepan matanya.
" Kalian sedang apa !" Hana setengah berteriak.
__ADS_1
Candra yang sudah ingin melayangkan bogem mentah nya terhenti. Candra dan Cakra saling menatap satu sama lain, dan menatap Hana kompak
" Kita sedang saling menyapa, sudah lama tidak berjumpa " Kata Cakra memeluk adiknya kasar. " Jangan membuat Hana ku curiga."
" Hahahaha iya iya kami sedang meluapkan kasih dan sayang satu sama lain" Candra tertawa garing dan membalas pelukan abangnya.
*****
Di meja makan.
Ketiganya makan malam bersama, Cakra yang ingin berdua saja merasa terganggu.
Hana memperhatikan keduanya, Cakra yang lebam di pipi kiri sedangkan Candra yang berdarah disudut bibirnya.
Jelas-jelas itu bukan sapaan mereka berdua memang bergulat sengit tadi
" Mau lagi ?" Tanya Hana kepada suaminya yang mulai menghabiskan setengah porsi makannya.
" Tentu " Candra mengambil alih dan meraih makanan yang disodorkan Hana .
Cakra menyikut tangan adiknya kasar .
" Ini punyaku kau bisa mengambil yang lain " Cakra mengambil piring yang diambil oleh Candra secara paksa dari Hana.
" Tapi aku mau ini ,yang dipilih kan kakak ipar " Candra bersikukuh.
Satu piring menjadi korban keduanya dan saling tarik menarik.
Hana mengenyit..
__ADS_1
" kalian berdua jangan makan , untukku saja " Hana kesal menuangkan semua lauk di piring yang diperebutkan oleh keduanya,Hana makan dengan wajah yang begitu kesal menatap Cakra dan adiknya