Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
anak kita


__ADS_3

Cakra gelisah mungkin saja Hana sedang menangis karena tingkahnya tadi kan.


Bahkan keduanya tidak menikmati sarapan pagi seperti biasa.


Karena terhadang oleh kejutan dari Candra diruang tengah.


Tidak lama kemudian mobil sampai didepan gerbang utama . Dan dibuka oleh penjaga secara kompak , dengan tatapan bingung melihat mobil tuan muda kembali ke rumah padahal baru saja berangkat.


Mobil berhenti, Cakra turun tanpa menunggu Rey membukakan pintu untuknya. Yang dipikirkan oleh dirinya sekarang keadaan Hana.


Bahkan ibunya mewanti-wanti agar selalu menjaga sikap didepan Hana , karena keadaan ibu hamil harus benar-benar diperhatikan dan dijaga.


" Dimana dia ? " Tanya Cakra saat menolak Susi untuk melepaskan sepatunya


" Nona dikamar tuan , untung tuan pulang. Nona menangis sejak kepergian tuan " Ucap Susi sambil membungkuk.


Cakra terbelalak saat mendengar penuturan Susi.


" Maafkan aku Hana " Gumam Cakra merasa bersalah. Dia berlari menuju tangga, menaiki anak tangga dengan berlari bahkan meloncati Beberapa anak tangga agar mempercepat langkahnya.


Setelah selesai melewati tangga. Cakra berjalan menuju kamar nya , pintu tertutup rapat . Hanya terdengar suara isakan dari dalam ruangan kamar besar tersebut.


" Aku tidak memukulnya kenapa dia menangis seperti itu ?" Khawatir bercampur bingung , suara isakan sangat kencang.


Bahkan Hana tidak mau pelayan dan yang lainnya mengganggunya.


Kretttt....


Suara pintu berdenyit , menampilkan sosok Hana yang duduk diatas kasur dengan menyenderkan punggungnya.


Cakra mengernyit,saat Hana pindah posisi. Berbaring serta membelakanginya. Cakra malah berlalu dengan senyuman sekarang,benar kata ibunya ibu hamil sangat sensitif.


Prilaku Hana sekarang menjadi bukti nyatanya. Kapan Hana menangis dan menjauhinya,yang ada Hana selalu ingin menangis dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Cakra masih tersenyum,membuka sepatunya dan melempar ke sembarang arah. Jas yang dia pakai juga dia buka , menjatuhkannya ke lantai .


" Sayang " Ucap Cakra diselingi tawa kecil karen dia tidak mampu menahannya saat melihat Hana semakin maju menjauhinya. " Jangan seperti ini ,kau tahu kan aku tidak pernah tidak menerima saat kau menolak ku " Ucap Cakra merengkuh tubuh kecil Hana ke dalam dekapannya.


" Lepaskan ,calon ayah jahat" Rengek Hana membuat Cakra tergelak sekaligus merasa terharu dengan panggilan baru untuk dirinya sekarang.


" Iya ,aku ayah dari anak-anak kita " sambil mengusap perut yang masih datar itu lembut.


" Jangan melakukan hal buruk didepan anakku " teriak Hana mengusap air matanya.


Dia bahkan bertanya tanya kenapa juga dia menangis karena hal sepele tersebut. Tapi dia tahu itu adalah rengekannya janin mungilnya didalam perut.


" Melakukan apa , ?" Bingung


" Perlakuan mu tadi kepada paman anakku " Hana berbicara sambil menahan tawanya saat Cakra memasukan tangan nya ke dalam baju ,mengusap perutnya lembut. Bahkan memainkan jarinya dipusar nya ,itu sangat menggelikan.


" Itu bukan pemikiran anak ku,itu isi otak mu Hana " Cakra beralih menaikan jemarinya ke area favoritnya.


Hana membulatkan matanya tidak mau hal yang harus terjadi malam hari berulang di pagi-pagi seperti ini .


" Aku ingin berbicara langsung dengan anakku ,kau bilang ini tentang anak kita kan " Goda Cakra dengan senyum mesum nya.


" Aaaaa... bukan ini , lepas sayang " Hana merengek saat kancing bajunya sudah cakra lepas satu persatu


" Diam " Bibirnya beradu dengan bibir tipis Hana sekarang. ******* bibir gadis itu berulang sampai Hana terbuai dan membalas ciuman suaminya.


Baju kedunya sudah berserak dilantai , melakukan permainan yang hanya diketahui pasangan suami istri.


******


Di perusahaan.


Reno bertugas memimpin meeting penting diperusahaan. Dia terus berpikiran yang aneh-aneh saat Reynan mengirimkan pesan kalau Cakra tidak akan bekerja , karena sedang bersama nona muda.

__ADS_1


Reno yang belum pernah berpapasan dengan Hana langsung merasa penasaran. Seperti apa istri yang Cakra selalu sembunyikan tersebut.


" Can , paman mau ikut dengan mu nanti ya " Ucap Reno beriringan dengan Candra keluar dari ruangan meeting.


" Kenapa paman meminta ijin , datanglah kapan pun " timpal Cakra menghimpit berkas dia bagian lengannya.


" Paman bahkan tidak tahu rupa kakak ipar mu "


" Apa?" Candra tersentak menghentikan langkahnya dan terus berpikir.


" Hahaha biasa saja kali. Cakra memang sangat melindungi istrinya can,bahkan tidak pernah memperkenalkan sosok istrinya ke muka umum " Ucap Reno semakin membuat Candra kaget.


Ketertutupan Cakra memang sudah di ketahui adiknya , tapi tidak pernah berpikir sebegitu posesif abangnya kepada istri nya Hana.


" Bagaimana hubungan kalian ?" Pertanyaan Reno kembali membuat Candra kaget.


" Paman sudah tahu dan tidak perlu bertanya " Ketus Candra.


" astaga ,kau sama saja seperti Abang mu jika aku tanya dengan pertanyaan yang sama " Reno menepuk-nepuk bahu Candra hangat.


Walaupun pemuda itu membalas nya dengan pandangan sinis.


Reno memang tidak pernah melihat sosok Hana. Hubungannya hanya tersambung oleh ikatan Gea kakaknya dan haryadi.


Dan mengingat sekarang keduanya tidak menjalin hubungan lagi. Reno membatasi sikapnya untuk mencampuri urusan keluarga haryadi beserta kedua anaknya Cakra dan Candra.


Yang Reno jaga adalah sekarang. Kedua anak yang sangat dia sayangi sejak dulu , Reno sukarela bolak-balik ke perusahaan Alaska group jika dia di perlukan seperti sekarang.


Reno bahkan merasa bersalah saat kejadian memilukan dipesta pernikahannya beberapa waktu lalu .


Yang membuatnya tidak jadi bertemu dengan sosok Hana isteri dari keponakan kesayangannya , tertinggal lah Candra Sekarang yang menjadi beban pikiran nya,kapan anak ini akan menikah seperti abangnya ?.


****

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya readis ...


__ADS_2