
Hana tidak ijin keluar rumah hari ini ,dia pergi setelah mengisi formulir pendaftaran nya dan bertekad bertemu dengan Candra.
" Nona apa kita tidak akan mendapat masalah ?" Tika yang dari awal mengemudi dan sekarang sudah setengah perjalanan,dia khawatir sekaligus takut.
Hana tersenyum tipis melihat pesan masuk dari kemarin ke aku Instagram nya .
Memang benar Hana tidak memberikan no ponselnya pada canda.
♥️
Apakah kita besok jadi bertemu?
Pesan dari Candra dan Hana baru membalasnya beberapa detik yang lalu.
♥️
Temui aku di cafe bla bla .... Aku sudah diperjalanan .
Pesan balasan dari Hana .Candra yang memang sedang online saat itu langsung membaca dan membalas pesan dari Hana .
♥️
Akun segera bersiap! see you 💘
Hana mengenyit mendapatkan pesan terkahir dari Candra.
" Apa maksudnya?" Berbisik dan membulatkan kedua bola matanya,dia merasa khawatir sendiri dan tidak mendengar apapun yang diucapkan Atika
" Nona " Tika setengah berteriak melihat Hana yang melamun setelah membaca pesan,dia takut apa ada yang mengancam nona muda ?
"Hana tersentak dan gugup . " Ya Tika " jawab Hana menatap lekat rambut yang diikat sampai atas itu.
" jika kita mendapatkan masalah bagaimana?" Tanya Tika dengan pertanyaan yang sama
" Berdoalah" Hana tersenyum tapi malah semakin membuat tika ketakutan.
Tika mengatur nafasnya pelan, berusaha rileks agar pikirannya tidak terus memangku kekhawatiran.
Mobil sampai disebuah cafe yang disebutkan Hana .
Tika keluar ,setelah itu dia membuka pintu mobil mempersilahkan nona muda keluar.
__ADS_1
Hana masuk diikuti oleh Tika yang mengawalnya.
" Silahkan mau pesan apa nona ?" Pelayan cafe Menyodorkan daftar menu untuk dipilih pengunjung cafe.
Hana menerima ,membuka dan memilih menunjuk satu persatu..
" Ini semua" Hana menunjuk makanan ringan dan juga jus
pelayan mengangguk setelah itu pergi meninggalkan Hana,Tika sigap berjaga-jaga melirik kanan diri
" Cepat sekali dia !" Hana menatap langkah pria tegak dan tersenyum melambai padanya.
Hana membalas dengan lambaian tidak tersenyum.
" Apa kau menunggu lama ?" Candra duduk mengatur nafas yang terengah-engah .
Hana tersenyum melihat wajah Candra berkeringat,dia mengeluarkan tisu dari tas nya. " Kau sepertinya terganggu?" .
" Tidak ,aku hanya mengejar bus tadi aku tertinggal lumayan jauh " Ucap Candra meraih tisu dan mengucapkan nya berkali-kali diwajab dan lehernya . " Kau mau pesan apa " .
Candar meremas tisu dan menyimpannya dibawah meja.
" Terimakasih, aku bisa memakan apapun ,jika tidak aku bukan seorang koki " Candra tersenyum meletakan tas yang dia slempang di atas meja.
" Kau benar " Tersenyum kembali dan membuat Candra membalas senyuman nya ." Katamu tadi naik bus ? apa kau tidak mempunyai kendaraan"
Hana menerka-nerka tampang dan semua yang Candra pakai barang branded semua ,kenapa dia tidak memiliki mobil atau kendaraan pribadi lainnya.
" Huff " Candra membuang nafas dan terguncang untuk pertama kali seseorang perduli padanya " Aku tidak sekaya dirimu istri konglomerat " Tertawa renyah
" Bukan seperti itu " Hana merasa tidak enak hati " Sudah biasakan semua orang memiliki kendaraan pribadi" .
Hana menunggu jawaban
" Kemarin aku meminta mobil karena motor ku rusak, tapi ayah ku sangat susah di temui " Candra
Meminta mobil? seperti meminta kacang saja .Tika mendesah
" Silahkan nona dan tuan " Dua pelayan datang membawa nampan ditangan masing-masing.
Mereka meletakan makanan yang dipesan Hana dengan hati-hati,Hana hanya tersenyum dan itu membuat Candra ingin selalu menatap nya.
__ADS_1
" Permisi, Kak can " Seorang gadis datang tinggi cantik dan elegan, menghampiri meja mereka.
" Kau mengenalnya ?" Tanya Hana dan Candra menggeleng...
" Aku penggemar mu kak can ,aku pemilik cafe ini sebagai gantinya kau bisa makan sepuasnya.Tapi aku ingin Selfi dengan mu " Tubunya mendekat pada Candra yang duduk tanpa meliriknya.
" Tentu " Jawab Candra merapihkan baju dan rambutnya.
" Oeeeekk so tampan " Delik Hana membuat Candra tergelak .
" Dia memang tampan nona" Sahut gadis yang meminta Selfi menatapnya tajam penuh curiga.
Candra mendekat dan bergaya dengan senyumannya.
Cekrekk Cekrek beberapa foto mereka ambil berdua.Hana tidak peduli dan memulai menyantap makanannya.
Dia sangat merasa lapar walaupun tadi malam banyak dirumah.
" Terimakasih kak can , silahkan menikmati semua hidangan gratis ini " Entah niat apa yang terselip karena kalimat terkahir seperti dia garis bawahi dan menatap Hana.
" Apa?" Hana tersenyum meledek " Aku akan membayar tenang saja " Ucapnya sambil melirik keduanya bergantian.
" Jaga sikapmu nona ,kau bisa saja terpaksa menutup cafe mu lima menit kemudian jika berbicara tidak sopan kepada nona ku " Tika menarik tangan pemilik cafe dan mencengkramnya.
Pemilik cafe itu malah tertawa.
" Memangnya dia anak presiden,atau anak ataupun istri konglomerat negeri ?" ledeknya kembali melirik Hana.
Candra merasa kesal dan menatapnya tajam , sampai gadis itu menciut takut.
" Kau benar,nona yang cantik itu adalah kebetulan istri tuan muda Cakra .Kau bisa ikut aku jika tidak percaya " Tika mencengkram lebih kuat tangan gadis yang meledek nona mudanya.
Gadis itu diam dan menatap Hana ,jelas dari cara berpakaian dan semua aksesoris itu hanya mampu dimiliki oleh golongan manusia seperti Cakra.
" Jika itu benar maafkan aku nona muda " lirih herucap membungkukkan kepala.
" Lepaskan dia " Hana melirik tika , Tika menurut.
Gadis itu di seret Tika agar menjauh dari Hana dan Candra.
Keduanya kembali tenang dan mulai berbicara kembali
__ADS_1