Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Tes kehamilan


__ADS_3

Hana masuk ke dalam rumah disambut Susi yang terlihat serius.


" Maaf ,ada nyonya Maria didalam " Susi melirik Tika.


" Sejak kapan ibu disini? " Hana cemas sendiri takut saja jika tiba-tiba Maria menanyakan perkembangan keadaan rahim nya.


" Nona muda kau tidak apa-apa?" tanya Tika melihat Hana yang melamun dengan tatapan kosong tidak tentu arah.


" Astaga aku melamun" Hana mengusap wajahnya kasar dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Hana meletakan tespek dibelakang punggung nya agar tidak terlihat oleh Maria


" Ibu apa kabar " Hana tersenyum dan langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Maria.


" Aku baik-baik saja, kenapa kau terlihat sangat kurus dan pucat apa kau sakit ?" Tanya Maria melirik Susi yang saban hari menjaga menantunya


Hana yang melihat tatapan itu langsung menyambar . " Ana selalu pusing dan muntah bun,tapi tidak apa-apa Susi selalu menjaga makanan yang ana makan ko !" ujar Hana membuat Maria membelai pipinya.


" Apa jangan-jangan... " Maria langsung terhenti setelah kesadaran nya kembali kalau Hana sedang dalam keadaan tidak baik sekarang.


" Susi tolong ambilkan minuman, untukku ingin perasan jeruk nipis tanpa gula " Susi langsung mengangguk dan pergi.


" Itu pasti sangat masam nak!"


" Tidak Bu itu sangat segar ,Hana sering mengkonsumsi nya akhir-akhir ini " Maria yang mendengar perkataan Hana langsung mengkerut kan dahi.


Ada apa sebenarnya dengan menantunya.


" Oh iya ibu beli buah-buahan tadi dijalan ,jarang² melihat buah seperti ini yang masih segar . Kamu tolong cuci dan hidangkan pada kami ya " Perintah Maria kepada Tika Tika sigap mengambil dan berjalan menuju dapur.


" Aduh .." Hana merasa air liurnya seperti akan menetes melihat buah belimbing yang berwarna orange kekuning-kuningan tersebut.


Maria tersenyum tipis melihat tingkah laku Hana. Tika datang dengan nampan serta pisau disana.


" Ini nona" Meletakan nampan diatas meja.


" Tika tolong buatkan sambal rujak dong ,pasti enak dicocol buah belimbing kaya gini "


" Baik!" Tika kembali masuk ke dapur untuk melakukan yang diperintahkan Hana.


" Kamu kayak orang ngidam aja hehe " Ibu tertawa kecil menatap Hana.


" Haha ibu " Wajahnya berubah menjadi muram durja seketika mengingat ngidam itu mungkin tidak akan pernah dia alami sebagai wanita.


" ibu mau tanya,apa benar Candra tinggal disini ?" Maria bahkan sedari tadi berusaha mencari Candra tapi tidak ketemu.


" Iya benar Bu, suamiku dengan adiknya sedang diperusahaan " Hana berbicara sambil memasukkan potongan buah belimbing ke mulutnya.

__ADS_1


" Anak sialan" Maria berbisik tapi Hana jelas mendengar nya dan terlonjak kaget kenapa ibu membenci Candra.


Panjang lebar mereka mengobrol berdua menikmati rujak belimbing buatan Tika.Sedikit terlalu kebanyakan garam tapi tidak masalah Hana tetap menikmatinya.


Tidak terasa waktu berlalu cepat sore menjelang,di luar Susi sedang mengabsen pelayan bergangian sif .


Tika bertugas menjaga Hana dan Maria, Hana menawari Tika tapi mertuanya menahan


" Maaf Bu ,Ana kebiasaan apa-apa sama Tika " Ucap Hana sambil tersenyum


" Gapapa tapi jangan diulangi suamimu tidak akan menyukai nya " sahut Maria mengecup kening Hana .


Tak...tak hentakan Kaki mengarah ke dalam rumah Maria sumbringah untuk bertemu Cakra. Tapi yang muncul malah Candra ,Candra mematung menghentikan langkahnya dan menatap Maria.


" Can,sapa ibu sini " Hana menggerakkan tangannya agar Candra mendekat.


Pria itu malah mendelik melewati kedua wanita tersebut dan menaiki anak tangga setengah berlari.


" Maafkan sikap Candra ya Bu ,memang dia seperti itu " Hana menenangkan Maria yang terlihat malu dengan sikap Candra padanya.


Hana tidak tahu kalau Maria dan Candra sering bertemu dan saling bersikap dingin seperti sekarang.


Cakra masuk di ikuti Rey dari belakang. Cakra tersenyum melihat ibunya sudah ada dirumahnya bersama sang istri tercinta.


" Sayang " Hana berdiri tapi Cakra malah memeluk Maria yang tengah duduk.


Hana cemberut dan duduk kembali. Maria tertawa melihat Cakra yang sengaja mengerjai Hana . " Nak ,jangan seperti itu lihat Hana cemberut tuh " melirik Hana . Hana seketika menoleh dan berusaha tersenyum .


" Kau mau di peluk ? kemari,,,kemari " Cakra menghambur menindih tubuh Hana diatas sofa.


Rey kabur terlebih dahulu. Sedangan Maria tertawa-tawa bahagia melihat keduanya begitu bahagia sekarang.


" Lepaskan,ada ibu . Malu " Rengek Hana berusaha mendorong tubuh besar suaminya tapi tidak berhasil.


" Cakra sudahlah ,Hana kesakitan nanti " Maria menarik-narik bahu Cakra sampai Cakra akhirnya bangun


" Dia yang meminta dipeluk " Tuding Cakra dengan meletakkan jarinya dikening Hana.


" Dia minta dipeluk bukan melakukan hal seperti itu,tidak tahu malu " Cibir Maria sambil tersenyum.


Hana cekikikan penuh kemenangan.


Cakra yang sekarang diam cemberut karena ibunya menjewer nya seperti anak kecil didepan istrinya, jatuhlah lah sudah kewibawaan dirinya didepan Hana.


" Ini apa ?" Cakra meraih kantung plastik yang diikat dibawah kakinya.


Hana panik kenapa barang itu bisa jatuh dari tas nya.

__ADS_1


" Rey " Teriak Cakra kepada Rey di luar rumah . Hana semakin panik apa yang mau dilakukan nya sekarang.


Maria mengajak Hana agar menjauh melihat kepanikan Cakra .Rey masuk bersama pengawal lain.


" Ada apa tuan ?" Tanya Rey memeriksa seluruh ruangan apa yang salah sampai Cakra berteriak seperti tadi.


" Periksa itu , dan buka hati-hati aku melihat benda gepeng disana " Tunjuk Cakra ke plastik bening dibawah meja.


" Jangan,,,jangan itu milikku " Hana menghadang.


" Kau menyembunyikan apa Hana . " Cakra menatapnya penuh curiga.


Rey langsung melewati Hana yang menghadangnya.


" Astaga !" Berbisik Hana panik .


Candra yang mendengar kegaduhan ikut panik dan turun kelantai dasar.


Rey masih menekan-nekan plastik dengan sepatu nya ,dia juga tetap waspada jika barang itu berbahaya untuk semua orang.


" kalian kenapa ? ada apa sebenarnya ?" Candra menatap Hana yang merem melek melihat Reynan.


Candra langsung menghampiri reynan tanpa menunggu semua orang menjawab pertanyaan nya.


Candra melihat lambang apotek yang beberapa kali dia lewati,di raihnya plastik tanpa ragu.


" Bodoh itu berbahaya " maki Rey kepada Candra.


" Kalian sedang main drama haha " Tawanya menggelegar melihat drama aneh didalam rumah.


Hana mengenyit mengedipkan matanya berkali-kali agar Candra diam tanpa banyak bicara.


" Kenapa kau berkedip padaku ?" Tanya candra membuat abangnya murka dan menatap lekat Hana .


Dasar bodoh ,gilaaaaa. maki Hana dalam hati kenapa kau malah berbicara seperti itu sih,lihat suamiku langsung bereaksi.


Hana berusaha melepaskan cengkraman tangan Cakra dari pergelangan tangannya.


" Lepaskan dia " Candra menepis tangan Cakra dari pergelangan Hana.


" Sial !!" Umpat Cakra kesal dan berbalik memijat dahinya berusaha menguasai diri dari rasa cemburu.


" Ini hanya alat tes kehamilan, kalian benar-benar membuat drama " Candra mendelik.


Cakra berbalik tersentak kaget dan meraih apa yang dipegang oleh Candra . " Ini punya mu ?" tanya Cakra menatap Hana .


Hana memgangguk pelan takut-takut suaminya marah.

__ADS_1


__ADS_2