Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
SK 245


__ADS_3

Akhir pekan


Cakra mengajak Hana untuk sarapan hanya berdua saja.


Melarang semua keluarga yang akan ke meja makan hari ini.


Cakra memilih roti tawar menjadi sarapan paginya bersama Hana.


Hana hanya menurut, Cakra masih kesal dengan tingkah Candra kepadanya tadi malam


" Sayang,kau mau membuat apa ?" Hana melihat Cakra Mengukir sebuah bentuk diatas roti dengan hati-hati.


" Lihat saja nanti kau diam jangan mengintip,tutup mata mu " Perintah Cakra yang langsung di turuti Hana.


Hana membuka jarinya untuk melihat apa yang dilakukan Cakra. " Jangan mengintip sayang " .Cakra diam menghentikan aktivitas nya


" Iya iya iya " Hana kembali menutup matanya rapat


Menghitung satu sampai seratus untuk membuat waktunya tidak terasa lama.


" Sudah selesai " Cakra menaruh Roti buatannya diatas piring, Hana yang penasaran langsung membuka matanya


Dia terenyuh dengan apa yang dibuat Cakra diatas roti,slai merah strawberry diatas dengan bentuk hati yang sangat rapih karena Cakra sangat hati-hati membuatnya.


__ADS_1


" Ini sangat cantik " Hana meraih piring dan memperhatikan nya dengan seksama .


" Astaga,aku bahkan belum menyuruh mu untuk membuka mata. Merusak suasana saja " Cakra menarik piring yang dipegang Istrinya. " Tadinya aku akan memberikan roti ini setelah mencium mu , menyebalkan " Ucapnya sambil menatap roti berbicara dengan nada kesal tapi bibirnya tersenyum manis



" Tidak harus seperti itu,aku sangat menyukainya terimakasih " Hana berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Cakra.


Cuppp


kecupan lembut dibibir suaminya sebagai ucapan terima kasih atas apa yang dilakukan Cakra untuknya. " Ini sangat lucu , aku tidak tega untuk memakannya " . Tubuhnya ditarik Cakra,kini Hana sudah dipangkuan Cakra saling menatap lekat.


Cakra sudah memiringkan kepalanya secepat kilat dia balas ciuman Hana dengan bibirnya. " Emm...emmh " Lirih Cakra membuat Hana mencengkram rambutnya.


Tiba-tiba kemunculan Candra membuat Hana dan Cakra terlonjak. Gadis itu langsung turun dan duduk membelakangi candra yang menatap nya.


malu sekali!


apa aku tadi membuat ekspresi aneh ?


aaaaa gila.. Hana meneguk susunya kasar .


" Kenapa ?" Tanya Cakra menatap adiknya.


" maaf aku tidak tahu kalau kalian sedang seperti itu tadi " Ucap Candra sedikit ragu

__ADS_1


" Seperti apa ? " Hana menyahut cepat dan menoleh melihat Candra. " Lupakan kejadian tadi,kau pergilah sana jangan menganggu kami "


" Benar " Cakra terbata, melihat Hana yang sudah merah menahan malu . Cakra mengusap bibirnya dan menatap Candra agar pergi


Candra pergi keluar tanpa berniat untuk menoleh kembali .


" Sialan !" Umpatnya kesal melewati Susi dan yang lain.


" Kakak " Teriakan kesar di iringi pelukan hangat menerpa tubuh Candra ,Karan yang baru pulang antusias saat mendengar kabar kalau Candra datang untuk tinggal di rumah yang sama.


" lepaskan ,sesak !!" Candra merasakan pelukan gadis itu sangat kuat . Heboh dan membuat nya tersengal


" Hahhaha maaf-maaf " Karan turun dari tubuh Candra yang dipeluknya tadi.


" Bagaimana kabar mu bocah nakal " Candra tersenyum mengacak-acak rambut Karan sampai berantakan.


" Jangan seperti ini ,kau sama sekali tidak berubah " Karan cemberut dan merapihkan rambutnya kembali.


Candra keluar dari rumah menuju luar, di ikuti oleh Karan dari belakang.


" Ambilkan dua cangkir teh hijau dan cemilan " Perintah Karan yang langsung diiyakan oleh pelayan.


" Aku sudah sarapan " Candra menolak


" Jangan seperti itu,kita sudah lama tidak bertemu kan luangkan waktumu sebentar ,jangan canggung seperti itu " Pak..pakk Karan memukul tangan Candra berkali-kali.

__ADS_1


Candra hanya tersenyum dan menggeleng,kedunya duduk bersama


__ADS_2