Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Hana kabur?


__ADS_3

Cakra menyiapkan sofa dan tidur menghadap ke pintu kamar ruang tamu.Gadis itu tidak makan dan minum.Entah dia tidur apa tidak


Matahari sudah menerangi semua sisi bumi.Cakra yang masih tidur tidak perduli dengan suara berisik pelayan yang sedang bekerja.Matanya terbuka saat mengingat dia sedang apa dan karena apa.


" Kenapa dia belum keluar?" Cakra


menendang selimutnya,turun menaiki tangga.


" Dimana dia?" Tanya Cakra pada Susi dan Lina.


" Nona joging tuan " Susi menjawab begitu juga Lina.Cakra melempar gelas air dingin yang diberikan Susi.


" Kenapa kau ijinkan,itu bahaya kau tahu .Rey cepat cari " Cakra berlari menaiki tangga dia ingin mengganti pakaiannya.Semua orang panik dengan hilangnya Hana dari rumah.Entah bagaimana gadis itu bisa keluar.


* *


Hana memang joging,dia ingin menikmati pagi dengan joging .Dia selalu melakukan nya saat di kampung .Hana berniat akan menjauh dari Cakra ,Haryadi mengirimkan pesan padanya .Berupa ancaman untuk segera memberinya cucu.


" Dia gila benar benar gila " Hana memaki mertuanya sendiri.Itu tidak pernah dia lakukan,tapi saat mendapat pesan itu terasa seluruh badannya hancur tidak percaya.


Hana duduk dikursi taman.Menatap anak anak yang sedang bermain kesana kemari.Hana membawa sebotol mineral dia teguk sampai tersisa setengahnya.

__ADS_1


Hana mencengkram sisi kursi,dia tidak tahu harus seperti apa.


* * *


Dirumah besar


" Bagaimana?" Cakra merapihkan rambut yang berantakan.Mengkancingkan bajunya.


" Nona sedang berada ditaman xx tuan ,dia sedang joging" Rey


" Tuan muda ,sepertinya Nona lupa membawa ponselnya" Rey memberikan Ponsel Hana kepada Cakra.Dia duduk memeriksa ponsel istrinya.Memeriksa secara berkala


Cakra tersenyum dan sedikit terkejut juga.


kau memberi Hana dua pilihan , pilih aku atau pergi.


aku memilih mempertahankan Hana dan pergi darimu ayah, bagaimana bisa bicara seperti ini pada Hana.


" Rey intai tuan besar ,siapa saja yang bertemu dengannya! kau ku utus jangan orang lain ,untuk pekerjaan Robi yang mengendalikan saat kau tidak ada" Deg Robi berdebar kencang dia selalu menjadi sekertaris dadakan .Rey meyanggupi semua perintah tuan muda .


"Aku tidak memaafkan siapapun menyakiti Hana walaupun itu keluarga ku" Cakra berteriak dan keluar rumah,dia ingin menemui Hana.

__ADS_1


* * *


Hana menolong seorang anak ABG


" Katakan padaku apa masalah mu , sampai mau bunuh diri" Tanya Hana mengelap keringatnya.


" Aku Arnold kakka"


" Aku tidak bertanya ! " teriak Hana kesal


" Pacarku direbut adikku kak,aku tidak terima" Alasan yang membuat Hana memukulkan handuk kecilnya di kepala bocah gila ini.


" Kau gila,kau membuat ku kewalahan dengan menarik tubuh besar mu jika kau mau mati,setidaknya ke rek kereta saja jangan ditempat ramai seperti ini kau tahu?"


"Aku baru melihat nya barusan Kakak,untuk pergi ke rel kereta api butuh waktu 20 menit, kau gila aku harus menempuh jarak seperti itu bukannya mau bunuh diri nanti aku malah berubah pikiran, bukannya menjadi orang itu harus berpegang pada pendirian" Panjang lebar Hana tidak tahan menyumpal mulut nya dengan handuk


" Aku tidak butuh penjelasan kau tahu kau tampan lucu dan imut ,tubuhmu tidak mempunyai kekurangan apapun,apa salahnya mencari pacar yang baru ,kenapa otakmu dangkal sekali!" Hana menjentikan jari di kening Arnold.


" Namamu siapa kakak manis" Arnold menggoda.Duduk bergeser agar bisa dapat dengan Hana.


" Hormati aku ,aku lebih tua darimu" Hana menjauh dan menjewer telinga nya.

__ADS_1


" Tidak tidak,kau seperti seumuran dengan ku kakak" Tertawa jenaka menepuk bahu Hana


" Tidak waras ya!" Hana pergi,setelah melempar handuk pada wajah Arnold.Anak itu hanya tertawa.Dia melihat wanita begitu manis dan perhatian,dia tidak pernah mendapat perhatian dari orangtuanya sekalipun


__ADS_2