Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Cakra marah


__ADS_3

Hana sudah memilih dimana dia akan belajar memasak hanya saja belum meminta ijin kepada Cakra ,tempat yang paling dekat dari rumah


Ponsel berdering .


Lama kali angkatnya !!!!!


" Hemm halo " Cakra


" Ibu berangkat hari ini apa kamu dan Hana tidak akan mengantar ?" Gea


" Jam berapa ?"


" Jam 10 ,harus kemari jemput ibu ya nak ke hotel "


" Ok !"



Panggilan terputus!


Cakra Kembali menyimpan ponselnya diatas meja.


" Ibu Gea akan berangkat ya?" tanya hana mengusap usap dada suaminya yang terbuka.


" Hemm " Kembali memeluk Hana erat


" Ya sudah ayo bersiap , kamu mandi duluan aku siapin pakaian mu " Hana melepaskan pelukan suaminya,tapi kembali lagi ditarik oleh Cakra.


" Ayo mandi !" Hana menusuk-nusuk pipi cakra.


" Panggil aku sayang dulu " Pinta Cakra menenggelamkan wajahnya didada Hana .


Gadis itu menggeleng


Untung udah selesai langsung


pake baju. Gumamnya dalam hati membiarkan Cakra semaunya sendiri.

__ADS_1


* * *


Hotel


Gea sedang sarapan pagi bersama Candra.Anaknya diam seperti biasa tidak banyak bicara kalau belum ditanya


" Kakakmu akan menjemput kita kemari , siap-siap dan jangan kabur menghindari Abang mu Candra !" Gea menatap anaknya yang sibuk dengan sarapan nya ,tidak menggubris apapun yang dia Katakan dari tadi.


" Candra apakau mendengarkan ibu?" Gea setengah berteriak


" Hemm " Mendesah kasar " Jarak kita sangat dekat tentu aku mendengarnya sangat jelas ,ibu pergi saja bersama nya .Aku bisa menyusul dengan Taxi !" Ketus Candra


" Kemana motormu ?" Gea bertanya menahan rasa kesalnya memang anaknya itu sangat dingin dengan nya.


" Hancur,aku lempar ke got kemarin. Dan akan meminta mobil dari ayah " enteng tanpa dosa


" Kenapa kau merusak barang seperti itu, jangan begitu itu tidak baik " Gea menghentikan aktivitas nya .


" Terserah ibu saja " Candra mengusap bibirnya dan pergi ke luar dari kamar hotel.


* * *


" Hana kau masih pucat ? apa kita mampir saja nanti ke rumah sakit?" Cakra memperhatikan istrinya dengan seksama.


" Aku tidak tahan dengan bau obat,semalam aku minum obat ku yang diberikan dokter suci. Itu tidak enak membuatku mual " Hana mengingat dan jadi merasa mual kembali " Oooooaa " .


Hana sudah mau muntah lagi


" Astaga, menyender padaku dan diam " Cakra merogoh tas kecil hana mencari minyak angin disana " Bagaimana enakan?"


Cakra memijat tungkak dan dahi istirnya serta dia baluri dengan minyak angin.


* * *


Bandara


Mereka bertiga sampai di bandara tanpa kehadiran Candra.

__ADS_1


" Dimana dia ?" Tanya Cakra membuat Hana kaget setengah mati.


" Dia akan menyusul katanya,tapi sudah terlambat " Gea menatap jam dipergelangan tangannya


" Anak itu selalu menghindar " Berbisik Cakra sambil merangkul istrinya


Mereka semua masuk ke dalam bandara, Gea sudah semakin resah karena Candra tidak kunjung muncul.


" Aku ke toilet dulu sebentar !" Gea meninggalkan keduanya yang duduk dikursi.


Cakra geram karena Candra benar-benar menghindarinya.Walaupun keadaan dalam seperti ini.


Ponsel berdering


( Temul aku di arah jarum jam empat ,jangan bawa siapapun hanya kau yang harus menemui ku sendiri .Right now )


Cakra tersenyum sinis melihat pesan yang di kirim padanya


" Hana kau bisa menunggu disini? aku harus keluar sebentar ada barang yang tertinggal di mobil " Cakra merangkul gadis disebelahnya dengan kecupan lembut dikepala.


Tidak perduli semua orang menatap mereka berdua bergidik ngeri.


" Gadis secantik itu kenapa menikah dengan tuan Cakra , aku saja seumur hidup jika bertemu dengannya dengan jarak seperti itu


Mungkin aku langsung struk" bisik bisik membuat Cakra risih.


" Istrinya tidak terlalu cantik ya kan,biasa saja !" Yang iri


" Tidak tidak pasti tuan melihat sesuatu yang indah dari gadis kecil itu,mereka serasi ko " Yang pro.


" Rey urus mereka ,jaga istriku.Jika mereka berbicara lagi robek mulutnya " Cakra menatap ke arah beberap orang yang melihat istrinya.


Cakra pergi setelah pamit pada istri nya tercinta


" Rey jangan melakukan apapun dihadapan ku " Hana takut sendiri dengan wajah Rey dan sudah melangkah menuju mereka yang berdiri lumayan jauh dari tempat Hana.


" Biarkan aku bekerja dengan bail nona,dan tutup matamu ! " Cakra melirik pengawal dan langsung berdiri menutupi penglihatan Hana ,dengan tubuh besar mereka .

__ADS_1


Hana hanya pasrah mengusapkan minyak angin ke hidungnya,dia merasa semakin mual dengan melihat punggung para pengawal itu.


__ADS_2