
Mobil parkir diluar bandara.Hanya Robi yang masuk untuk menjemput.Cakra memilih menunggu entah kenapa dia tidak ingin keluar meninggalkan Hana yang masih tertidur pulas.
" Kau sangat cantik tidur tenang seperti ini" Cup cup kecupan disana sini membuat gadis itu menggeliat.Cakra pura pura tidur menutup mata.Dia mengintip ternyata Hana tidak bangun juga.
" Lelap sekali ya tidur di pangkuan ku" Kiss kembali dia mencium bibir Hana.Membuka kancing baju sedikit dia bisa melihat tanda merah di kulit lembut putih itu sangat jelas.
Itu karena ulahku semalam.
" Hana ayo bangun" Berusaha membangunkan tapi tidak berhasil.Hana sangat lelah tertidur dimana saja mungkin dia akan lelap seperti ini.
" Dia tidak bangun juga ,dasar " Uyel uyel hidung Hana tapi tetap gadis itu tidak bangun " Dia tidur apa pingsan sih?" Cakra mengingat saat malam pertama Hana sakit karena ulahnya.
" Hana bangun,Hana?" menggoyang kan bahu sangat kencang " Hana bangunlah".
" Apa emm" Membuka mata dan berusaha mengembalikan kesadaran.Cakra memeluk Hana dengan erat sampai Hana merasakan Dadanya menempel di Dada Cakra.
"Lepaskan aku ,awas dulu" Hana mendorong Cakra sekuat tenaga." Sayang awas dulu,aduh iih kau berat sekali"
" Kenapa! Wajah polosnya bahagia karena melihat Dada istrinya terbuka" Jangan dulu,awas aku ingin melihat". tersenyum menyeringai licik.
__ADS_1
Aaaaa gila ya,masih sempat saja seperti ini!
Hana membiarkan mau suaminya.Hana mencengkram kuat punggung Cakra.Setelah selesai Cakra sendiri yang memasangkan kancing kembali sambil tersenyum.
Puas puasa puas kan!
" Diam ,kita menunggu Robi keluar" Wajah tidak berdosa mengusap bibirnya sendiri dengan tersenyum.
Hana mulai kesal menunggu.Satu jam berlalu orang yang dijemput dan Robi juga tidak kembali Cakra penasaran dan keluar sendiri.Hana ingin ikut tapi Cakra tidak mengijinkan.Tidak lama semua keluar satu wanita seusia ibu cakra dan dua gadis Kanan kiri menggandeng tangan Cakra.Hana dari dalam mobil gemas sendiri.Dua gadis itu sangat cantik cantik dan modis berlenggak lenggok sampai Cakra melepaskan tangan mereka.Kedua wanita itu masuk disusul oleh wanita agak tua.Cakea berjalan kembali ke arah mobil bersama Robi dan satu orang yang tinggi melebihi Cakra dan Robi.Mereka tertawa-tawa senang.
" Lama ya?" Tanya Cakra.Hana hanya diam mendelek sebal memalingkan wajahnya.Laki laki tadi membuka pintu membuat Hana terkejut dan mendekat ke arah Cakra.
" Selamat siang Nona, perkenalkan saya Rey" Membungkuk sopan dan masuk ke mobil sejajar dengan Robi.Kemudo berpindah pada Rey Hana hanya memperhatikan apa siapa dia ? aku pernah melihatnya gumamnya.
" Rey berhenti di Restauran "!
' Baik tuan!" Dingin dan fokus pada kemudi.
Dia siapa? wajahnya lebih menyebalkan dari tuan Robi.
__ADS_1
Mobil melaju kencang.Tapi teratur kelihaian kemudinya membuat Hana kagum.
" Kau kenapa?" pertanyaan yang sama karena Hana tidak menjawab.
" Aku lapar kan tadi sudah bilang!" ketus.
Rey hanya tersenyum tipis melihat kaca spion.
" Maaf Anda kenapa tersenyum tuan?" tanya Hana.
" Maaf Nona saya tidak tersenyum pada Nona.Lihat itu ada gadis yang akan menyebrang memakai payung" Tidak jelas.
" Apa sih?"ketus Hana
" Jangan bertanya padanya.Aku suamimu tanya padaku!" Rangkulannya seperti menerkam kelinci buruannya.Hana hanya diam berusaha melepaskan tangan Cakra dari pinggang nya.
" Maaf" Hana menatap dengan jurus andalannya.Merasai pinggang nya terasa sakit.
" Maafkan aku " Cakra sadar dan melepaskan dekapannya." Ayo duduk yang manis,kau sudah ku minta jadi anak baik " Usap usap lembut di dagu Hana.
__ADS_1
Cup cup ciuman kembali menerkam pipi dan seluruh wajah Hana.
Membuat kedua orang didepan cekikikan.Hana mendengar dan ingin menjambak rambut kedua orang dihadapannya.